Beranda > fanfiction, ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet] This Love

[Ficlet] This Love

Length : Ficlet [1440 words]
Genre : Yuri, Romantic
Rating : PG-13
Cast : Choi Sooyoung SNSD, Kim Taeyon SNSD, Choi Siwon Super Junior, Choi Minho SHINee, Kim Kibum(Key) SHINee.

Disclaimer : I don’t own the casts, but I do own this fiction. So please don’t sue me. If you don’t like the casts nor the genre of this fanfiction, just don’t read.

A/N : bayangkan Sooyoung onnie di MV Run Devil Run yang pake hoodie item itu ya!? yang rambutnya dipotong cepak itu lho~ ^^

===========
(Author POV’s)

“Sooyoung! Di mana oppamu?” tanya Taeyon memasuki kamar Sooyoung dengan frustasi.

Sooyoung, gadis yang tengah membaca komik sambil tiduran di kasur, mengalihkan perhatiannya menatap Taeyon yang kini telah merebahkan dirinya di sampingnya. Gadis itu mengerutkan keningnya dengan tatapan menerawang, mengingat sesuatu. Sementara itu, Taeyon mendongak menatap Sooyoung, menunggu sebuah jawaban keluar dari bibirnya.

“pergi dengan Minho dan Key,” jawab Sooyoung akhirnya.

Taeyon mendengus mendengar jawaban Sooyoung lalu menggerutu panjang pendek. Merutuki siapapun yang membuatnya cukup sebal. Sooyoung yang berada di sampingnya, tertawa kecil mendengar gerutuan Taeyon, membuat gadis itu menghentikan aksinya dan mendongak menatap Sooyoung.

“waeyo?” tanya Taeyon.

“anni,” jawab Sooyoung masih tertawa kecil.

“lalu, kenapa kau tertawa?” tanya Taeyon bingung.

“tak apa, onnie. Kau lucu sekali merutuki Minho dan Key. Onnie cemburu dengan mereka?” goda Sooyoung.

Wajah Taeyon bersemu merah, sebal digoda dongsaeng namjachingunya. Ia melayangkan tangannya ke pinggang Sooyoung dan mencubitnya dengan cukup keras, membuat Sooyoung menggeliat lalu menjerit antara kesakitan dan kegelian.

“mana mungkin aku cemburu pada kembaranmu dan temannya itu! Aku hanya sebal pada mereka,” jawab Taeyon sebal.

“hhahaha, kukira onnie cemburu,” celetuk Sooyoung.

“aish! Kau ini!” gerutu Taeyon lalu mencubit lengan Sooyoung.

“awww! Appeu, onnie,” sungut Sooyoung.

“kamu sih,” dengus Taeyon yang dibalas cengiran Sooyoung.

“aish! Kalau begini, lebih baik aku menerima ajakan Jessica dan Yuri, tadi,” gerutu Taeyon.

Sooyoung menaikkan sebelah alisnya mendengar gerutuan Taeyon. Ia menatap Taeyon lekat, seolah tertarik akan gerutuannya.

“apa?” sentak Taeyon yang dibalas gelengan spontan Sooyoung.

“uhm, onnie, bagaimana kalau jalan-jalan denganku saja?” tanya Sooyoung kemudian.

“huh?”

“c’ on onnie, it’s better than you just stay here for waiting Siwon oppa,” bujuk Sooyoung.

“well, okay. Let’s go!” ajak Taeyon menyetujuinya.

“chankaman onnie! Let me change my clothes, first,” pinta Sooyoung.

Taeyon mengangguk dan berjalan keluar untuk memberi privasi pada Sooyoung. Lima menit menunggu, Sooyoung keluar dengan skinny jeans, kaos, dan hoodie hitam. Namun begitu, dandanannya terlihat sangat macho terlebih lagi rambutnya yang sangat cepak. Taeyon menggeleng-gelengkan kepalanya yang dibalas cengiran Sooyoung.

Sooyoung menarik tangan Taeyon keluar rumahnya dan berbaur dengan warga Korea lainnya. Mereka berjalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan, hanya window shopping. Setelah bosan melihat-lihat, mereka memutuskan untuk meniggalkan pusat perbelanjaan. Sooyoung mengajak Taeyon ke sebuah festival kuliner.

Sooyoung sibuk mencicipi makanan, sementara Taeyon hanya menunggunya. Kadang ikut mencicipinya ketika Sooyoung memaksanya. Dan ini kesekian kalinya Sooyoung memaksa menyuapkan makanan ini dan itu walaupun Taeyon menolak. Namun, apalah daya Taeyon. Setelah dibujuk berulang kali, akhirnya ia menurut juga.

“ah, onnie! Lihat! Ada toko bunga di seberang jalan! Ayo kita ke sana!” ajak Sooyoung setelah mereka keluar dari tempat festival kuliner.

Taeyon mengangguk, lalu keduanya berjalan dengan tangan yang saling berkaitan. Mereka menyebrangi jalan sambil sesekali bercanda tawa. Mereka memasuki toko tersebut dan disambut oleh seorang pelayan. Sooyoung menarik Taeyon yang sedang asik melihat bunga-bunga yang dipajang, menuju belakang toko. Taeyon mengikuti Sooyoung dengan heran.

“onnie! Lihatlah! Kau suka bunga ini kan!?” ujar Sooyoung sembari menyerahkan sebuah bunga berwarna ungu pada Taeyon.

Taeyon menerimanya dengan mata yang berbinar, ia terlihat senang dengan bunga yang diberikan oleh Sooyoung. Tanpa sadar, Sooyoung menyunggingkan senyuman melihat kegembiraan di wajah Taeyon. Matanya seolah tak bisa lepas dari wajah Taeyon.

“wae?” tanya Taeyon mengagetkan Sooyoung.

“uhm, anni,” elak Sooyoung kikuk.

Sooyoung melambaikan tangannya pada seorang penjaga toko bunga tersebut. Penjaga tersebut segera menghampiri Sooyoung dan Taeyon dengan wajah berbinar. Taeyon menatap Sooyoung dengan bingung.

“berapa harga bunga ini?” tanya Sooyoung.

“lima ratus won, agassi,” jawab penjaga toko tersebut.

“kalau begitu saya ambil satu,” ujar Sooyoung lalu menyerahkan beberapa lembar won dari dompetnya.

“kamsahamnida, agassi,” ucap penjaga itu dan berlalu.

“Sooyoung-ah, untuk siapa bunga ini?” tanya Taeyon bingung.

“untuk onnie,” jawab Sooyoung singkat.

“mwo? Aku?” tanya Taeyon sambil menunjuk hidungnya sendri.

Sooyoung mengangguk kecil sambil mengembangkan senyumnya. Taeyon menatap bingung Sooyoung dengan bingung, namun Sooyoung bersikap seolah tak mengetahuinya dan berlalu begitu saja.

“ya! Choi Sooyoung!” panggil Taeyon.

“ne?” tanya Sooyoung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Taeyon.

“gomawo,” ucap Taeyon tersipu.

Sooyoung tersenyum kecil melihat Taeyon tersipu. Entah mengapa hatinya terasa sangat senang melihat Taeyon seperti itu.

“chenmaneyo,” balas Sooyoung.

Taeyon pun bergerak menyongsong Sooyoung, ia menarik lengannya untuk berjalan maju. Sooyoung tersenyum simpul melihat tingkah Taeyon.

“jadi, kita mau ke mana sekarang?” tanya Taeyon ceria.

“kedai es krim?” tawar Sooyoung yang dibalas anggukan Taeyon.

“kkaja!” ajak Taeyon.

Taeyon mengalungkan tangan kanannya pada lengan kiri Sooyoung sementara tangannya yang lain memegang bunga dari Sooyoung. Sooyoung tersenyum senang menatap Taeyon. Ingin rasanya ia menghentikan waktu.

“ada yang aneh?” tanya Taeyon bingung.

“mm, anni,” elak Sooyoung lalu membuang pandangannya ke jalanan di sampingnya.

Tak lama mereka sampai di sebuah kedai es krim. Mereka segera memesan eskrim dan mengambil tempat duduk. Mereka memakan es krim pesanan mereka dengan lahap. Berkali-kali Sooyoung memanggil pelayan hanya untuk memesan es krim lagi. Taeyon menggelengkan kepalanya setiap Sooyoung memesan lagi.

“hya! Choi Sooyoung! Mau sampai kapan kau memesan es krim?” gerutu Taeyon dan Sooyoung hanya tertawa kecil.

“onnie?” panggil Sooyoung.

Taeyon menoleh menatap Sooyoung yang mencondongkan tubuhnya. Taeyon kaget, namun ia hanya mematung. Bingung akan apa yang tengah dilakukan Sooyoung. Dekat, semakin lama jarak antara wajah Sooyoung dan Taeyon semakin dekat. Hal ini tentu membuat Taeyon berdebar-debar, ia bisa merasakan wajahnya panas.

Sooyoung mengangkat tangannya menyentuh wajah Taeyon, membuat Taeyon refleks menutup matanya. Sooyoung hampir tertawa ketika Taeyon menutup matanya. Ia melarikan jarinya ke sudut bibir Taeyon.

“ada es krim di bibir onnie,” ucap Sooyoung sambil tersenyum simpul.

Taeyon membuka kedua matanya kaget. Kedua pipinya benar-benar terasa panas sekarang. Hatinya juga mencelos, entah mencelos karena apa. Yang ia tahu hanyalah hatinya merasa sedikit sakit dan juga kecewa.

Sooyoung kembali duduk pada posisinya semula. Ia tenggelam dalam pikirannya. Tangannya sibuk mengaduk-aduk es krimnya, mencampurnya hingga es krim itu mencair. Semenit yang lalu ia merasa benar-benar ingin melakukannya. Namun tiba-tiba wajah sang oppa terlintas di benaknya, membuatnya mengurungkan niatnya.

“Taeyon? Sooyoung?” panggil seseorang.

Kedua pemilik nama mendongak dan mendapati tiga orang namja berdiri di samping meja mereka. Keduanya tersenyum, terlebih Taeyon. Gadis itu mengembangkan senyuman bahagia, membuat Sooyoung mengubah senyumnya menjadi senyuman kecut.

“Siwon-ah, ke mana saja sih!? Aku menunggumu,” gerutu Taeyon.

“mian, tadi aku ada urusan dengan Minho dan Key. Lalu, kenapa kau bisa di sini?” tanya Siwon.

“tadi aku ke rumahmu, tapi Sooyoung bilang kau pergi dengan Minho dan Key, dan Sooyoung mengajakku pergi. Ya kuterima saja,” jawab Taeyon panjang lebar sedangkan Siwon mengangguk-angguk.

“uhm, kurasa sebaiknya aku pergi sekarang. Yuk Minho, Key. Bye oppa, onnie,” pamit Sooyoung yang langsung menyeret Minho dan Key menjauh.

Minho dan Key mengikuti Sooyoung dari belakang karena diseret Sooyoung. Hingga jarak mereka telah cukup jauh dari kedai es krim tadi, Minho dan Key berhenti membuat Sooyoung menghentikan langkahnya namun tidak membalikkan badannya. Minho menghela nafas berat.

“Sooyoung,” panggil Minho.

“hmm,” jawab Sooyoung.

“apa yang kau lakukan?” tanya Minho.

“tak ada,” jawab Sooyoung.

“sadarlah, Sooyoung,” ucap Minho.

Sooyoung menghela nafas panjang. Ia mengerti maksud Minho. Ia juga sadar apa yang tengah di alaminya. Minho menarik Sooyoung menghadapnya, ditatapnya mata Sooyoung lekat-lekat.

“aku sudah sadar, Minho,” gumam Sooyoung.

“hatimu belum,” gumam Minho.

Sooyoung mengedikkan kedua bahunya. Ia tahu percuma membohongi seorang Choi Minho.

“sudahlah, Minho. Hati seseorang tak bisa berubah semudah itu,” ucap Key kemudian.

Sooyoung dan Minho menoleh menatap Key yang sejenak mereka lupakan. Sooyoung menatap Key tajam dan Minho menatap Key dengan tatapan kaget.

“jangan salahkan Minho, dia tak mungkin mengatakan hal ini pada siapapun. Aku mengetahuinya sendiri,” ujar Key seakan mampu membaca pikiran sepasang saudara kembar di hadapannya.

“Minho, jangan memaksa Sooyoung. Ini bukan keinginan Sooyoung. Hidup dengan seorang ayah serta kakak laki-laki ditambah kembaran laki-laki, membuat seorang perempuan bersikap selayaknya laki-laki, Minho. Sama sepertiku, kau tahu kan!?” buka Key

“dan Sooyoung, bukan salahmu juga berada di lingkungan seperti ini dan menyukai sesuatu yang beda. Aku tahu ini bukan keinginanmu. Kau bisa memulai hari baru dengan melupakan yang telah terjadi,” tambahnya

“contohnya?” tanya Sooyoung.

“seperti menyukai seorang namja?” saran Key dan Sooyoung memutar kedua bola matanya.

“well, masih banyak namja yang keren di dunia ini, Sooyoung,” lanjutnya.

“benar kata Key,” gumam Minho.

Sooyoung mendengus sebal. Sebenarnya, ia bingung harus bagaimana. Menuruti Key, atau tidak. Namun perkataan Key ada benarnya.

“siapa?” dengus Sooyoung kemudian.

“uhm, aku?” tanya Key lalu menunjuk dirinya sendiri.

Key dan Minho tergelak sementara Sooyoung melayangkan sebuah jitakan di puncak kepala Key yang membuatnya meringis kesakitan. Sooyoung mengumpat kesal mendengar jawaban Key. Ia menyesal ingin tahu jawaban dari mulut namja satu itu.

“hhahaha! Yah, setidak bisa kau buat pertimbangan, kan!?” ujar Key masih terkikik.

Sooyoung terlihat semakin sebal dan bersiap mendaratkan sebuah jitakan di kepala Key, namun namja itu segera berkelit dan lari menjauh. Sooyoung berusaha mengejar Key yang berlari meninggalkannya. Sementara Minho hanya geleng-geleng melihat tingkah kembaran dan sahabatnya yang sama-sama aneh bin ajaib. Namun akhirnya, ia pun ikut membantu kembarannya mengejar Key.
=FIN=

.ga tau deh yang beginian bisa disebut Yuri apa kaga ,
.yang jelas nulis ,
.wakakaka~
*dilempar*

.well ,
.maaf kalo jelek ,
.juga nggak ada maksud apa-apa saya buat ini ,
.Cuma buat ngehibur diri sendiri(?) ,
.kkekeke~

.btw ,
.kalo nggak suka ama castnya ,
.jangan bashing ya ,
.pan saya juga iseng2 buatnya :p

.leave comments or not ,
.thanks for reading .🙂

  1. nie_1811
    4 Agustus 2010 pukul 8:27 am

    aku dataaangg~
    wahahaha
    si sooyoungnya trnyta yg l*sb*ng XDXDXDXD
    untung Tae’ny kagak kekeke

    aish akang Q XC *tampar2won2*
    *dilemparwin*😄

    yg endingny lucu, mrka mlh kejar2n gitu, minhony mlh ikut2an pula ckck

    share moar say XDDDD

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: