Beranda > fanfiction, ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet]Look at me!

[Ficlet]Look at me!

Titled : Look At Me!
Author : Whyenda Arinka
Length : Ficlet [902 words]
Genre : Romantic
Rating : PG-13
Cast :

  • Choi Minho
  • Park ____(YOU)

Disclaimer : I don’t own Choi Minho, he is belongs to SM Ent. I do own this story and I don’t make money from this story, so please don’t sue me.

==========
(Author POV’s)

Pub malam selalu identik dengan kerlap-kerlip lampu, dentuman musik dari seorang DJ, juga minuman yang membuat orang-orang menggila di lantai dansa. Sama halnya dengan sebuah pub malam yang terbilang elit di kawasan Chungnam. Seluruh pengunjungnya rata-rata dari kalangan atas. Ada yang datang rombongan, bersama seorang teman, atau kekasih mereka.

Namun tidak dengan seorang pria yang tengah duduk di bartender sendirian sambil memutar gelas mungilnya lalu meneguknya tanpa sisa.

“satu lagi! Hick,” ia memanggil seorang bartender untuk menuangkan lagi minuman ke gelasnya.

Ia sesekali cegukan, pertanda bahwa dirinya telah mabuk. Namun ia terus saja memesan.

Diteguknya minuman itu sampai habis. Lalu ia merasakan kepalanya berat. Ia menopang kepalanya dengan kedua telapak tangannya.

Dari kejauhan seorang wanita, yang tengah duduk di sofa pojok pub bersama teman-temannya, menatap lekat pria itu. Seolah wanita itu mengenali sang pria. Ia meminta ijin pada temannya lalu berjalan menghampiri sang pria.

“Choi Minho?” panggilnya menepuk bahu pria itu. Pria itu menoleh dan tersenyum lebar, manis.

“hhaha! Sekarang aku bermimpi indaah! Park ____ menghampiriku! Hha~ hick,” tawanya senang. Ia benar-benar mabuk.

“kau mabuk, Minho?” tanya wanita bernama Park ____ mengernyitkan dahinya ketika mencium bau alkohol yang menyengat dari mulut Minho.

“tidak, siapa bilang aku mabuk!? Hick! Lihat aku bisa berdiri!” jawab Minho melantur dan tiba-tiba berdiri. Namun kakinya tak kuat menopang tubuhnya, membuatnya terjatuh ke lantai.

Dengan segera ____ membantu Minho berdiri.

“kau mabuk, Minho,” desah ____ pelan.

“kau lihat itu? Lampunya indah.. Seindah matamu, ____-ah! Hick,” ucap Minho semakin melantur sambil menunjuk lampu yang menyala kerlap-kerlip.

____ hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi Minho. Ia memapah Minho keluar pub dan membawanya pulang.

____ membuka pintu dorm dengan kunci cadangan yang selalu di bawanya. Untuk jaga-jaga, begitu kata Kibum, saudaranya.

Ia memang tinggal satu dorm dengan Kibum serta sahabat-sahabat Kibum itu. Tapi mereka tak pernah mengaku kalau mereka bersaudara, hanya sahabat. Dan Choi Minho, pria yang tengah dipapahnya kini adalah salah satu sahabat Kibum.

Dengan langkah sempoyongan, ____ berusaha membawa Minho yang hampir kehilangan kesadarannya ke kamar Minho dan Kibum. ____ membaringkan Minho di ranjangnya. Ia mengatur nafasnya sebentar lalu melepas sepatu Minho.

Ketika ia akan beranjak pergi, sebuah tangan menahan lengannya. Minho.

“____-ah, jangan pergi,” ucap Minho mulai melantur. ____ menghela nafas dan kembali duduk di tepi tanjang Minho. Minho tersenyum, meraih wajah ____ dan merabanya.

“kau, tahu ____-ah? Hick! Aku selalu mendambakan hal ini.. Hick! Kau di sampingku, menatapku..” ujarnya. ____ diam menanggapinya.

“mengapa kau hanya menatap pada Kibum? Hick! Tak bisa kah kau menatapku? Aku yang selalu di sampingmu.. Hick! Menjagamu.. Memelukmu.. Mencintaimu.. Hick! Tapi kenapa kau selalu lebih peduli pada Kibum? Apa yang kurang dariku? Hick! Aku bahkan jauuuuuuh~ lebih baik dari.. Ki-zzz..” Minho meracau tak jelas hingga akhirnya tertidur.

____ menatap lekat wajah Minho. Ia tak tahu kalau selama ini Minho memendam rasa padanya dan menganggap dirinya menyukai Kibum, saudaranya sendiri. Ia menggigit bibir bagian bawahnya, merasa bersalah pada Minho.

Tangannya bergerak mengusap keringat yang membanjiri dahi Minho. Menyingkirkan poninya. Ia merasakan suhu dahi Minho panas. Tangannya lari ke leher Minho untuk mengeceknya. Panas.

____ pun beranjak mengambil kompres dan air es untuk mengompres Minho setelah dirinya menukar pakaiannya.
*
Minho membuka matanya perlahan ketika sinar matahari menerobos celah kelopak matanya. Ia mengangkat tangannya, silau.

Ia berusaha berdiri, namun kepalanya terasa sangat pusing, seperti baru saja dihantam godam ribuan kali.

“sudah bangun, Minho?” tanya seseorang. Minho menoleh dan menemukan ____ tengah berdiri di ambang pintu dengan tangan yang membawa sebuah mangkuk putih.

____ berjalan mendekati Minho dan duduk di tepi kasur Minho. Minho pun terduduk di kasurnya. ____ meletakkan mangkuknya di meja samping kasur Minho lalu mengambil kompres yang masih melekat di dahi Minho. Ibu jari dan jari tengahnya terjulur ke leher Minho, mengeceknya.

“panasmu sudah turun,” ucapnya sambil menarik jarinya.

“makanlah bubur ini, kau pasti masih pusing,” tambahnya sembari mengambil mangkok putih tadi dan menyuapkannya ke Minho.

Minho menatapnya lekat lalu membuka mulutnya, membiarkan bubur itu masuk dan lumer di mulutnya.

“kau pertama minum ya semalam!?” tebak ____ tepat sasaran. Minho hanya mengangguk.

“amatir,” ucapnya singkat. Minho mengedikkan bahunya tak peduli.

“di dorm ini banyak orang, kalau kau ada masalah, kau bisa cerita dengan salah satu dari kami.. Tak perlu lari ke minum-minuman.. Untung Kibum sedang tak ada di dorm.. Jinki oppa, Taemin dan Jonghyun juga,” omel ____.

Minho memandangi ____ lekat. ____ pun balas memandang Minho. Sesaat mereka saling berpandangan dalam diam hingga akhirnya Minho menjulurkan tangan kanannya meraih dagu ____.

“tak bisakah kau sehari saja tak menyebutkan nama Kibum?” tanya Minho. Kini tangan kanannya mengelus pipi ____ lembut.

“tak bisakah kau sehari saja berhenti menatap Kibum?” lanjutnya.

“tataplah aku, ____-ah,” tambahnya

“lihat ke dalam mataku.. Lihatlah betapa besarnya rasa cintaku padamu..” pintanya.

____ menundukkan kepalanya, wajahnya terasa panas. Minho menarik dagu ____ hingga ____ menatapnya. Minho menelusuri mata ____.

“saranghae, ____-ah. Would you be mine?” tanyanya. ____ menghela nafas.

“yes, I want..” jawab ____. Minho tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah ____ dan mengecup bibir ____ lembut.

~EPILOG~
“tunggu dulu, apa kau tak memiliki rasa pada Kibum?”
“maksudmu?”
“apa kau mencintai Kibum?”
“hhahaha! Kau gila! Masa aku mencintai saudaraku sendiri!?”
“huh?”
“Kibum itu saudaraku.. Ibunya dan ibuku kembar, hanya saja ibuku menikah dengan ayahku, Park Dong Woo, dan meninggal setelah melahirkanku..”
“lalu mengapa kau sering menatap Kibum sambil tersenyum?”
“wajah Kibum mirip dengan wajah ibunya, otomatis wajah Kibum pun mirip dengan wajah ibuku.. Itulah kenapa aku sering menatapnya, terutama bila aku kangen pada ibu,”
“kadang aku merasa ujung matamu seperti ujung matanya Kibum,”
“tentu saja,”
=FIN=

.lalalala~
.saya bikin FF gheje ,
.hhehehe~
.aneh yah?
.byasalah !
.yg bikin aja lebih aneh koq !😄
.okelah ,

.hope you like it guys .😀
.leave comments or not ,
.I still say thank you for reading .

  1. muslimshare
    5 Juli 2010 pukul 3:14 pm

    nice posting..🙂

    tuker link ya?
    muslimshare
    http://muslimshare.wordpress.com

    kalo uda dipasang, jangan lupa mampir tar dilink balik

    • 10 Juli 2010 pukul 7:36 am

      .thanks .🙂

      .gimana itu caranya ?
      .aq nggak ngerti ,
      .hhe~
      .masih baru sih ,
      .mohon bantuannya .🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: