Beranda > fanfiction, ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet] Not A Star In The Sky

[Ficlet] Not A Star In The Sky

Title : Not A Star In The Sky
Length : Ficlet(1611 words)
Genre : Romantic, Humor
Rating : G
Cast : Find it by yourself! /kicked XDD

Disclaimer : well, all the casts is belong to their self. But this story is belong to me😀

=============
(Author’s POV)

“Aigo, mian, mian– tapi, jagi– jagi? Aish!” hampir saja ia membanting ponselnya. Entah sudah keberapa kalinya ia melupakan janjinya dengan sang kekasih. Entah sudah yang keberapa kalinya pula ia hampir membanting ponselnya karena kesal. Tidak, tidak. Ia tidak kesal pada kekasihnya, melainkan pada dirinya sendiri yang bisa-bisanya melupakan janjinya. Ia merasa sangat bersalah.

“Ya Choi Siwon! Apa kau berniat membuat ponselmu remuk? Daripada kau buat remuk, lebih baik untukku~!” seru salah seorang pria yang memang sedari tadi memperhatikannya sejak ia menerima telpon.

Siwon menatap pria yang berdiri berkacak pinggang di hadapannya. Ia sadar itu hanya gurauan, tapi suasana hatinya sedang tak bisa diajak berkompromi. Bukannya tertawa, tapi ia justru merasa semakin emosi.

“Lebih baik kujual sekalian daripada kuberikan padamu, Lee Donghae,” geram Siwon.

“OMO~! Aku kan hanya bercanda Siwon-ah,” ucap Donghae kemudian. Ia menatap Siwon lekat sementara Siwon yang merasa risih, melengos. Menghindari tatapan Donghae.

Donghae mengedikkan bahunya. Ia sedikit mengerti posisi teman seperjuangannya itu. Baru saja ia berniat pergi ketika sesuatu melintas di otaknya.

“Kau boleh kesal atau apa pun itu. Tapi tolong, jangan buat yang lain susah.” Ucapnya sambil berlalu.

Siwon terdiam mendengar ucapan Donghae. Benar apa yang dikatakan lelaki itu. Yang salah adalah dirinya, ia tak boleh melibatkan orang lain. Ia tersenyum kecil. Setidaknya, ia harus berpikir realistis. Dan kini, ia menemukan sesuatu. Menemukan betapa frustasinya seorang Lee Donghae yang juga pernah –atau justru hampir selalu– berada di posisi sepertinya.

Ia beranjak dari duduknya menuju toilet. Ia ingin membasuh wajahnya, sekedar memberi sedikit kesegaran sebelum akhirnya kembali dalam kesibukan yang hampir selalu menyita waktunya.

*

“Ya Tuhan!”

Sekali lagi, ia melupakan janjinya. Hampir saja ia akan menumpahkan mangkuk berisi bubur yang ia bawa ketika melihat jam yang bertengger dengan manis di dinding. Kali ini ia benar-benar bingung harus apa.

“Kenapa, hyung?” tanya seseorang yang tengah berbaring di atas kasur di hadapannya dengan sebuah handuk kecil menempel di keningnya.

“A-anni,” elaknya pasrah. Ia benar-benar pasrah untuk yang kali ini. Entah kekasihnya itu akan mengomelinya, memukulnya, atau bahkan memutuskannya, ia benar-benar tidak memperdulikannya lagi.

Ia tengah berada di sebuah kamar dengan dua ranjang di dorm Super Junior. Dan lelaki yang terbaring lemas di ranjang di hadapannya adalah Cho Kyuhyun, salah satu dongsaengnya. Ia lupa karena harus menemani dongsaengnya yang sedang sakit ini. Keinginan si evil magnae memang harus selalu dituruti.

“Hyung!” seru Kyuhyun mengagetkannya dari lamunannya.

“E-eh, ne?” gagapnya.

“Waeyo, hyung?” tanya Kyuhyun.

“Gwenchana,” jawabnya singkat. Digelengkan kepalanya untuk meyakinkan dongsaengnya itu.

“Kalau begitu, suapi aku!” seru Kyuhyun sebal.

“Aaaah~ ne~” ucap Siwon kemudian menyendokkan bubur yang masih hangat ke dalam mulut Kyuhyun yang terbuka lebar.

“Siwon-ah, kau masih di sini?” tanya seseorang yang berdiri ambang pintu, kaget melihat Siwon sedari pagi masih saja berada di dorm.

“Ne, hyung.” Jawab Siwon singkat. Masih sibuk menyuapi Kyuhyun.

“Omo~! Siwon masih di sini?” tanya seseorang terdengar dari ruang tengah.

Dan tiba-tiba saja, sebuah kepala telah menyembul dari balik sosok hyung-yang-masih-berdiri-di-ambang-pintu(?).

“Kau belum pulang sejak pagi tadi?” tanyanya lagi, terlihat sedikit heboh. Siwon menggeleng lemah.

“Tsk! Kyuhyun-ah, sini biar aku yang suapi! Kau pulang saja, Siwon-ah.” Ucap hyung-yang-berwajah-imut(?) itu sambil mengambil mangkuk dan sendok dari tangan Siwon.

“Gomawo, Sungmin hyung.” Ujar Siwon yang hanya dibalas anggukan oleh Sungmin.

Sungmin menyuapi Kyuhyun dengan telaten. Siwon tersenyum kecil. Ia menghela nafas lega sambil berencana untuk segera pulang dan membaringkan tubuhnya yang terasa sangat pegal di atas kasurnya yang empuk.

Ia melangkahkan kakinya meninggalkan kamar KyuMin couple. Ia berjalan ke dapur sebentar untuk mengambil minum sekedar melepas dahaga. Ia membayangkan bahwa besok ia tak ada kegiatan dan memutuskan untuk berada di rumah seharian. Melakukan apa saja yang bisa ia kerjakan. Sebuah senyum bahagia terulas di bibirnya.

“Siwon-ah, kau pasti sedang membayangkan reaksinya menerima hadiahmu ya!?” celetuk seseorang dari belakangnya.

Sekali lagi, ia hampir menjatuhkan gelas yang masih berada di tangannya karena kelewat kaget. Ia meletakkan gelasnya dan menoleh ke belakang. Ia menemukan sosok Donghae tengah berdiri dengan senyum senang. Ia mengerutkan alisnya.

“Reaksinya? Hadiahku? Maksudmu, Hae?” tanyanya bingung. Tiba-tiba wajah Donghae menunjukkan keterkejutan. Ia ternganga dengan tatapan tidak percaya mendengar jawabannya.

“Jangan bilang kau lupa besok hari apa, Siwon,” ucap Donghae terdengar sedikit mengancam.

“Besok? Tentu saja hari ka.. mis..” balas Siwon sedikit terputus di akhir kalimat. Tiba-tiba ia akan teringat sesuatu.

“Astaga! Kau benar-benar melupakan hari apa besok, Siwon-ah!?” seru Donghae hampir saja berteriak.

Siwon merasa kakinya lemas. Ia menjangkau sebuah kursi dan duduk di atasnya. Ia panik, tak bisa berpikir dengan tenang. Kalut. Ia benar-benar merasa kalut. Rencana yang ia buat akan hari esok, buyar begitu saja. Ia tak tahu harus berbuat apa. Tatapannya kosong.

“Kau benar-benar belum menyiapkan apapun, Siwon-ah?” tanya Donghae kemudian, terdengar simpati. Siwon menggeleng lemah. Donghae menghela nafas berat.

“Aku tidak tahu apakah dia akan suka, tapi keadaanmu sangat darurat,” gumam Donghae kemudian. Siwon menatap Donghae seakan dia adalah malaikat yang diturunkan oleh Tuhan untuknya.

“O-oke. Tapi tolong, hentikan ta–” terlambat, Siwon telah merangkulnya.

“Gomawo, Donghae-ya!” seru Siwon senang. Donghae hanya menghela nafas pasrah dan membalas pelukan Siwon dengan senang hati(?).

*

Seorang gadis tengah bergelut dengan alam mimpinya ketika sang ibu membangunkannya. Gadis itu menggerutu kecil merasa waktu bergelutnya diganggu oleh seseorang. Ia terduduk di kasurnya sambil menguap kecil.

“Ada apa eomma?” tanya dengan rasa kantuk yang teramat sangat.

“Ada yang mencarimu, sayang,”

“Mwo? Malam-malam begini? Ini bahkan hampir tengah malam, eomma,” kagetnya sambil begidik ngeri setelah melirik jam dinding.

“Sudah, temui saja dulu,” saran eommanya sambil tersenyum kecil.

Akhirnya, dengan terpaksa gadis itu turun dari kasur yang tak ingin ditinggalkannya demi menemui seseorang. Baru saja ia berbalik untuk bertanya pada sang eomma, siapa gerangan yang mencarinya di tengah malam seperti ini. Namun sayang, sang eomma telah meninggalkannya di kamar sendiri.

Dengan lengkah gontai, gadis itu menukar bajunya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah dirasa penampilannya pantas untuk menerima tamu, ia pun berjalan menuju ruang tamu rumahnya dengan sedikit malas.

Ia ingin sekali berlari kembali ke dalam kamarnya dan menguncinya ketika mengetahui siapa yang datang mencarinya. Tapi kakinya seolah kaku, tak bisa digerakkan sama sekali. Ia merasakan kekesalan di hatinya menumpuk setebal salju yang mulai menutupi kota Seoul. Walau begitu, ia tak dapat memungkiri bahwa hati kecilnya merindukannya. Sangat merindukan sosok pria yang terduduk di sofa ruang tamunya.

“Malam, jagi,” sapa pria itu sedikit kikuk. Ia tak bergeming. Di satu sisi, ia sangat kesal padanya, tapi di sisi lain, ia begitu merindukannya. Wajahnya, dirinya, suaranya, kasih sayangnya, perhatiannya. Semuanya. Pandangannya mulai kabur, air mata menggenangi pelupuk matanya.

Tiba-tiba, gadis itu merasakan sebuah pelukan hangat yang begitu dirindukannya. “Mianhaeyo, jagi. Jeongmal mianhaeyo,” bisik pria itu di telinganya diiringi air matanya yang mulai mengalir.

“Pintu maafku, selalu terbuka untukmu, Siwon-ah,” ucapnya serak.

“Gomawo, jagi,”

Siwon kembali memeluknya erat, merasa beruntung memiliki gadis yang sangat pengertian padanya. Ia merasa beruntung sekaligus merasa bersalah membuat gadisnya itu sempat kecewa. Bahkan mungkin membuatnya marah.

“Aku punya sesuatu untukmu,” ucap Siwon kemudian melepas pelukannya. Gadis itu menatapnya bingung.

“Ikut aku,” ajak Siwon sambil menarik tangan kekasihnya.

“Appa..? eomma?” tanya gadis itu.

“Aku sudah ijin pada mereka,”

*
“Indah, bukan?” tanya Siwon. Gadis di sampingnya mengangguk kecil. Mereka tengah menikmati indahnya langit malam kota Seoul yang diterangi bulan serta taburan bintang.

Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Gadis itu pun meletakkan kepalanya dalam dada bidang Siwon. Ia dapat mendengar detak jantung Siwon yang tak beraturan. Walau begitu, detak jantung Siwon seirama dengan detak jantungnya.

“Yoo Mi, aku tahu kau selalu menganggapku seperti bintang di langit itu, bukan? Bisa kau lihat, tetapi tidak bisa kau raih.” Yoo Mi mengangguk.

“Tapi mulai sekarang, aku bukanlah bintang di langit. Dan aku tidak ingin kau menganggapku sebagai bintang di langit.” Yoo Mi menatap Siwon bingung.

“Karena sekarang aku adalah sebuah bintang di hatimu dan akan tetap di hatimu, jagi. Selamanya.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya. Yoo Mi hanya tersenyum dan kembali meletakkan kepalanya dalam dada bidang Siwon. Hening menyelimuti mereka.

“Sudah jam 12 malam. Saengil chukkae, jagi. Aku pasti orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu, kan!?” kata Siwon kemudian. Yoo Mi tertawa kecil lalu mengangguk.

“Gomawo, memangnya kenapa kalau kau adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku, oppa?” tanya Yoo Mi.

“Itu tandanya aku adalah orang yang paling berarti dalam hidupmu. Saranghaeyo, Jung Yoo Mi. Would you marry me?” tanya Siwon. Yoo Mi membulatkan kedua matanya kaget lalu tersenyum.

“Yes, I do,” jawabnya kemudian sambil mengangguk.

“Gomawo, yeobo. Aku janji tidak akan lupa dengan semua acara kita.” Ucap Siwon.

“Bagaimana kalau kau lupa lagi?” tanya Yoo Mi.

“Akan kumasukkan dalam jadwal schedulku! Kalau perlu, kubatalkan acara itu bila tidak menyangkut Super Junior.” jawab Siwon yakin.

“Kalau menyangkut Super Junior?” pancing Yoo Mi.

“Kau yang akan kubawa mengikuti schedulku dan memperkenalkanmu sebagai calon istriku.” Jawab Siwon diikuti seringai kecil.

“OMO~! O_O”

**

“Hihihi, mereka romantis ya, jagi!?” ujar seorang pria yang mengintip di balik celah pintu, Lee Donghae.

“Ne. aku curiga ada seseorang di balik keromantisan Siwon oppa,” selidik seorang wanita yang berada di sampingnya. Donghae terkekeh kecil lalu merangkul bahu sang wanita.

“Yang penting kan, aku tidak romantis pada wanita lain, jagi.” Kekehnya lalu menjepit hidung kekasihnya dengan ibu jari dan jari tengahnya.

“EHEM~!” dehem seseorang di belakang mereka. Mereka menoleh dan mendapati sosok pria dan wanita tengah berkacak pinggang dengan wajah sangar.

“Ehehehe~” kekeh Donghae(lagi) yang masih saja merangkul kekasihnya.

“Bisa-bisanya kalian berpacaran di sini sementara kami kelabakan mencari kalian!?” bentak pria itu dengan wajah sangarnya.

“KEMBALI KE DORM!”

=FIN=

sekali lagi saya terlambat ngepost. harusnya dipost tanggal 18 nih, untuk merayakan Jung Yo Mi aka kakak tercintaku Umny~!😄
once again, happy birthday mba. mian telat. padahal ini udah selesai tepat jam 12 malam di hari ultahmu, mba T__T

jangan lupa makan2 jantung sama ginjal buatku ya mba!? (?) XDD

  1. nie_wonnie18
    20 November 2010 pukul 2:49 pm

    gyaaa~ nae wonnie pelupa bgt deh ~_~

    OMONA!!!! I must b speechless kalo ditembak bwt jd istri bgtu XDDD dag dig dug dhuarrr <3333
    *geje*

    biar ku tebak, yg ngintip bareng hae pasti si kim hye in deh ,_, iya khan? XDDD terus yg bentakin mrka ntu si appa special1004 lol

    gomawoyo dongsaengie!!! ^o^
    i'm touched😄
    tp tp tp tp sayang ceritany kurang panjaaaaanggg bahahaha bikin lg yg lbh pnjang *gaktaudiri* -____-

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: