Beranda > fanfiction, ficlet, songfic, whyenda_arinka > [Songfic] At Least You Still Have Me

[Songfic] At Least You Still Have Me

Title : At Least You Still Have Me
Length : Ficlet
Genre : Romantic
Rating : G
Cast : 2PM Nickhun Horvejkul and f(x) Victoria Song

Disclaimer : Casts punya Tuhan. Begitu pula dengan idenya. Saya hanya perantara. Kekeke.

a/n : another request from Nadya unnie, KhunToria couple! Hope you like it, unnie😀

=================
(Victoria’s POV)

You are crying, am I right?
Standing against the wind as it dries your tears.
Unspeakable pain grows the more you hide it.

Kamu berdiri di pinggir tebing itu lagi, merentangkan kedua tanganmu dengan kedua mata yang tertutup. Cantik. Sangat cantik. Namun sayang, kedua matamu yang tertutup itu, selalu mengeluarkan air mata ketika kamu berdiri di tebing itu. Seolah kamu membiarkan angin yang berhembus menerbangkan segala kepedihanmu dan mengeringkan air matamu. Tapi apakah kau tahu bahwa rasa sakit justru akan semakin terasa sakit bila kau menyembunyikannya?

I thought that by giving you wings,
Your sky would be perfect,
Then only I can bear to let go and let you fly.

Apa aku salah membiarkanmu menggapai apa yang kau inginkan? Apa aku salah melepaskanmu hanya untuk cita-cita yang selalu kau diimpikan? Salahkan aku memaksamu untuk tetap meraih apa yang kau harapkan ketika semua orang justru menentangmu?

I am like the kite behind you,
Even when the string is broken, I’m still in your heart
Stealthily following you.
I’m afraid of freedom.

Tidak. Aku tahu walaupun pikiranku berkata bahwa aku harus membiarkanmu meraih segala yang kau inginkan, hatiku berkata tidak. Hatiku tak ingin jauh darimu. Dan hatiku, selalu berusaha mencari jalan untuk tetap berada di dekatmu. Mengikutimu, menjagamu. Bahkan bila akhirnya aku tak bisa menjagamu, setidaknya, aku tahu kamu baik-baik saja.

How much pain do you have to bear before you learn to be strong?
Your dream, I didn’t forget.
Your flight,
I will wander with you.

Sayang, kau ingat berapa kali kegagalan yang James Watt terima sebelum akhirnya menemukan listrik? Ya, benar. Tak terhitung. Begitu pula denganmu, Victoria sayang. Aku yakin kau pasti bisa menerima segala kepedihan yang ada untuk menjadi kuat. Untuk meraih segala impianmu. Dan aku, percayalah bahwa aku selalu di sampingmu. Percayalah bahwa aku tetap menemanimu hingga mimpimu tercapai.

Like a shadow sticking to your back,
Never separating even with the strongest winds,
Following you tightly.
Who needs freedom.

Aku selalu di sini. Berada di sampingmu. Menemani setiap langkahmu. Berusaha berada di dekatmu walau kau tak menyadarinya. Layaknya bayangan yang tak akan bisa dipisahkan dengan apapun itu. Selalu mengikutimu kemanapun kau pergi.

Baby, when snow takes away the warmth of sunlight,
When rainbows begin to freeze.
Remain brave,
Because you still have me.
When heaven’s gates are shut,
When the air presses against your shoulders painfully,
Do not fret.

Sayang, ketika kamu merasa sendiri, janganlah takut. Ketika semua berbalik memusuhimu, janganlah gentar. Percayalah, kau masih memilikiku yang akan selalu berada di sampingmu. Ketika tak ada lagi yang mau mendukungmu, percayalah aku masih di sini. Percayalah bahwa aku tetaplah mendukungmu.

Don’t believe that you are the only one left in this world.
Turn back and look who is behind you.
At least, there’s me.
Having prepared all the warmth to protect you.
My shoulders await you.
At least, there’s me.

Sayang, jangan percaya bahwa semuanya meninggalkanmu. Jangan percaya bahwa semuanya membencimu. Lihatlah aku di sini. Aku yang selalu menunggumu. Aku yang selalu berada di sampingmu. Aku yang selalu menjagamu. Aku yang selalu siap membagikan kehangatanku untuk melindungi dan menyayangimu.

At least, you still have me, baby
–Nickhun Horvejkul

Aku tersenyum membaca suratnya untukku. Pandanganku buram seiring dengan air mataku yang tumpah membasahi pipiku. Aku tidak pernah tahu bahwa ia masih memegang janjinya untuk selalu mendukungku.

Rasa bersalah menyusup ke dalam hatiku. Aku benar-benar bodoh tidak pernah menyadari ketulusannya. Aku benar-benar bodoh sempat tidak percayai kata-katanya. Aku justru menganggapnya sebagai bualan saja. Dan kini, aku menyesali semua pikiran bodoh yang selalu menghinggapiku.

Kuhapus air mataku dan menangkap sebuah tulisan kecil di sudut kanan bawah kertas. Sebuah tulisan kecil dengan emoticon wink di akhir kalimat.

Ps: lihat siapa yang ada di belakangmu, sayang😉

Aku segera berbalik dan mendapatinya telah berdiri di belakangku. Ia merentangkan kedua tangannya melihatku berbalik menatapnya. Aku terpaku sejenak. Ia masih sama, tidak ada yang berubah darinya. Bahkan senyumnya untukku masih sama, tidak berubah sedikit pun. Masih manis seperti dulu. Bahkan kehangatannya masih bisa kurasakan walaupun aku berada tiga meter jauhnya dari dirinya.

Aku segera berlari kedalam pelukannya yang hangat. Memeluknya erat. Menenggelamkan diriku dalam dekapannya yang selalu menentramkan hatiku. Membiarkan diriku merasakan cintanya yang selalu hanya untukku. Membiarkan diriku menumpahkan segala kerinduanku padanya.

“At least, you still have me, baby,” ucapnya di telingaku lembut.

=FIN=

Okay. I’m nothing without a song titled Zhi Shao Hai You Wo by Fei Lun Hai . An easy listening song with a beautiful lyric. Really a good inspirator. Credits to the composer, artists, and also translator: admins @FLHIndo.

Thanks all for reading and helps😀

  1. 27 Desember 2010 pukul 6:10 pm

    ini lagunya so sweet banget🙂
    ahh saya setuju sama khuntoria😄
    oppa heenim saya suruh sama yuri aja deh :3 (?)

    • 28 Desember 2010 pukul 1:48 pm

      Hehehe. iya. waktu lagi dengerin, langsung dapet inspirasi deh😀
      iya, KhunToria itu appa ummaku XDD
      Heenim ama Yul? *thinking hard* :S
      coba dibayangin dulu yak!?😄

      thanks sayang udah baca and comment😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: