Beranda > drabble, fanfiction, whyenda_arinka > [Drabble] One Last Hug

[Drabble] One Last Hug

Length : Drabble [410 words]
Genre : Family
Rating : G
Cast : YOU

Disclaimer : Sorry, this is just a fanfiction made by me, so please don’t sue me.

===========
(YOUR’s POV)

BRUKK!!

“ARGHH!” erangku.

Aku terjatuh dari kursi rodaku. Aku berusaha berdiri, namun tidak bisa. Kakiku kaku, sulit untuk kugerakkan.
Kupukul-pukul kakiku. Kenapa? Kenapa kaki ini tak bisa menopang tubuhku? Kenapa kaki ini tak bisa berjalan-jalan selayaknya orang normal lainnya? Kenapa kaki ini tak bisa digerakkan sama sekali?

“ada apa sih, ribut-ribut!?” bentak omma sambil membuka pintu kamarku dengan kasar.

“hiyaa! Anak bodoh! Sudah tahu kakimu itu lumpuh, masih saja berusaha berdiri dari kursi roda bobrokmu itu!” jerit omma melihat keadaanku.

Aku meringis mendengarnya. Hal ini sudah seperti santapanku sehari-hari.

“pelayaaaan! Urusi dia! Kenapa sih mengurus anak penyakitan sepertinya saja susah sekali!?” dengus omma sambil berlalu.

Seorang pelayan tergopoh-gopoh menghampiriku. Ia membantuku kembali duduk di kursi rodaku. Merapikan pakaianku.

“agassi, gwenchanayo?” tanyanya padaku yang hanya kubalas anggukan kecil.

Aku menatap nanar ke arah pintu kamarku, ke arah di mana ommaku meninggalkan kamarku. Berharap omma akan berdiri di sana dan menatapku lembut seperti dulu. Namun semua itu hanya halusinasiku saja.

Aku mengidap penyakit kanker sejak bangku sekolah dasar. Hal itu membuat ommaku histeris dan akhirnya seperti ini. Beliau seolah tak menganggapku anaknya. Beliau seperti jijik memeliki anak sepertiku. Padahal sebelumnya, beliau sangat menyayangiku.

Semenjak dua bulan yang lalu, penyakitku ini semakin parah. Hingga membuatku tak bisa berjalan dan terpaksa harus duduk sepanjang hari di atas kursi roda ini. Ya, kakiku lumpuh total. Tak bisa menopang berat tubuhku lagi. Bahkan digerakkan pun tak bisa, walaupun hanya jari-jarinya saja. Dokter bahkan berkata bahwa hidupku tinggal menghitung hari.

Keadaanku yang semakin parah ini membuat omma semakin menjauhiku. Berulang kali beliau mencaci makiku. Namun, apalah dayaku? Aku hanya bisa terdiam dan menangis dalam hati mendengar caci maki dari beliau.

Kadang aku ingin berteriak sekencang mungkin pada omma. Aku ingin menumpahkan segalanya dalam hatiku. Mengatakan bahwa aku pun tak ingin memiliki penyakit mematikan ini. Bahkan jika aku diberi pilihan mati tertabrak truk atau mati akibat mengidap penyakit sialan ini, aku pasti lebih memilih mati tertabrak truk.

Ingin juga kusampaikan padanya bahwa aku sangat merindukan beliau yang baik hati. Beliau yang menyayangiku. Beliau yang memelukku ketika aku menangis.

Ingin sekali aku merasakan kembali hangatnya pelukan beliau. Merasakan kembali kedamaian yang kurasakan ketika beliau memelukku. Namun itu hanya mimpi. Sungguh aku merindukan dekapan hangat beliau.

Bahkan bila Tuhan memberikanku permintaan terakhir. Aku hanya meminta satu hal. Bukan, bukan. Aku tak ingin umurku diperpanjang. Aku tak ingin bertemu boyband-boyband atau artis-artis terkenal. Yang kuinginkan hanya satu. Satu saja sebelum ajal menjemputku. Merasakan kembali dekapan hangat omma walaupun untuk terakhir kalinya.
=FIN=

.maaf ya kalau kalian ga suka sama ni fanfic ,
.sekali lagi ,
.ini cuma cerita ,
.tiba2 aja ada inspirasi yg nongol ,
.beginilah jadinya ,
.maaf .
*bows*

.thanks for reading🙂

  1. 29 Agustus 2010 pukul 4:23 pm

    mengharukan… T_T
    keren…

    eh tapi, sebaiknya setelah kutip pake huruf kapital deh. biar enak bacanya hehehe

    • 7 September 2010 pukul 12:08 pm

      .gomawo sarannya ,
      .nanti setelah tanda kutip aq pake huruf kapital untuk selanjutnya .🙂

      .thanks udah mau baca and comment .😀

  2. Linn
    12 September 2010 pukul 11:15 am

    Critany mengharukan bngdd. . .
    >__<

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: