Beranda > fanfiction, ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet] I am the troublemaker of your heart

[Ficlet] I am the troublemaker of your heart

Length : Ficlet [1550 words]
Genre : Romantic
Rating : PG-15
Cast : Cho Kyuhyun, YOU

Disclaimer : I don’t own Cho Kyuhyun but I do own this story! so please don’t sue me.

=========
(Your POV’s)

BRUKK!
Setumpuk buku di tangan orang yang tak sengaja kutabrak terjatuh berceceran di lantai. Opss.. Aku membuat masalah lagi, batinku.

Orang itu, seorang namja bernama Cho Kyuhyun, berjongkok memunguti buku-bukunya sambil menggerutu panjang pendek. Aku pun berjongkok membantunya memunguti buku-buku itu.

“mi-mianhae,” ucapku setelah kami berdiri dan kuserahkan buku-bukunya.

“troublemaker,” cibirnya sambil berlalu.

Aku mematung di tempatku berdiri. Tak mampu bergerak. Cibirannya tadi terus terngiang di telingaku, menusuk jantungku. Membuat nafasku terasa sesak.

Hei! Ada apa denganku? Bukankah aku sudah biasa mendapat cibiran seperti itu? Batinku mengerang. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, berharap dengan begitu cibiran Kyuhyun tadi menghilang dari telingaku. Namun rasanya nihil.

“ya, kau troublemaker! Sampai kapan kau berdiri di sana? Mau jadi patung? Ayo masuk!” teriak Kyuhyun membuyarkan lamunanku.

“eh, ne!” ucapku lalu menghampirinya berjalan ke kelas.
*
Sial sekali aku hari ini! Datang ke sekolah terlambat -yang untungnya diselamatkan oleh Kyuhyun-, lupa membawa buku tugas, melempar sampah nyasar ke kakak kelas. Aish! Benar-benar! Apa aku memang seorang troublemaker? Pikirku.

“arrrgh!” erangku lalu menendang kerikil yang ada di sekitar kakiku.

PLETAKK!

“aww~” terdengar suara seseorang mengerang.

Dengan takut-takut aku menoleh ke kanan dan mendapati seseorang dengan dandanan seperti preman tengah mengelus-elus kepalanya yang botak. Ia menatapku dengan geram seolah aku baru saja mmemukul kepalanya. Emm, ada benarnya juga sih. Sepertinya.

“shit!” umpatku pelan lalu mengambil langkah seribu.

“hei! Jangan kabur kau, bocah tengik!” teriaknya.

Matilah aku. Aku harus lari secepat mungkin, setidaknya mencari tempat untuk bersembunyi karena aku tak mungkin berlari ke rumah. Rumahku sangat jauh dari sekolah.

Aku terus berlari sambil sesekali menoleh ke belakang, memastikan jarakku dengan preman itu cukup jauh. Aku berlari melewati gang-gang kecil di belakang sekolah. Berharap dengan cara itu aku dapat mengecohnya. Aku terus berlari hingga tiba-tiba aku merasa tanganku ditarik memasuki sebuah gang kecil yang gelap.

“hmmp~” aku berusaha berteriak namun tangannya yang lain membekap mulutku.

Aku takut. Apa orang ini adalah salah satu komplotan preman yang tadi? Aku berusaha melepaskan diriku dari dekapan orang ini. Namun ia justru semakin mendekapku erat.

“hmmp!” aku berusaha mengeluarkan suara lagi. Berharap ada yang mendengarnya dan mau menolongku.

“bisakah kau diam!? Aku sedang berusaha menyelamatkanmu dari preman tadi!” bisiknya ditelingaku.

Aku membeku seketika. Suara ini. Suara yang sangat kuhafal. Entah itu ditelingaku ataupun diotakku. Kyuhyun. Aku yakin seratus persen itu suaranya. Bagaimana aku tak hafal kalau dia selalu berada dalam jarak yang dekat denganku selama 24 jam non-stop?

Tidak, dia bukan saudaraku. Dia tetanggaku, temanku sejak kecil. Teman satu sekolah, bahkan sejak taman kanak-kanak aku selalu sekelas dengannya. Terlebih kamarku dan kamarnya sejajar di lantai 2, hanya dipisahkan sebuah tembok yang dapat dilompati lewat balkonnya. Tentu saja aku hafal akan suaranya, sifatnya, tingkah lakunya, bahkan kebiasaannya.

Kudengar derap langkah dari kejauhan. Lalu kulihat sekelebat bayangan melewati gang tempatku dan Kyuhyun bersembunyi. Tanpa sadar aku menahan nafasku hingga suara derap langkah itu menghilang dari pendengaranku.

Aku menghembuskan nafas lega dan menyembunyikan wajahku dalam dada bidang Kyuhyun. Berusaha menahan air mataku. Tubuhku terasa bergetar semua. Aku hampir saja tak dapat menopang tubuhku bila Kyuhyun tak memelukku sekarang.

Sebuah tangan membelai rambutku dan menepuk-nepuk punggungku. Tangan Kyuhyun. Entah mengapa, setelah itu aku merasa jauh lebih tenang.

“tenanglah, preman itu sudah pergi,” ucapnya lalu menaruh dagunya di puncak kepalaku.

Aku mengangguk pelan. Kepalaku masih terbenam di dalam dada Kyuhyun. Bisa kudengar sayup-sayup suara jantung yang berdetak cepat. Aku tahu, itu pasti suara detak jantungku. Aku berusaha menenangkan hatiku.

“mau pulang sekarang?” tanya Kyuhyun memecah keheningan. Aku mengangguk pelan dan melepas pelukannya.

Tiba-tiba saja Kyuhyun berjongkok dengan punggungnya berada di hadapanku. Aku mengerutkan keningku sebentar namun akhirnya memeluk lehernya dan ia mengangkatku. Ya, Kyuhyun menggendongku dan itu justru membuat jantungku berdetak semakin cepat.

“b-bagaimana kau tahu aku tak kuat berjalan?” tanyaku.

“hhh~ kau selalu begini sehabis lari, dan aku mau tak mau harus meminjamkan punggungku untuk menggendongmu,” jawabnya.

“g-gomawo,” ucapku yang hanya dibalas anggukan kecil olehnya.
*
Aku membuka mataku perlahan. Buram. Kucoba mengerjapkan mataku berkali-kali untuk memperjelas pandanganku. Kudapati diriku tengah tidur di kasur dalam sebuah kamar dengan nuansa putih biru.

“sudah bangun?” tanya seseorang di ambang pintu, Kyuhyun.

Ah iya, ini kamarnya. Tunggu dulu. Kamar Kyuhyun? Aku terduduk seketika dan menatapnya dengan terkejut. Mataku membulat, jantungku berdetak cepat.

“k-kenapa bisa aku di sini?” tanyaku terbata.

Kyuhyun berjalan mendekatiku lalu duduk di pinggir kasurnya, menghadapku. Aku memicingkan mataku, menatapnya tajam. Menunggu sebuah jawaban keluar dari bibirnya.

“kau tertidur sewaktu kugendong tadi, orang tuamu sedang keluar kota. Kau ingat?” jawabnya.

Aku menghela nafas panjang. Berarti aku harus melompat balkon agar bisa masuk ke rumahku. Aku mengangguk kecil mengiyakan. Kyuhyun hanya tersenyum lalu mengusap rambutku.

Tapi tunggu, aku merasa ada yang ganjil. Kubuka selimut yang menutupi tubuhku dan mendapati diriku hanya berbalut kaos panjang milik Kyuhyun. Ke mana seragamku? Aku menutup kembali selimut itu dan mendelik pada Kyuhyun. Ia mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan bertanya-tanya.

“ke mana seragamku? Kenapa aku hanya menggunakan kaosmu?” tanyaku.

“oh itu. Kau tak mungkin kan tidur dengan seragammu?” jawabnya.

“t-terus, kau y-yang menggantikanku?” tanyaku terbata. Kini jantungku berdetak semakin cepat.

“pabbo! Tentu saja bukan aku! Ahra noona yang menggantikan seragamu dengan kaosku!” jawabnya sambil menjitak kepalaku.

“aw! Sakit!” gerutuku sambil mengelus kepalaku.

Ia justru tergelak. Aku menggembungkan pipiku sebal dan itu justru membuatnya semakin tergelak. Dasar Kyuhyun!

“mandi sana! Kau bau, tau!” ujar Kyuhyun sambil mendorongku.

“ya! Kau keluar!” teriakku mendorongnya balik.

“arra, arra. Toh tak ada gunanya mengintip kau mandi! Hhahaha!” ujarnya sambil berlari keluar kamarnya.
*
“Kyu, kau mau ke perpus?” tanyaku ketika jam istirahat. Ia mengangguk mejawab pertanyaanku.

“aku boleh titip?” tanyaku dan ia mengangkat sebelah alisnya. Artinya kurang lebih “apa”.

“buku matematika ya!?”jawabku sambil tersenyum.

Ia mengerutkan keningnya sejenak dan menerawang. Seolah mengingat sesuatu.

“aku punya buku matematika, nanti ke kamarku saja. Kita kerjakan bersama seperti biasa,” jawabnya lalu pergi meninggalkanku.

Aku hanya bengong saja. Dari dulu aku kalau belajar matematika harus meminjam buku di perpustakaan dan sekarang dia baru bilang kalau dia punya buku matematika. Kenapa ia tak bilang dari dulu sih!? Arrgh! Dasar Kyuhyun menyebalkan! Pikirku sebal.

Aku pun melangkahkan kakiku meninggalkan kelas. Aku ingin mencari udara untuk menghilangkan amarahku akibat Kyuhyun. Baru saja aku akan keluar, tiba-tiba ada seorang yeoja yang berlari memasuki kelas dan menabrakku. Ia terhuyung dan terjerembab.

Hhhh~ lagi-lagi aku membuat masalah. Batinku kesal. Dengan setengah hati aku membantu yeoja itu berdiri dan meminta maaf. Ia mengomel padaku padahal jelas-jelas dia yang salah.
*
Aku menghela nafas panjang sambil melangkahkan kakiku menuju lapangan basket. Mungkin lebih baik aku berada di lapangan yang sepi, pikirku.

Tinggal 2 langkah lagi aku akan memasuki lapangan basket, namun pemandangan di depanku membuatku berhenti seketika. Kyuhyun tengah berdiri di hadapan seorang yeoja.

“saranghae,” ucap yeoja itu pada Kyuhyun.

Kepalanya tertunduk sedangkan Kyuhyun menatap yeoja itu dalam. Tiba-tiba dadaku sesak, serasa kehabisan oksigen. Hatiku perih.

Semakin lama aku tak tahan melihat pemandangan ini. Aku berbalik dan lari sekencang-kencangnya meninggalkan pasangan baru itu. Mataku panas. Bisa kudengar sayup-sayup Kyuhyun berteriak “kau!”. Aku yakin yang dimaksud adalah aku.

Aku berlari menuju taman belakang sekolah yang sepi. Tempat ini biasanya ramai, tapi entah kenapa sekarang sepi. Mungkin karena sudah jam pelajaran. Lee songsaenim pasti akan menghukumku bila aku bolos. Tapi aku tak peduli, aku memang troublemaker kan?

Aku duduk membenamkan kepalaku diantara kedua lututku. Air mata mengalir membanjiri pipiku. Aku menangis sejadi-jadinya sendirian. Ada apa denganku? Mengapa aku harus menangis? Apa aku menyukai Kyuhyun? Tapi, bukankah ia sahabatku? Bukankah seharusnya aku senang kalau ia punya yeoja chingu?

Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku membuat hatiku semakin sesak. Apa memang aku menyukai Kyuhyun? Salahkah bila aku menyukainya?

“kenapa menangis?” tanya sebuah suara yang sudah kuhafal.

Kuangakat kepalaku menatapnya yang terlihat khawatir. Ia segera menarikku dalam pelukannya. Aku kembali menangis membasahi seragam putihnya. Entah kenapa, aku justru semakin sakit melihatnya. Juga aku merasa bersalah pada yeoja itu.

“m-mian,” ucapku masih terisak.

“untuk apa?” tanyanya.

“a-aku menghancurkan acaramu tadi,” jawabku.

Ia melepas pelukannya dan meraih wajahku, menatapku dalam. Aku balas menatapnya dengan tatapan nanar.

“aku memang troublemaker, maaf,” ucapku kemudian.

“kau memang troublemaker,” ujarnya dingin. Aku meringis mendengarnya.

“kau membuat masalah di manapaun kau berada,” tambahnya. Aku menunduk.

“dan kau tahu? Kau juga membuat masalah dengan hatiku. Kau memporak-porandakan hatiku, membuatku tak ingin jauh darimu. Membuatku ingin membantumu menyelesaikan masalah yang selalu kau buat,” lanjutnya. Aku menatapnya bingung.

“saranghae,” ucapnya kemudian.

Hatiku melonjak girang mendengarnya. Pandanganku kembali buram oleh air mata yang menggenang di pelupuk mata. Aku menangis, menangis bahagia.

“uljima,” mohonnya sambil mengusap air mataku dengan jarinya.

Aku menggeleng. Otakku kembali bekerja dengan normal. Bohong. Ini pasti kebohongannya. Aku dengar tadi ia meneriakiku.

“g-gojitmal!” bentakku menyentakkan tangannya dari wajahku.

“aku tak bohong,” bantahnya.

“gojitmal! Aku tahu sekarang yeoja tadi sudah menjadi yeoja chingumu!” teriakku.

“anniyo! Aku menolaknya,” elaknya lagi.

“lalu kenapa kau meneriakiku?” bentakku lagi sambil melempar pandanganku ke arah lain.

Ia menarik daguku pelan membuatku menatapnya lagi. Ia menatapku lembut.

“aku meneriakinya. Begitu melihatmu berlari meninggalkan lapangan, aku meneriakinya dan memakinya,” jawabnya lembut.

“aku tak percaya,” ujarku ketus.

“terserah kalau begitu. Jangan marah,” ucapnya membuatku bingung.

Ia mengerling jahil lalu mendekatkan wajahnya padaku. Aku menutup mataku takut. Berharap ia tak benar-benar melakukannya. Namun dugaanku salah. Kini dapat kurasakan hembusan nafasnya yang hangat menerpa wajahku hingga akhirnya aku merasakan sentuhan hangat dibibirku.

Kubuka mataku dan melihat mata Kyuhyun yang tertutup tepat di depan mataku. Bibirnya menyentuh bibirku lembut. Tak lama kemudian ia melepas bibirnya dan menatapku.

“na do saranghae,” ucapku dan ia kembali menempelkan bibirnya di bibirku.
=FIN=

.masih geje ,
.di sekolah malah dapet inspirasi ga jelas , ==”
.dan hasilnya pun masih sama ngga jelasnya dengan yang buat .😄

.anyway ,
.leave comments or not ,
.I still say thanks for reading .😀

  1. nie_wonnie18
    15 Juli 2010 pukul 1:36 pm

    mau ngespam ah~
    saranghae saranghae saranghae nado saranghae CHO KYUHYUN~
    lolz
    *dijitakinwon+whyend*
    mau banget sayah mah jd “sahabat jd cinta” ama kyu XDDD
    *komengakpenting*
    *lagi2dijitakwhyend+won*
    wakakak
    dasar pengacau~!! ><"

  2. 29 Agustus 2010 pukul 7:15 pm

    aaaah keren… ak kyk.a bkal sering baca ff di sini deh hehehe gatau mau ngomong palagi. yg elas keren

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: