Beranda > fanfiction, twoshot, whyenda_arinka > [2S] The Way Of Life

[2S] The Way Of Life

Length : 2/2 shot
Genre : Romance, Angst, Thriller, Humor, Family, Friendship
Rating : PG-15
Cast : Han/Park Song Hyun, SS501, SHINee

Disclaimer : I don’t own the casts! they belongs to their self except Han/Park Song Hyun! she’s belongs to my imagination. this story is made by me!

============
-=Key’s POV=-

Aku terbangun dengan sedikit terengah-engah. Sebuah mimpi buruk menggangguku. Mimpi yang mampu membuatku ketakutan. Kulirik jam di handphoneku. Jam 1 malam… dan ada sebuah SMS masuk. Semoga itu Song Hyun, harapku. Kuraih handphoneku dan membuka SMS tersebut. Dan benar saja, itu sms dari Song Hyun.

“tentu oppa, besok di taman bermain, jam 10 pagi. Carilah rombongan manusia yang paling heboh, hhehehe~ jangan lupa bawa yang lain!” bacaku, aku terkekeh geli.

Pasti ia pergi dengan oppanya, sepupu dan sahabatnya. Well, Jung Min hyung, Hyun Joong hyung, Hyung Jun hyung, Kyu Jong hyung, dan Young Saeng hyung. Apa kabarnya Jung Min hyung ya? Lama tak berjumpa, pikirku. Mereka adalah teman bermainku sejak kecil, sejak Song Hyun diadopsi oleh keluarga Park tepatnya. Lalu sepupu mereka, Hyun Joong hyung dan Hyung Jun hyung, juga sering ke sini untuk menemani Song Hyun dan Jung Min. Dan Kyu Jong hyung serta Young Saeng hyung, kebetulan rumah mereka tak jauh dari sini. Mereka benar-benar orang yang cukup rame, ups salah, sangat rame. Hhehehe~ belum lagi ditambah rombonganku sendiri, Jinki hyung, Jonghyun hyung, Minho, dan Taemin.

Mungkin Minho pendiam, tapi aku, Jinki hyung, Jonghyun hyung, dan Taemin, sangatlah rame. Dan bisa dibayangkan sendiri apa jadinya dengan panti asuhan ini, penuh dengan anak-anak yang sangat rame dan usil. Hhehehe~ aku terkekeh sendiri mengingat masa kecilku.

Baiklah, aku harus segera tidur lagi untuk mempersiapkan hari esok. Semoga Jinki hyung bisa dibangunkan dengan mudah, harapku cemas lalu menarik selimut dan tidur lagi.
***
-=Kyu Jong’s POV=-

Aku terbangun ketika mendengar suara ribut kecil di dapur. Aku mengusap-usap wajahku dan mengingat-ingat kejadian semalam. Ah iya, hari ini kami akan ke taman bermain, pikirku. Segera aku turun dari kasur dan menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai aku menuju dapur untuk membantu Song Hyun.

“pagi Song Hyun-a,” sapaku ketika memasuki dapur. Ia menoleh dan tersenyum.

“pagi oppa, aku membangunkanmu ya?” tanyanya, aku menggeleng.

“sudah seharusnya kan!?” jawabku tersenyum. “ada yang bisa kubantu?” tanyaku memperhatikannya yang tengah memotong timun. Ia menggeleng lalu menatapku.

“bangunkan saja yang lainnya oppa, dan katakan pada mereka kalau rombongan Key oppa akan ikut,” jawabnya riang, aku mengangguk dan membentuk huruf ‘o’ menggunakan telunjuk dan ibu jariku. Aku segera melangkah menuju kamarku dan membangunkan Young Saeng hyung.

“hyung bangun..” ucapku sambil mengguncangkan tubuhnya.

“sebentar lagi..” gumamnya lalu menyingkirkan tanganku dan membalikkan tubuhnya menghadap tembok.

“bangun hyung.. hari ini kita akan ke taman bermain..” ucapku lagi masih mengguncangkan tubuhnya. Ia membalikkan badannya menghadap langit kamar, matanya terbuka dan keningnya berkerut.

“ah iya, hampir lupa. Sebaiknya aku segera mandi,” ucapnya lalu beranjak menuju kamar mandi.

Aku segera keluar kamar dan menuju kamar Hyun Joong hyung dan Hyung Jun. Sebuah ide terlintas di pikiranku, aku terkekeh dan senyum-senyum jahil. Aku mendekati kasur mereka dan mengambil ancang-ancang, lalu… BRUKKK~ aku menjatuhkan diriku diantara kedua saudara itu dan terkekeh geli. Hyung Jun mengerjap-ngerjapkan matanya, ia sudah bangun tapi tidak dengan hyungnya. Bahkan bergerakpun tidak. ==”

“hyungg! Kau mengagetkanku!” ia telah sadar sepenuhnya dan memukul lenganku. Aku masih terkekeh.

“cepatlah bagun! Kita akan ke taman bermain!” ucapku, Hyung Jun mengangguk dan berdiri. “nanti bantu aku membangunkan dua manusia yang lain,” tambahku masih terduduk di kasurnya sambil melirik Hyun Joong hyung yang tak bergerak sama sekali. Hyung Jun menghela nafas.

“yang ini bisa kubantu, tapi entahlah yang satunya,” ucapnya dan berlalu menuju kamar mandi. Well, yang satu raja tidur, yang satu…

-=Key’s POV=-

“yaa hyung! Kau kalau tak segera bangun, akan kusiram dengan aiiir!” teriakku menggelegar di samping kasur Jinki hyung yang masih terlelap sambil membawa segayung air. Sementara Taemin di belakangku terkikik geli.

“siram saja omma~” ucapnya, aku mengangguk dan menyiramkan air di kepala Jinki hyung. Ia terlihat gelagapan dan terduduk bangun, aku tertawa bersama Taemin.

“YAA~ KIM KIBUMM!” teriaknya memanggilku, aku segera lari menjauhinya yang kini mengejarku, kulihat Taemin tertawa sampai berguling-guling di lantai.

Jonghyun hyung sibuk mengunyah makanannya, menatap kami dengan tatapan risih lalu menggeleng dan Minho hanya berdiri di ambang pintu kamar mandi, sibuk melihat nanar pada gayung yang masih kubawa lari. Kurasa dia bingung mau mandi dengan apa. Kkekeke~

“Key.. gayung..” ratapnya dengan wajah dingin, tuh kan benar.

“tangkap!” kulempar gayung di tanganku pada Minho.

Dengan sigap ditangkapnya gayung itu dan segera mandi. Aku masih sibuk lari dari kejaran Jinki hyung.

“hei! Kalau kalian masih kejar-kejaran gaya kuch kuch hota hai, kapan kalian bersiap-siap ke taman bermain?” tanya Jonghyun hyung lalu malahap sendok terakhir nasi gorengnya.

Huh! Kejar-kejaran gaya kuch kuch hota hai? Jelas-jelas kejar-kejaran gaya Tom and Jerry gini! Gerutuku dalam hati dengan sebal. Kulihat Jinki hyung berhenti mengejarku dan mencerna kata-kata Jonghyun hyung.

“taman bermain?” tanyanya bingung, makanya bangun pagi dong! Gerutuku dalam hati lagi.

“iya hyung! Kita akan bertemu Song Hyun dan saudaranya itu, Jung Min hyung, Hyun Joong hyung, dan Hyung Jun hyung,” jawab Taemin riang dengan sedikit tawa kecil diakhir kalimat.

“makanya kalau dibangunin ya segera bangun! Masa nunggu disiram air baru bangun!?” dengusku. Jinki hyung terkekeh. Dasar aneh, pikirku.

“ada Kyu Jong hyung dan Young Saeng hyung juga,” timpal Jonghyun hyung yang kini sibuk mencuci piring. Yes! Bebanku berkurang, hhaha~

“kenapa tak bilang dari semalam sih!?” tuntut Jinki hyung.

“kami saja baru diberitahu waktu bangun,” jawab Minho yang sudah selesai mandi. Jinki hyung menatapku tajam.

“aku baru tahu jam 1 pagi, hhehe~ sudahlah hyung, segeralah mandi!” ucapku mendorongnya menuju kamar mandi.

“nih handuknya appa!” teriak Taemin melempar handuk yang dengan sukses mendarat di kepala Jinki hyung. “hhehehe~ peace appa!” ujarnya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf ‘V’.

Jinki hyung hanya mendengus kesal tanpa bisa melawanku yang terus mendorongnya.
***
-=Song Hyun’s POV=-

Matahari telah meninggi di atas kepala kami, tapi kami masih tak merasa lelah. Hari ini benar-benar ramai sekali! Karena teman-temanku sewaktu di panti ada di sini. Jinki oppa, Jonghyun oppa, Key oppa, Minho oppa, dan Taemin oppa. Kami bercerita banyak dan saling mengusili satu sama lain. Rombongan paling heboh di taman bermain ini. Ada saja yang diributkan. Minho oppa yang paling diam, begitu pula dengan Kyu Jong oppa dan Young Saeng oppa. Hyun Joong oppa? Jangan ditanya, dia tengah sibuk dengan dirinya yang lain! Hhaha~

“Song Hyun-a, ayo naik komedi putar!” ajak Key oppa.

“aku ikut omma~” rengek Taemin oppa.

“aku ikut!” tambah Jinki oppa.

“aku jugaa~” rengek Hyung Jun oppa.

Dan akhirnya mereka justru ribut sendiri menentukan siapa saja yang akan satu bilik di komedi putar karena setiap biliknya hanya mampu menampung 4 orang. Ternyata keributan ini mampu memancing yang lain untuk ikut nimbrung, bahkan Hyun Joong oppa. ==”
***
“oppa~ kita ke Jeonju yuk!?” ajakku, keenam namja yang tadinya ribut dan 4 namja yang diam kini menatapku sambil membulatkan matanya.

“Song Hyun-a, kau pasti rindu pada Jeonju kan! Yee~” teriak Taemin oppa, aku hanya tersenyum dan mengangguk senang.

Kulihat Kyu Jong oppa dan Key oppa berkerut hingga alis mereka hampir menyatu. Aku mengangguk dengan semangat lalu menarik tangan Hyun Joong oppa.

“ayo oppa~” rajukku manja, Hyun Joong oppa hanya menatapku bingung.

Kami sampai di parkiran mobil dan menatap bingung dengan rombongan masing-masing. Ada 3 mobil dan sebelas orang, berarti dua mobil berisi 3 orang dan ada satu mobil yang berisi 4 orang. Dan dimulailah keributan diantara 7 orang.
***
-=Key’s POV=-

Kubangunkan Song Hyun yang terlelap di bahu Kyu Jong hyung dan juga Kyu Jong hyung.

“Song Hyun-a, Kyu Jong hyung, bangunlah, kita sudah sampai,” ujarku mengguncangkan mereka yang tertidur di bangku belakang.

“eh, sudah sampai ya?” tanya Kyu Jong hyung yang telah bangun. Aku mengangguk.

“Song Hyun-a, Song Hyun.. bangunlah..” panggil Kyu Jong hyung mengguncangkan tubuh Song Hyun hingga terbangun.

“hmmh.. apakah sudah sampai?” tanya Song Hyun.

“ne,” jawabku. Song Hyun tersenyum senang lalu segera berlari keluar dan berdiri menghadap rumahku. Kyu Jong hyungpun ikut keluar dan berdiri di samping Song Hyun.

“welcome back, Song Hyun-aaa~” teriak Jinki hyung, Jonghyun hyung dan Taemin lalu menghambur memeluk Song Hyun.

Kyu Jong sedikit menyingkir dan tertawa geli melihat tingkah mereka. Song Hyun terlihat kesulitan bernafas. Aku menghampiri mereka dan menggeplak mereka satu-persatu.

“pabboya namja! Kalian terlalu keras memeluk Song Hyun! Dia kehabisan nafas tahu!” seruku.

Kini Minho, Hyun Joong hyung, Hyung Jun hyung, Young Saeng hyung, dan Jung Min hyung telah bergabung di samping Kyu Jong hyung dan ikut tertawa geli.

“ayo kita maiiin~” ajak Song Hyun kini menarik tanganku menuju taman di depan rumah.

Aku membuntutinya begitu pula dengan yang lain. Mereka masih tertawa geli sedangkan 3 namja bodoh tadi mengusap-usap kepala mereka sambil menggerutu.

Hari sudah sore, sekitar pukul 3, tapi itu tak menyurutkan semangat kami untuk bermain. Tiba-tiba taman yang biasanya sepi, kini menjadi ramai sekali karena ulah kami. Kami terus tergelak, saling mengejek, memukul, dan kejar-kejaran. Sore yang indah, bukan? Akhirnya kami berkumpul lagi setelah sekian lama..
***
Kami merasa cape dan duduk berjejer menatap matahari yang hampir terbenam, di depan kami terhampar padang yang sangat luas dengan rumput yang berwarna hijau dan tertimpa warna jingga matahari. Kami tersenyum senang sekali.

“dulu kita sering begini ya, oppa..” ucap Song Hyun, kami mengangguk membenarkan perkataan Song Hyun.

“wah.. wah.. ada reuni rupanya,” suara seseorang yang sangat kukenal. Kami menoleh ke belakang.

Appa.. entah mengapa emosiku naik secara drastis, tanganku mengepal. Aku berdiri menghadapnya, tanganku masih mengepal. Song Hyun terlihat takut, sementara yang lain terlihat bingung.

“apa urusanmu kemari!?” tuntutku padanya.

“Key-a, kau ingin melindunginya? Bukankah harusnya kau mendukungku Key?” tanyanya tersenyum licik.

“cih! Mendukungmu? Mendukungmu untuk membunuh yeodongsaengku? Tidak akan! Lihat saja kalau kau sampai menyentuhnya, bahkan ujung rambutnya sekalipun!” teriakku.

-=Author’s POV=-

Yang lain terkejut mendengar ucapan Key, bahkan Song Hyun pun terkejut.

“o..oppa~” panggil Song Hyun pada Key. Key menoleh dan menyunggingkan senyuman lembut.

“oppa, apa maksudnya?” tanya Song Hyun bingung pada Key.

“masih ingatkah kau denganku, Song Hyun-a?” tanya pria itu menyeringai. Song Hyun mengangguk ketakutan.

“siapa dia Song Hyun-a?” tanya Hyun Joong pada Song Hyun, yang lain menatap Song Hyun ingin tahu.

“di.. dia..”

“dia yang membunuh appa kandung Song Hyun, juga yang membunuh Park ahjussi dan Park ahjumma,” potong Key cepat. Semua menatap Key dengan padangan menyelidik.

“dan dia melakukan itu semua karena manurutnya Song Hyun lah penyebab istrinya terbunuh. Ah bukan, mereka tak pernah resmi menikah, bahkan pria ini meninggalkan omma Song Hyun ketika hamil diriku,” tambah Key tersenyum pahit.

Semua kaget dengan pernyataan Key. Key menatap tajam pria yang berada di hadapannya.

“pria ini.. berpacaran dengan ommaku hingga ia menghamilinya! Ketika mengetahui hal itu, ia meninggalkan omma sendiri! Omma berjuang melahirkanku dan meninggalkanku di panti asuhan! Omma berjanji akan mengambilku lagi bila beliau telah mapan. Lalu omma menikah dengan appa Song Hyun dan hamil Song Hyun. Aku tahu semua karena omma selalu mengirimiku surat. Hingga akhirnya aku tahu dari pria ini kalau omma meninggal setelah melahirkan Song Hyun. Pria ini membenci Song Hyun dan appanya, hingga suatu malam aku sedang berdiri di depan rumah Song Hyun, aku mengamati Song Hyun dan appanya. Tiba-tiba pria ini masuk dan membunuh appa Song Hyun dan meninggalkan Song Hyun sendiri! Aku ingin mendatanginya, namun aku takut! Hingga akhirnya Song Hyun pingsan, lalu kugendong dia ke panti asuhanku. Aku berjanji aku akan melindunginya karna Song Hyun adalah adikku sendiri! Omma bahkan merelakan nyawanya demi Song Hyun, maka akupun harus rela mengorbankan nyawaku demi Song Hyun!” teriak Key dengan berderai air mata. Pria itu menatap Key dingin.

“jangan mencoba menghalangiku dengan ceritamu itu,” ucap pria itu dingin.

“o..oppaa~” panggil Song Hyun.

Key menoleh pada Song Hyun dan tersenyum. Semua menatap Key nanar. Kesempatan itu digunakan oleh pria tersebut mengacungkan pistolnya pada Song Hyun. Key menoleh pada pria itu lalu berdiri menghalanginya. Semuanya menegang.

“Key, minggirlah! Pembunuh ommamu itu dia!” teriak pria itu terlihat sedikit frustasi.

“tidak akan! Asal kau tahu saja! Andai kau tak meninggalkan omma ketika hamil aku, omma tak akan begini!” teriak Key. Pria itu shock, lalu menyeringai.

“aku mencintai ommamu, Key, sangat,” ucapnya lirih.

“cih! Cinta apa? Itu yang namanya cinta? Bullshit!” umpat Key memaki pria itu.

“wah, kau rupanya cari mati ya, Key?” tanya pria itu tersenyum licik.

“bunuh saja aku! Aku muak memiliki appa sepertimu!” umpat Key lagi.

Pria itu menarik pelatuknya siap melepaskan peluru. Jung Min langsung berdiri diantara Key dan pria itu. Pria itu menahan pelatuknya dan menyeringai.

“wah, tambah lagi. Baguslah!” pria itu siap melepaskan peluru.

Tepat saat itu Key berdiri di depan Jung Min. Pria itu menyeringai dan melepas pelatuknya. Tiba-tiba Song Hyun berdiri lalu berlari menyongsong Key untuk menghalangi peluru itu menembus tubuh Key dan membiarkan peluru menembus tubuhnya. Ia dapat merasakan sebuah timah panas menembus tubuhnya. Darah keluar dari dada kiri Song Hyun dan mulutnya, ia tersenyum. Key tercengang melihat Song Hyun berlumur darah.

“Song Hyunnnn~” teriak Key lalu menahan tubuh Song Hyun, semuanya merubungi Song Hyun.

Jung Min menumpu tubuhnya dengan lututnya, tak berani menghampiri Key dan Song Hyun. Pria itu-appa Key- terduduk dengan sebuah seringai kecil menatap kerumunan itu.

“o..oppa~ te-terima ka-kasih untuk se-semuanya.. O-oppa ha-harus me-njaga di-ri, da-n J-Jung M-in o-ppa.. A-anggap-lah se-per-ti h-hyung o-oppa se-ndiri..” ucap Song Hyun terbata, Key menangis memeluk Song Hyun.

“oppa, to-tolong ka-katakan pa-pada K-Kyu Jong oppa.. sa-saranghae,” tambah Song Hyun berbisik lemah lalu menutup matanya.

“ANDWEEEEE~ SONG HYUUUUUNN~” teriak Key, yang lain pun menatap Song Hyun nanar.

Kyu Jong menoleh ke belakang dan mendapati pria tadi terduduk menundukkan kepalanya dalam. Ia menghampiri pria itu, menarik kerahnya dan mendaratkan pukulan di pipinya. Pria itu mengambil pistolnya dan mengarahkannya pada Kyu Jong. Hyun Joong segera menendang tangan pria itu hingga pistolnya terpental. Jinki menendang pistol itu hingga hilang entah ke mana. Jung Min berlari menyongsong pria itu dan memukulinya habis-habisan.

“kurang ajar kau! Kau bunuh appa Song Hyun! Kau bunuh orang tuaku! Kini kau bunuh juga Song Hyun! Apa maumu hah!?” teriak Jung Min memukuli orang itu hingga babak belur. Ia terus melakukan aksinya tanpa ampun.

“Jung Min!” bentak Hyun Joong berusaha menarik Jung Min menjauh.

Kyu Jong melepas cengkramannya pada pria itu, melemparnya ke tanah hingga terjatuh dan ikut menahan Jung Min. Pria itu terkekeh dan menyeringai.

“well, setidaknya aku tidak sampai membunuhmu. Salahkan saja appa dan ommamu yang berusaha melindungi anak sialan itu!” ucap pria itu tertawa.

“kau..” Jung Min berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Hyun Joong dan Kyu Jong.

BUAGG! Sebuah pukulan mendarat di wajah pria itu diikuti dengan pukulan yang lain.

“aku benci memiliki appa sepertimu! Jelas-jelas ini semua kesalahanmu yang meninggalkan omma! Kau menelantarkan omma dan aku!” teriak Key yang masih terus memukuli pria itu, appanya sendiri.

“Key!” bentak Jinki lalu menarik Key.

Key berusaha mengelak dan masih terus memukuli appanya. Jonghyun ikut membantu Jinki menarik Key. Pria itu kini pingsan, wajah dan tubuhnya babak belur, darah mengalir segar dari bibir dan hidungnya.

“Key! Sampai kapanpun dia appamu!” teriak Jinki. Key masih berusaha melepaskan dirinya.

“Key! Ommamu dan Song Hyun pasti menangis melihatmu seperti ini!” bentak Jonghyun pada Key.

Key terdiam lalu terduduk, air matanya mengalir deras. Jinki menepuk-nepuk bahu Key.

“hyungg~” panggil Taemin lalu berlari memeluk Key. Key membalas pelukan Taemin.

Minho berjalan menghampiri Jung Min lalu membungkukkan tubuhnya. “atas nama appanya Key, aku minta maaf atas semua tindakannya,” ucap Minho. Key menoleh pada Minho lalu melepas pelukannya pada Taemin dan menyongsong Minho.

“tidak Minho-ah, akulah yang harusnya minta maaf,” sanggah Key lalu mendorong Minho.

“hyung, aku minta maaf untuk semuanya. Aku pantas kau salahkan, hyung,” tambah Key lalu membungkuk.

“sudahlah, memang pria itu saja yang gila,” ucap Jung Min lemah.

“lalu, bagaimana dengan jasad Song Hyun?” tanya Young Saeng yang telah membopong jasad Song Hyun dengan Hyung Jun yang sesegukan.

“serta pria ini, mau kau apakan Key? Kau tak berniat membunuhnya kan?” tanya Jinki yang memapahnya bersama Jonghyun.

“tentu saja harus dibawa kerumah sakit, hyung!” gerutu Jonghyun di sampingnya. Key menghampiri jasad Song Hyun lalu mengecup keningnya.
***
Suasana di pemakaman itu terasa sangat sedih. Sepuluh namja berdiri mengelilingi sebuah makam. Dua orang diantaranya terduduk di samping nisan bertuliskan Han Song Hyun.

“Song Hyun-a, semoga bahagia di sana,” ucap Jung Min mengelus nisan itu.

“Song Hyun, kau sudah bertemu dengan omma? Apa kabarnya omma? Sampaikan salamku padanya, aku sangat rindu,” kata Key dengan nada penuh kerinduan. Jinki yang berada di samping Key menepuk pundaknya. Key tersenyum pahit.

“ayo.. kita masih ada urusan lain yang harus diselesaikan,” ajak Hyun Joong. Mereka mengangguk dan meninggalkan makam Song Hyun dengan berat hati. Key berjalan paling akhir. Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan menarik Kyu Jong agar berjalan bersamanya di belakang.

“ada apa Key-a?” tanya Kyu Jong.

“hyung, aku masih punya hutang pada Song Hyun untuk mengucapkan sesuatu padamu,” bisik Key.

“apa itu?” tanya Kyu Jong menatap Key lekat.

“Song Hyun bilang, aku harus mengatakan bahwa ia mencintaimu,” jawab Key balas menatap Kyu Jong.

Kyu Jong tercekat, ia berdiri mematung begitu juga Key. Kyu Jong menoleh menatap makam Song Hyun sendu.

“na do saranghae, Song Hyun-a,” ucapnya lalu kembali berjalan meninggalkan Key.

“Song Hyun-a, kau dengar? Semoga kau tenang di sana,” ucap Key menatap makam Song Hyun lalu tersenyum. Ia kembali menoleh pada rombongannya yang telah minggalkannya jauh.

“ya~ kalian! Mengapa tega meninggalkanku sendiri!?” teriak Key lalu berlari mengejar rombongannya.

“salahmu sendiri jalannya lambat!” ucap Jonghyun.

Key mengerucutkan bibirnya dan menjitak Jonghyun. Yang lain tertawa melihat Jonghyun mengusap kepalanya.

“umma~” panggil Taemin manja lalu memeluk Key.

“aish! Kau ini Taemin! Sudah besar masih manja!” ucap Key, Taemin mengerucutkan bibirnya dan yang lain pun tertawa terbahak-bahak.

Taemin menatap mereka dengan tatapan polosnya. Mereka pun berjalan meninggalkan pemakaman itu dengan tertawa.

-=Epilog=-
“oppa, mianaeyo, aku pasti melepotkan oppa..” ucap seorang yeoja berumur sekitar 4 tahun. Yeoja itu terduduk sambil memegangi lututnya yang tengah dibalut oleh seorang namja berumur 8 tahun. Sesekali yeoja kecil itu meringis kesakitan.
“tentu saja tidak Song Hyun-a, kau kan sudah oppa anggap seperti yeodongsaengku sendiri,” ujar namja itu sembari tersenyum simpul.
“cinca?” tanya yeoja bernama Song Hyun itu. Ia menatap namja dihadapannya dengan mata berbinar.
“jinja! Mulai sekarang, oppa akan selalu melindungimu. Ara!?” jawab namja itu tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Song Hyun.
“ala, Key oppa..” ucapnya tersenyum riang pada namja bernama Key.

=FIN=

.FF bikinan jaman kapan nih ?
.geje BGT lah . ==”

.thanks for reading the worst FF ever ! LOL

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: