Beranda > drabble, fanfiction, whyenda_arinka > [Drabble] Our Love

[Drabble] Our Love

Length : Drable [800words]
Genre : Romance, Yaoi
Rating : PG-13
Cast : Si<3Chul

Disclaimer : I don’t own SiChul couple, they are belongs to SM Ent, their self, and their parents. I do own this story. If you don’t like it, just don’t read. I don’t make money from this story, so please don’t sue me.

 ===========
(Siwon POV’s)

“Heechul-ssi!” teriak seseorang dari kejauhan. Sontak aku dan Heechul pun menoleh ke asal sumber suara.

Begitu mengetahui siapa yang memanggilnya, Heechul segera berdiri tegak dari keadaannya yang berdiri menyender di tembok sepertiku, tersenyum manis. Aku melengos melihatnya. Orang itu adalah yeoja yang tengah kami tunggu, tepatnya Heechul yang tengah menunggunya dan aku hanya menemaninya.

Yeoja itu mendekati kami dengan seulas senyum, tetapi bukan senyum bahagia, melainkan senyum sungkan seolah tak enak akan sesuatu. Dugaanku, karena aku bersama Heechul.

“baiklah, putrimu sudah datang dan kalian akan segera pergi, jadi sebaiknya aku pulang,” ujarku sambil beranjak pergi.

“eeh, chankaman, Siwon-ssi,” panggilnya menahanku. Aku menoleh dan Heechul terlihat bingung.

“uhm, begini.. Heechul-ssi, aku tidak bisa pergi denganmu hari ini karena aku ada acara keluarga.. mianhamnida,” ucap gadis itu dengan tatapan bersalah. Aku mendengus kesal sementara Heechul tersenyum manis bak malaikat.

“gwenchana, keluargamu tentu lebih penting daripadaku. Kita bisa pergi lain hari,” ujar Heechul tanpa melepas senyuman di bibirnya. Cih!

“baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong,” pamitnya sambil berlalu.

“annyeong,” balas Heechul memandangi kepergian yeoja itu.

“ayo kita pulang!” ajakku dengan nada kasar setelah yeoja itu menghilang di tikungan jalan.

“eh, chankaman! Aku mau ke toko kaset, antarkan ya!?” pinta Heechul dengan wajah memohon dan mengatupkan telapak tangannya.

Dasar! Ia selalu tahu kalau aku tak bisa menolak segala permintaannya bila ia memasang wajah memohon dan mengatupkan telapak tangannya. Aku pun mengangguk pasrah dan ia segera tersenyum cerah.

“kkaja!” ucapnya sambil menarikku.
*
“jadi, kau mau mencari kaset apa? Album DBSK yang terbaru? Atau album repackage-nya Super Junior?” tanyaku saat ia tengah memilah-milah kaset di rak ‘new release’.

“hmm, entahlah. Menurutmu, bagus albumnya Gummy atau SS501?” tanyanya sambil menunjukkan 2 buah kaset di tangannya.

“huh?” kagetku melihatnya menimang-nimang kaset di tangannya.

“kurasa aku beli yang SS501 saja,” ujarnya kemudian sambil mengembalikan sebuah kaset yang kuyakini album Gummy dan membawa kaset album SS501 ke kasir.

Aku membuntutinya dengan keheranan, tumben-tumbennya ia mau membeli album SS501. Biasanya ia hanya mendownload di komputer saja, bahkan ia jarang membeli album Super Junior, boyband kesayangannya.

“Siwon-ah!” panggil Heechul sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, membuatku tersentak kaget.

“wa-wae geurae?” tanyaku masih kaget.

“anni, kita mampir ke cafe dulu ya!?” pintanya dan aku hanya mengangguk.

Segera ia berbalik dan membuka pintu cafe, aku baru sadar kalau dari tadi aku mengikutinya sampai ke cafe ini.

Bunyi dentingan pintu cafe menandakan adanya pengunjung baru datang, yaitu kami. Seorang penjaga kasir segera menyapa kami ramah dengan senyum terulas. Aku membalasnya sambil lalu dan tiba-tiba menabrak seseorang yang berjalan di depanku, Heechul.

“ya! Kau kenapa, Heechul-ah?” tanyaku kaget. Ia tak bergeming, tatapannya nyalang pada sebuah meja yang di duduki seorang yeoja dan namja.

Tunggu dulu, bukannya yeoja itu adalah yeoja yang selama ini dikencani Heechul? Yeoja yang tadi tak bisa pergi dengan Heechul dengan alasan ada urusan keluarga, kan!? Kenapa ia justru di sini dengan seorang namja? Dan itu, mereka pegangan tangan? Mwo!?

Yeoja sialan! Ternyata ia membohongi Heechul! Aku emosi seketika, kurasa darahku sudah diubun-ubun kepala sekarang. Kupandangi Heechul yang tengah menatap yeoja itu dengan amarah di wajahnya. Perlahan Heechul melangkahkan kakinya menghampiri meja yeoja itu.

“jadi ini ya yang namanya urusan keluarga, eh? Menolak ajakan pergi denganku, namjachingumu sendiri, demi pergi ke cafe bersama namja lain?” tanyanya dengan nada yang datar tapi terkesan mengancam.

Yeoja itu kaget melihat Heechul berada di hadapannya, wajahnya memancarkan ketakutan. Aku menyeringai melihat wajah ketakutannya. Rasakan kau, yeoja tak tahu diri! Umpatku dalam hati.

“a..aku..,” ucap yeoja itu terbata.

“sudahlah, aku muak! Aku yakin kau lebih memilih namja ini kan!? Kalau begitu, kita akhiri saja hubungan kita. Annyeong,” ucap Heechul dingin seraya berbalik.

“ayo Siwon!” ujarnya padaku dan menarikku pergi. Aku menoleh kebelakang dan mendapati yeoja itu berusaha mengejar kami namun ditahan oleh namja itu. Aku melemparkan seringaiku padanya.

Heechul terus menarikku hingga akhirnya berhenti di sebuah bangku taman. Ia melepas cengkraman tangannya dan duduk lemas di bangku itu. Wajahnya terlihat sangat lelah dan sedih. Aku pun menempatkan diriku disampingnya dan kuutepuk-tepuk bahunya pelan. Ia menoleh dan menyunggingkan senyuman terpaksa.

“sudahlah, tak usah terlalu dipikirkan,” ujarku berusaha menghiburnya.

“mian, Siwon-ah. Harusnya aku mendengarkan ucapanmu dari awal,” ucapnya sambil meletakkan kepalanya di bahuku. Kurangkul bahunya dan mengelus-elus lengannya.

“sudahlah, toh kau takkan tahu belangnya tanpa adanya kejadian ini,” ujarku menghela nafas.

Ia mendongak menatapku tak percaya, kuusap kepalanya lembut dan tersenyum.

“kenapa kau tak marah?” tanyanya heran. Aku menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.

“kenapa aku harus marah?” tanyaku balik. Ia tertegun menatap jalan dan kembali meletakkan kepalanya di bahuku.

“uhm.. karena aku tak percaya padamu, mungkin” tanyanya lirih. Aku tersenyum mendengarnya.

“aku tak bisa marah pada orang yang kusayangi, Chullie-ah,” ucapku. Ia mendongak cepat menatapku tak percaya.

“jinja?” tanyanya memastikan.

“ne. Saranghae, Chullie-ah,” ucapku tersenyum lembut.

“na do saranghae, Siwon-ah,” balasnya dan kembali meletakkan kepalanya di bahuku. Aku pun mencium puncak kepalanya dan meletakkan daguku di sana.
=FIN=

.pesanan lain ,
.hhahaha~
.bagaimana ?
.geje yah ?
.maklum ide dadakan , =.=”
.sekalian juga kado buat Chullie ,
.saengil chukkae, Chullie-ah~

.anyway ,
.leave comments or not ,
.I still say thanks for reading .😀

  1. nie_wonnie18
    11 Juli 2010 pukul 12:54 am

    wakwakwakwak
    malah beli album ss501 dy xpp
    lucu ngebayanginny pas siwon nembak chul
    lol
    cekikikan sndiri dah jadiny xDDDD
    kurang panjang say *digampar* :pppp

    btw, gimana kesanny…
    apakah kali ini jg dgn guling2n d kasur??
    *toel2*

    • 11 Juli 2010 pukul 1:01 pm

      .mending lah mba guling2 di kasur yg YunJae ,
      .lah ini ,
      .setengah tepar mba !
      .bayangin wajah innocentnya Chullie ,
      .seringaiannya Siwon~
      .aaaaaaaaaaa~
      *dies* XDD

      .APA !?
      *lebay*
      .kurang panjang !?
      .jangaaaan mba~
      .bisa pingsan akunya~
      .baru dikit aja udh bikin setengah tepar ,
      .ntar jgan2 aq keterusan suka SiChul lagi~ XDD

      .thanks mba for reading .
      *bahasa kacau balau* XDD

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: