Beranda > fanfiction, oneshot, whyenda_arinka > [Oneshot] Their Story

[Oneshot] Their Story

Title : Their Story
Length : Oneshot
Genre : Friendship, Romantic, Comedy, AU
Rating : G
Casts : Super Junior Lee Donghae, SNSD Jessica Jung, Super Junior Cho Kyuhyun, SNSD Choi Sooyoung.
Other Casts : SNSD Im Yoona, Super Junior Lee Hyukjae(Eunhyuk), SHINee Choi Minho, 2PM Ok Taecyeon
Pairing : HaeSica. Slight KyuSica. Slight KyuYoung.

Disclaimer : Only own the plot. Even the plot belong to God /sigh

===============
Donghae mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Ia bukannya frustasi karena nilai pelajarannya yang hancur. Tidak. Ia tidak pernah memusingkan hal itu. Ia masih masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya. Ia juga tidak khawatir karena ia sering jahil di kelas. Itu memang sifatnya, tapi dengan nilai yang masih masuk tertinggi di kelas, tak ada guru yang bisa kesal padanya. Terlebih, banyak guru yang mengenal kepribadian baiknya.

Ia menggerutu panjang pendek sambil menghempaskan tubuhnya di bangku kantin. Beberapa siswa melihatnya dengan tatapan bingung. Terang saja, sedari tadi ia hanya menggerutu sambil terus mengacak-acak rambutnya yang sekarang sudah benar-benar berantakan. Beberapa kali di sapa, ia hanya menyuruh mereka diam. Seperti bukan Lee Donghae saja, pikir mereka.

Ia menopang dagu sambil memandang ke arah seberang mejanya. Dua meja dari meja yang tengah di tempatinya ada 3 teman seperjuangannya di kelas. Mereka adalah Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, dan Jung Sooyeon atau yang akrab disapa Jessica –tapi ia lebih suka memanggilnya Sica.

Ia tidak tahu mengapa mereka menjauhinya. Sesuatu tentang menyakiti hati orang lain –terutama gadis, dan player. Ia akui ia memang suka tebar pesona, tapi untuk player, itu bukanlah tipenya. Dan menyakiti hati seorang gadis? Ia justru memuja para gadis! Bahkan membunuh lalat saja ia tak tega. Ia heran mengapa ketiga sahabatnya, terutama Kyuhyun yang merupakan sahabatnya semenjak bangku sekolah dasar, menganggapnya seperti itu.

“Kau itu terlalu polos atau bodoh sih!? Masa kau tidak sadar sama sekali?” begitu jawaban Kyuhyun ketika ia menanyakannya.

Semua berawal dari ia yang mulai menyukai si Ratu sekolah, Im Yoona. Ia memang tidak bisa berbohong bila sedang suka dengan seorang gadis. Sekali ia suka, ia akan mengejar gadis itu dan menyatakan rasa sukanya. Ia tidak memperdulikan apapun. Dan tiba-tiba saja, Sica menjadi sangat pendiam. Yah, gadis itu memang pendiam, tapi tidak pernah separah sekarang. Kyuhyun dan Sooyoung, sepupu jauh Kyuhyun, entah kenapa menyalahkannya. Mungkin karena aku jadi kurang perhatian pada mereka, begitu pikirnya. Tapi ia salah besar.

“Masa kau tidak bisa melihatnya?” tanya Kyuhyun balik ketika ia kembali mencoba bertanya seusai jam pelajaran.

Ia menggeleng, clueless, “Apa maksudmu aku tidak bisa melihatnya? Melihat apa?” tanyanya lagi.

“Demi Tuhan, Lee Donghae, kau benar-benar sangat tega! Sadarkah kau telah mempermainkan perasaan seorang gadis?”

Donghae mendengus, “Mempermainkan perasaan seorang gadis? Elaborate,”

“Hhh~ kau benar-benar bodoh atau apa sih? Kau boleh saja tebar pesona sesuka hati, membuat para gadis jatuh cinta padamu, tapi jangan memberi harapan pada mereka kalau kenyataannya tidak ada harapan sama sekali.” Ucap Kyuhyun kemudian meninggalkannya dalam lubang yang dipenuhi tanda tanya.

Ia tidak tahu mengapa, kata-kata Kyuhyun terasa menamparnya dengan sangat keras hingga ia terhempas. Namun ia masih tidak mengerti apa maksudnya. Ia menghela nafas panjang dan kembali berjalan meninggalkan kelasnya dengan langkah gontai. Ia merasa bimbang.

“Annyeong, Donghae-ya. Tumben kau lesu begitu?” sapa suara manis seseorang.

Donghae menoleh ke sampingnya dan menadapati Yoona berjalan sejajar dengannya. Moodnya kembali lagi sekarang.

“Annyeong, Yoong. Ah tidak apa-apa, aku hanya bingung mau pulang dengan siapa,” jawab Donghae berbohong.

“Kau mau pulang denganku?” tawarnya kemudian, merasa ini adalah kesempatan yang bagus.

“Ah, mian, Donghae. Aku ada pelajaran tambahan khusus sekarang di perpustakaan. Lain kali saja ya!?” tolak Yoona halus sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada, memohon maaf pada Dongahe.

“Ooh~ gwenchana, Yoong. Mungkin lain kali saja. Annyeong~” pamitnya kemudian.

“Ne, mianhae, Donghae-ya,” mohon Yoona lagi.

“Gwenchana, Yoong,” ulang Donghae.

Ia mengantar Yoona sampai depan perpustakaan kemudian melangkah keluar gedung sekolahnya. Tanpa sengaja, ia melihat Sica tengah duduk di bangku yang berada di pinggir lapangan depan sekolah dengan Kyuhyun di sampingnya, seolah menenangkan gadis itu. Wajah Sica terlihat sembab, membuatnya merasa sedih. Ia ingin sekali menghampirinya dan memeluknya, namun ia ragu-ragu ketika melihat tatapan Kyuhyun yang tajam tertuju padanya. Ia hanya menghela nafas dan kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran, di mana motornya terparkir.

*

“Soong~ ayolah. Ada apa dengan Sica? Ia kemarin menangis,” mohon Donghae pada Sooyoung.

Ia bersusah payah datang sepagi mungkin agar bisa menyeret Sooyoung ke kantin sekolah dan memberondongnya dengan sejuta pertanyaan yang telah ia simpan untuk gadis jangkung itu mengenai apa yang terjadi pada Sica kemarin. Sebenarnya, ia ingin menanyai Kyuhyun, tapi ia takut Kyuhyun justru menamparnya lagi dengan kata-kata tajamnya.

“Lalu kau sendiri ngapain kemarin jalan dengan Yoong?” tanya Sooyoung balik.

“Aku?” ulangnya sambil menunjuk dirinya sendiri, “Aku hanya mengajaknya pulang bersama,” jawab Donghae.

“Lalu?”

“Ia menolaknya. Dia bilang dia ada pelajaran tambahan khusus,” ceritanya dengan tampang sedikit kusut, “Sekarang, ceritakan padaku. Ada apa dengan Sica?”

“Kenapa kau tidak tanya langsung pada yang bersangkutan?” tuntut Sooyoung.

“Well, Sica pasti bilang ia tidak kenapa-kenapa. Lagipula, Kyuhyun selalu membuntutinya. Seram, kau tahu!? Ia seperti kakaknya saja. Bahkan orang tua Sica tidak semenyeramkan itu,” celoteh Donghae sambil bergidik ngeri.

“Kyuhyun memang menganggap Sica adiknya.” Cetusnya, “Sekarang, aku tanya padamu, seram mana? Melihat wajah seram Kyuhyun, atau adu pintar dengan si jenius Kim Kibum?” tanya Sooyoung sambil melipat kedua tangannya di atas meja. Ia menatap Donghae tajam.

“Kau tahu jawabanku, Soong. Tentu saja aku lebih memilih melihat wajah Kyuhyun, seseram apapun itu daripada harus adu pintar dengan si jenius Kim Kibum. Melihatnya saja sudah membuatku segan,” celotehnya lagi.

“Nah, kau yang paling tahu akan dirimu. Kalau begitu, untuk apa kau harus jauh-jauh ke kutub selatan hanya untuk melihat si jenius Kim Kibum kalau di sampingmu hanya ada tampang seramnya Kyuhyun?” tanya Sooyoung sarkastik.

“Huh?” bingung Donghae. Sooyoung menghela nafas panjang.

“Dengarkan ya, Tuan Lee Donghae, karena setelah ini aku tidak akan menjelaskannya padamu lagi,” ucap Sooyoung tegas, “Untuk apa kau capek-capek mengejar si queenka Im Yoona, huh? Kau tahu sendiri banyak yang mengejarnya. Sainganmu tidak sedikit! Choi Siwon, kakakku, ketua tim basket. Ok Taecyeon, kapten tim sepak bola, kapten timmu. Kim Kibum, si jenius matematika. Untuk apa itu semua, huh? Hanya untuk mengatakan kau suka padanya? Dengan tatapan membunuh dari Siwon, Taecyeon, dan Kibum? Padahal di sampingmu, ada gadis yang tak kalah cantik dari Im Yoona dan gadis itu gadis yang selama ini kau cinta!”

Sooyoung berdiri dengan gusar dan meninggalkan Donghae yang hanya bisa menatapnya dengan tatapan terkaget-kaget. Ia menoleh di sampingnya dengan tatapan linglung. Tidak ada siapa-siapa di sana. Ia menunduk, mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Sooyoung. Gadis yang ia cinta? Di sampingnya? Siapa? Kenapa Sooyoung mengatakannya padanya? Apa Sooyoung mencintainya? Tapi apa ia juga mencintai Sooyoung? Ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya ia salah bertanya pada Sooyoung karena justru membuatnya semakin bingung.

*

“Ya Kyuhyun-ah, Sica-ya, Soong-ah~ tunggu sebentaaaar~” teriak Donghae sambil berlari-lari menghampiri ketiga temannya.

Ketiganya berhenti serempak dan berbalik padanya. Ia tersenyum lebar sambil melambai-lambaikan tangannya riang pada mereka. Wajahnya terlihat sumringah. Ia tak sabar menanyakan apa yang ia pikirkan semalaman penuh benar atau tidak. Ia merasa sangat senang berhasil memecahkan apa saja yang telah terjadi.

Ia masih melambai-lambai riang pada ketiga sahabatnya, walaupun hanya Sica yang membalas lambaian tangannya dengan senyum manis. Melihat itu, entah kenapa ia sedikit ragu untuk menanyakan kebenarannya. Tapi ia harus.

“Hei guys,” sapanya dengan senyum lebar.

“Hai, Donghae,” balas Sica ramah, masih dengan senyum manisnya, membuat Donghae merasa tenang.

Kyuhyun dan Sooyoung terus menatapnya tajam, membuat Donghae menatap mereka bingung.

“Kyu, Soong,” panggil Sica sambil menyenggol lengan Kyuhyun, memberinya isyarat untuk membalas sapaan Donghae.

“Hmm,” jawab keduanya kompak membuat Sica menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ada apa, Donghae-ya?” tanya Sica kemudian menuai tatapan protes dari Kyuhyun dan Sooyoung yang dihiraukannya.

“Well, bisa kita bicara? Di kantin?” tanya Donghae sedikit ragu.

“Kenapa tidak di sini saja?” balas Kyuhyun dingin.

“Kyu,” desah Sica tidak setuju, “Kenapa tidak? Rasanya sudah lama kita tidak ngobrol seperti dulu,” sambut Sica pada Donghae.

“Ayo,” ajaknya lalu menarik Donghae menuju kantin sekolah mereka.

Sementara itu, Kyuhyun dan Sooyoung saling berpandangan, seolah bertelepati. Bertanya-tanya apakah mereka akan ikut, atau tidak. Donghae menoleh melihat tingkah kedua bersaudara itu, diikuti Sica.

“Soong~ Kyu~ ayo~” seru Sica kemudian.

Keduanya menghela nafas lalu mengikuti Donghae dan Sica menuju kantin.

“Nah, Donghae, bagaimana dengan Yoong?” tanya Sica setelah ia mengambil tempat duduk di samping Donghae. Kyuhyun dan Sooyoung duduk di depan mereka.

“Sica!” seru Sooyoung diiringi tatapan protes Kyuhyun.

“Soong, tidak apa,” ucap Sica mengulum senyum.

Donghae yang melihat tingkah ketiganya bingung.

“Aku tidak ingin membicarakan itu. Aku takut ada yang sakit hati,” ucap Donghae kemudian.

Sooyoung dan Kyuhyun terperanjat mendengar ucapan Donghae sementara Sica menaikkan sebelah alisnya. Gadis itu melempar tatapan menyelidik pada Kyuhyun dan Sooyoung yang langsung membalas dengan gelengan kepala cepat.

“Maksudmu?” tanya Sooyoung cepat.

“Soong, kau jujur saja,” ucap Donghae dengan senyum lebar. “Kalau kau jujur, aku tidak akan mengungkit tentang Yoong di depanmu,” lanjutnya.

“Aku tidak mengerti. Langsung saja, Donghae,” tukas Kyuhyun gusar.

“Soong, kau menyukaiku kan? Anni. Kau mencintaiku. Iya kan!?” tanya Donghae.

Mendengarnya, Sooyoung membulatkan kedua bola matanya garang pada Donghae. Rahang Kyuhyun pun mengeras sedang tatapan membunuh tertuju pada pria di hadapannya. Sica, mematung dengan tatapan kosong. Melihat reaksi ketiga temannya, sadarlah ia salah menyimpulkan. Ia mengerang lalu mengeacak-acak rambutnya yang ia sisir rapi tadi.

“Aish jinja! Bukan ya!?” keluh Donghae.

“Babo!” sembur Sooyoung kesal. “Memang aku sering memberimu perhatian, huh? Mengirimimu sms saja hampir tidak pernah kalau kau tidak mengirimiku duluan!”

“Kau itu tidak peka atau tolol sih!?” lanjut Kyuhyun antara geram dan gemas.

Donghae menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi lalu menutup wajahnya dengan telapak tangannya sementara Sooyoung masih menatapnya garang. Kyuhyun bahkan terlihat ingin sekali mengambil barang apapun untuk dilempar pada Donghae saking kesalnya.

Tiba-tiba, Sica tertawa kecil, membuat Kyuhyun, Sooyoung, dan Donghae menoleh padanya. Tawa Sica semakin keras, namun terdengar hampa dan menyakitkan.

“Kau lucu, Donghae,” ucapnya disela tawanya.

Donghae menatapnya dengan prihatin namun akhirnya tersenyum juga, walau merasa sedikit janggal.

“Sica. Ini tidak lucu. Sama sekali tidak lucu,” ucap Sooyoung.

“Oh, ayolah Soong. Kau selalu membentak Donghae, berebut makanan dengannya, seperti anjing dan kucing, seperti bumi dan langit, tapi Donghae menganggapmu mencintainya,” Sica kembali tertawa, “tapi- tapi-” air mata terlihat menggenang di pelupuk matanya.

“Ssst. Sica, ayo pergi,” potong Kyuhyun lalu menarik Sica pergi.

Donghae ingin mengikuti Kyuhyun yang menuntun Sica pergi dalam pelukannya, tapi Sooyoung menahan pergelangan tangannya. Ia menatap Donghae tajam.

“Neo jeongmal babo! Bagaimana bisa kau mengira seperti itu, huh!?” tanya Sooyoung kesal.

“Bukannya kamu yang bilang kemarin?” tanya Donghae balik.

“Bodoh! Memang hanya aku yang ada di sampingmu? Siapa yang selalu mendukungmu untuk mengejar si Im Yoona itu, huh? Aku tidak pernah melakukannya! Aku justru tidak peduli gadis mana yang kau kejar! Siapa yang sibuk ke sana kemari mendekatkanmu dengan si Im Yoona itu, huh? Aku? Tidak mungkin! Kenal saja dari Siwon, itu pun tidak kenal dekat seperti.. ah sudahlah! Susah bicara denganmu!” cecar Sooyoung lalu pergi menyusul Kyuhyun dan Sica.

Donghae kembali duduk termenung di kantin sekolahnya yang telah sepi. Jam sekolah memang sudah usai sekitar tiga puluh menit yang lalu. Tapi ia tidak berniat untuk meninggalkan sekolahnya. Selain ia masih memikirkan apa yang baru saja terjadi, ia pun masih ada ekstrakulikuler sepak bola. Ia kembali bertopang dagu.

“Wooo~ lihat! Ada pangeran ikan di sini!” seru seseorang menghampiri Donghae.

“Hai Hyuk, Minho,” sapa Donghae lesu pada dua teman setimnya.

“Ada apa hyung?” tanya pria jangkung bernama Minho lalu mengambil tempat duduk di samping Donghae. Donghae menggeleng kecil.

“Heh, kau ada masalah dengan ice princessmu ya!?” tanya Eunhyuk duduk di sisi lain Donghae.

Donghae menatapnya heran, “Maksudmu?”

Eunhyuk dan Minho tertawa, “Ice princess, hyung, Sica noona,” jawab Minho.

Donghae masih memandang keduanya dengan tatapan bertanya-tanya.

“Donghae, seluruh sekolah tahu kalau kau, the prince, jatuh cinta pada the ice princess. Begitu pula sebaliknya. Aku justru bingung ketika kau sibuk mendekati Yoona,” celoteh Eunhyuk.

“Aku? Jatuh cinta? Pada Sica?” ulang Donghae.

“Exactly,” ucap Minho.

“Jadi, itu kenapa Sica murung? Kenapa Kyuhyun geram? Juga kenapa Sooyoung mengamuk?” gumam Donghae.

“Huh? Jangan bilang kau tidak tahu, Donghae,” ujar Eunhyuk.

Donghae menggeleng lemah, membuat Eunhyuk memukul lengannya. Donghae mengerang kesakitan.

“Babo! Aish jinja! Aku tidak pernah menemukan orang sebabo dirimu! Sungguh!” semprot Eunhyuk membuat Donghae menyembunyikan wajahnya dalam lipatan tangannya di atas meja kantin.

“Ah~ pantas saja beberapa kali Sica noona datang ke rumah dengan wajah sembab. Soong noona pasti langsung panik sendiri,” celetuk Minho.

“Benarkah?” tanya Donghae langsung menoleh pada Minho.

“Ne, hyung. Sica noona beberapa kali datang ke rumah dan Soong noona pasti sibuk menenangkannya. Kalau Yoong datang dengan Siwon hyung, mereka segera pergi.” Cerita Minho. Minho, Sooyoung, dan Siwon adalah kakak-beradik.

“See? Aish, Donghae-ya~ segera cari Sica! Minta maaf sana!” seru Eunhyuk tak sabaran.

“Tapi–”

“Tapi apa? Kau mau membuat Sica benar-benar berhenti mencintaimu? Atau kau mau menunggu sampai kau sadar kalau kau juga mencintai Sica?” tanya Eunhyuk gusar.

Donghae terdiam. Eunhyuk terduduk lemas seentara Minho menatap kedua hyungnya.

“Hyung, apa yang kau rasakan ketika melihat Sica noona tersenyum, tertawa?” tanya Minho kemudian, memecahkan keheningan.

“Tentu saja senang. Mana mungkin aku sebal melihatnya tersenyum,” jawab Donghae dengan sedikit menerawang. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Kalau melihat Sica sedih? Menangis?” kali ini Eunhyuk yang bertanya.

“Sedih. Aku juga merasa ingin menangis. Rasanya ingin memeluknya, memintanya berhenti menangis,” jawab Donghae lagi, masih menerawang. Seolah membayangkannya, wajahnya ikut muram.

“Kalau Sica noona marah pada seseorang, hyung?” tanya Minho lagi.

“Aku juga marah pada orang itu,” jawab Donghae. Terselip sedikit amarah dalam nada bicaranya.

“Sekarang, apa yang kamu rasakan ketika melihat Sica?” tanya Eunhyuk lagi.

Minho dan Eunhyuk menatap Donghae lekat, senyum mereka tersungging lebar.

“Senang. Ingin di dekatnya terus,” jawab Donghae polos.

“Hyung,” panggil Minho yang hanya ditanggapi dengan ‘hmm’ oleh Donghae.

“Kau benar-benar jatuh cinta pada Sica noona,” lanjutnya lagi.

Donghae menoleh pada Minho dengan tatapan tidak percaya, “Jinja? Bagaimana kau tahu?” tuntutnya.

“Donghae,” Eunhyuk menepuk bahu Donghae, “Aku sahabatmu sejak kecil. Aku tahu sifatmu. Kau sadar tidak kau berubah bila berada di dekat Sica? Setidaknya, sesuatu mengenai Sica,” tanyanya. Donghae menggeleng.

“Dengar. Bila Minho yang baru kau kenal di tim sepak bola saja tahu kamu cinta padanya, bagaimana aku? Kau selalu sibuk berada di samping Sica bila berada di dekatnya. Dan ketika menyangkut segala sesuatu tentang Sica, kau selalu overprotektif,” jelas Eunhyuk, berusaha sabar.

“Well, bagaimana kalau aku menganggapnya adikku?” tanya Donghae.

“Sebut saja adikku, Sunny. Kau menganggapnya seperti adikmu sendiri, bukan?” Donghae mengangguk, “Sama tidak perasaan ketika kau berada di dekat Sunny dengan perasaanmu ketika berada di dekat Sica?”

Donghae terdiam sejenak, ia mencoba menimang-nimang apa yang dikatakan Eunhyuk dan Minho. Ia mencoba membandingkan semuanya. Benar. Apa yang dikatakan Minho benar. Semua yang dijelaskan Eunhyuk fakta. Ia selalu overprotektif bila menyangkut tentang Sica. Ia juga selalu ingin di samping gadis itu bila melihatnya.

“Bagaimana, hyung? Benar kan kau mencintai Sica noona?” tanya Minho kemudian.

“Ne, kalian benar,” desah Donghae.

“Kalau begitu, KAU TUNGGU APA LAGI, HUH!?” teriak Eunhyuk kesal dengan kebaboan temannya yang satu itu. Donghae melongo, bingung.

“KEJAR JESSICA, BODOH! BILANG KAU CINTA PADANYA! PPALI!!!!!” usir Eunhyuk. Ia benar-benar kehilangan kesabarannya.

Dengan terburu-buru, Donghae berlari meninggalkan Eunhyuk dan Minho, menghampiri motornya yang terparkir rapi di parkiran. Ia segera mengendarai motornya secepat kilat menuju rumah Sica.

Sementara itu, Ok Taecyeon, kapten tim sepak bolanya, terheran-heran melihat striker andalannya berlari-lari bak orang kesetanan dan melesat meninggalkan sekolah. Ia bertanya-tanya apa yang membuat Donghae rela meninggalkan latihan bola kesukaannya.

“Hyuk-ah, Donghae kenapa?” tanyanya ketika menemukan Eunhyuk dan Minho di kantin sedang sibuk mengobrol.

“Mengejar cinta,” jawab Eunhyuk asal, masih sedikit kesal.

Taecyeon terkaget-kaget mendengarnya sementara tawa Minho meledak.

*

“Soong~ ayolah~ aku ingin bicara dengan Sica~” mohon Donghae ketika sampai di depan rumah Sica. Sooyoung menghadangnya.

“Tidak boleh! Setidaknya sampai Kyuhyun datang bersama Sungmin,” tolak Sooyoung.

“Huh? Sungmin hyung? Untuk apa?” tanya Donghae bingung.

“Untuk menghajarmu bila kau membuatnya menangis lagi,” jawab Sooyoung enteng.

“APA!? Soooong~ kau bercanda kan?? Bogem mentah darimu saja sudah cukup membuatku pingsan~” rengek Donghae cemas.

“Kapan aku pernah main-main dengan kata-kataku?” tanya Sooyoung balik.

“Siapa, Soong?” tanya sebuah suara dari dalam yang diyakini Donghae adalah suara Sica.

Reflek, Sooyoung mencoba mendorong Donghae keluar sementara Donghae sendiri berusaha masuk.

“Bukan siapa-siapa!” seru Sooyoung.

“SICA!” panggil Donghae.

Sica yang mendengar suara Donghae, segera mempercepat langkahnya mendekati ruang tamu rumahnya. Ia melihat Donghae berusaha masuk ke dalam rumahnya sementara Sooyoung menghalanginya.

“Soong, ada apa ini?” tanya Sica bingung.

“Dia tidak boleh masuk, Sica,” jawab Sooyoung.

“Sica, dengarkan aku. Aku minta maaf, Sica,” teriak Donghae.

“Soong, biarkan Donghae masuk,” pinta Sica.

“No way, Sica,” tolak Sooyoung bersikeras.

“Soong~” mohon Sica.

“Sica..”

“I swear I’ll be okay,” potong Sica.

Sooyoung menyerah. Ia mengedikkan bahunya, “Terserah deh,”

“Thanks, Soong,” ucap Donghae.

Sooyoung mengangguk kecil lalu duduk di kursi ruang tamu, di samping Sica.

“Duduk, Donghae,” ujar Sica mempersilahkannya.

Donghae mengangguk lalu duduk di sebelah kiri Sica.

“Kau mau minum? Biar aku buatkan,” tawar Sica hendak beranjak namun Donghae menahan tangannya.

“No, thanks,” ucap Donghae sambil menuntun Sica duduk.

Sica mengangguk dan kembali duduk. Ia menatap Donghae, “Ada apa Donghae-ya?” tanyanya kemudian.

Baru saja Donghae membuka mulutnya untuk berbicara, tiba-tiba Sooyoung berdiri, “Aku pulang,”

“Hati-hati di jalan, Soong. Thanks,” ucap Sica, matanya mengikuti Sooyoung yang berjalan meninggalkan rumahnya sambil melambai.

“Sica..” panggil Donghae sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Sica.

Gadis itu kembali menatap Donghae, “Ne?”

“Sorry…”

“For..?”

“Everything,”

“Lucu. Kau tidak salah apa-apa, Donghae, kenapa harus minta maaf?” tanyanya merasa aneh.

Donghae menggeleng, “Aku tahu Sica, dari kemarin kau selalu menangis. Dan alasanmu menangis hanya satu. Aku. Aku minta maaf, Sica,”

Gadis itu terdiam. Ia menunduk, mentap tangannya yang digenggam Donghae. Tak tahu harus berkata apa. Ia merasa bersalah membuat Donghae merasakan rasa bersalah padanya. Ia merasa sangat bodoh sekali. Seharusnya ia sadar, bahwa inilah konsekuensinya. Dan dengan bodohnya, ia membuat kedua temannya terlibat dalam hal bodoh ini.

Sementara itu, Donghae menatap Sica lekat. Ia menunggu permintaan maafnya diterima gadis itu. Ia sedikit merutuki dirinya yang dengan bodohnya mengejar seorang gadis hanya karena rasa suka, bukan rasa cinta. Ia baru menyadari betapa ia merasa kehilangan ketika gadis di hadapannya itu menjauhinya. Betapa ia sangat merindukannya berada di sekitarnya.

“Sica..?” panggilnya. Dengan perlahan, ia mengangkat dagu Sica untuk menatapnya.

“Tidak, Donghae. Aku yang salah. Aku yang bodoh,” elak Sica.

“Kalau kamu bilang kamu bodoh, berarti aku lebih bodoh lagi karena meninggalkan orang yang aku cinta hanya demi orang yang aku suka,” ucap Donghae menatap mata Sica dalam.

“Saranghae, Jung Jessica,”

Kini kedua tangan Donghae memegang wajah Sica. Ia ingin Sica benar-benar menatap ke dalam matanya. Melihat kesungguhan dalam matanya. Melihat betapa rasa cintanya pada gadis itu begitu meledak-ledak dalam hatinya. Melihat bahwa ia benar-benar merindukan kehadirannya di sekitarnya.

Sica mengangguk kecil, air mata menggenang di pelupuk matanya, “Na ddo saranghae,” jawabnya.

Donghae tersenyum dan meraih Sica dalam pelukannya. Memeluknya erat. Ia berjanji dalam hatinya untuk tidak membiarkan gadis itu pergi lagi. Berjanji untuk menjaganya agar tetap menjadi miliknya.

“SICA!”

Panggil seseorang diiringi dengan munculnya Kyuhyun dari ambang pintu. Nafasnya yang memburu tiba-tiba terhenti seketika. Matanya membulat ketika melihat Donghae dan Sica berpelukan. Detik berikutnya, keduanya melepas pelukan mereka dan menatap Kyuhyun bingung sementara Kyuhyun menatap keduanya tajam.

“Kyu.. it’s over. Everything is okay,” seru Sica riang.

Kyuhyun tersenyum melihat Sica kembali riang, “Really?”

“Ne. Sorry Kyu aku terlalu babo kemarin. Hehe,” ucap Donghae.

“Gwenchana. Asal kau tidak membuatnya menangis saja,” ujar Kyuhyun serius.

“Well, aku serasa bertemu Mr. Jung,” komentar Donghae membuat Sica tertawa.

“Whatever,” gerutu Kyuhyun.

Donghae dan Sica tertawa melihat wajah Kyuhyun yang kelihatan sedikit jengkel. Tapi akhirnya, Kyuhyun ikut tertawa dengan keduanya. At least, it’s a happy ending story, batin Kyuhyun.

=FIN=

well, aq tau kalian ngerasa aneh dengan KyuSica. but I found its cute too! uhm, more as a brother-sister relationship, actually. hehe.

thanks for reading😀

  1. Kim_ikKa s♥ne Yulsic
    5 Maret 2011 pukul 10:45 am

    anyyeong .
    new reader nich .

    So sweet bgt crn na .
    hae oppa babo bgt sich kn kshan sica onnie .
    sedih na jd sica onnie .
    hiks. hiks .
    kok kyk na kyu oppa suka ma sica onnie zaw?!

    • 6 Maret 2011 pukul 1:18 am

      annyeong~ selamat datang di blog lusuh ini (?)😄

      iya. dia terlalu inosen. maennya sama bangsa ikan mulu sih (?) /digamparHae XDD

      Kyu kayak suka Sica ya? hehehe. tak tahu, tanyakan pada yg bersangkutan /sodorinKyu /disepakKyu😄
      tapi Soong kan udah bilang kalo Kyu anggap Sica adeknya /sodorinSoong (?) /dibogemSoong😄

      hhe. maap author berkhayal😄
      makasih ya udah baca dan komen😀

  2. 6 Maret 2011 pukul 1:40 am

    hhehe..lucu jg,,hae dsini rada2 lem0t yaa,,masa slama ini gak nyadar2 jg kalo dy suka’nya ama sica…

    tpi endingnya keren chingu…haesica! aku suka sm pairing ini…

    • 6 Maret 2011 pukul 2:34 am

      iya. dia cepet nangkep pelajaran, tapi ga cepet nangkep perasaan (?) .__.😄

      hehehe. sama dong~ aq cinta pairing ini malah~ (?)😄

      makasih udah baca dan komen😀

  3. 6 Maret 2011 pukul 4:23 pm

    hyaaaaaah!
    Astapir ikanmokpo! Bego banget sih dia? Ga respect!
    Kasian onnie saya tercinta nomer 2 tuh *tunjuksicachu* /buang ikan mokpo ke habitat asal
    hyuk ah sayaaaang ajarin gih sahabatmu itu,bloon banget dia xD
    ehhh masalah kyusica emang pernah jadi pairing loh!
    Kyu itu pernah ngmg kalo dia pengen duet berdua gitu sama uri sicachu..
    Tapi tetep haesica terbaik! Ehh buat ff heeyul dong beb xD *banyaknuntut*

    • 6 Maret 2011 pukul 8:16 pm

      he.eh. dy lagi bloon2nye. lupa minum obatnya dia (maksud?) XDD

      Iyaiya. aku juga pernah baca dulu, Kyu pengen banget duet sama TaengSic, soalnya menurut dy, suara mereka emang oke punya. hahai😄
      yoyoi~ still Haesica ftw lah~ haha.
      Donghae aja bilang klo di sekitar Sica, pasti bakal ngerasa strong aura <33
      mana Sica bilang pengen dance waltz sama Donghae <33
      *starting day dreaming again* XDDD

      YulHee? udah ada rencana koq~ ditunggu saja~ wkwkwk😄
      thanks beb udah bca and comment😀

  4. raa
    19 Maret 2011 pukul 6:29 pm

    kyaa, pngen pny ka2k kyk kyu *ngarep😛
    entah mngapa, wlopun q sk ma haesica,
    tp kyusica disni jg so sweet,hhe🙂

    • 27 Maret 2011 pukul 4:38 am

      hahaha. itulah kerennya Kyu. sekali ‘nganggep’ sesuatu, pasti dijaga bener2 /sotoy XDD
      yeeey~ ada yg suka KyuSicanya juga😄
      tapi menurutku, KyuSica cocok klo jadi sahabat. keren aja. hehehe XDD

      thanks udah baca and comment yaa~😀

  5. aein
    24 Maret 2011 pukul 1:30 am

    bagus ceritanya, bagus.
    tapi coba klo kyu suka bentar gitu sama sica, biar bikin hae cemburu.
    baru dah kyusica vs haesica. haha.

    • 27 Maret 2011 pukul 4:59 am

      wahahaha. aku ga bisa bikin ff yg melibatkan emosi serumit itu😄
      pengennya sih buat kayak gitu juga. tapi aku ga bisa bikin ff yg berchapter, takut feelnya cepet ilang. hahaha😄 <— fail
      perbendaharaan kata2ku juga ga banyak .__. <— is this supposed as an Indonesian? lol XDD

      thanks ya chingu udah mau baca and comment😀

  6. gorjess_spazzer
    2 April 2011 pukul 6:08 pm

    ahh…*triak histeris*
    suka bnged sma HaeSica… Dsar ikan, otak kya udang (?)
    cba ad’ konflik KyuSica VS HaeSica.. Psti asyik.. Tpi gk pp lc’…
    Thumbs dc buat mu..
    Hhe.. Fighting!! Lnjutkn smgat tuk mmbuat ff appa eomma qu… Hahahaha..

    • 6 April 2011 pukul 2:27 pm

      huhuhu. emang seharusnya ada konflik HaeSica vs KyuSica.
      tapi apa daya author bodor ini tak bisa mewujudkannya T.T /mewek di ketek Ikan😄

      hahaha. pastinya dong! HaeSica FTW! :3
      makasih yaa~❤

  7. gorjess_spazzer
    11 April 2011 pukul 6:41 pm

    ”Donghae aja bilang klo
    di sekitar Sica, pasti
    bakal ngerasa strong
    aura <33
    mana Sica bilang pengen
    dance waltz sama
    Donghae <33''
    eon emank bnar yah kata2 eonnie yg ini?? Kok eomma gk bilang sama aku yah??*djitakeomma*

    • 12 April 2011 pukul 2:18 pm

      iya sayang~ di acara mana aq gatau /plaaaks
      tapi Jessie emg pernah bilang gitu koq. dy bilang gaya keseharian Donghae itu cool dan dy admire banget ^^
      aq dapet dari fanbase twitt, saeng😀

  8. 1 Juni 2011 pukul 8:43 pm

    kyusicanya lucuuu hahaha tapi aku tetap haesica shipper dong hehehehe

    • 5 Juni 2011 pukul 6:42 am

      KyuSica lucu? emaaaaaaaaaaang XDD
      yupz. walopun suka KyuSica, aku tetep ngeship HaeSica.
      HaeSica FTW!😄

      thanks for reading and comment😀

  9. 25 Februari 2012 pukul 11:16 am

    ihhh gregett deh liatt haeppa !
    babo bangett siih oppa !
    akhh, saking babo’a pengen banget aku ceburin k’sumur ! /plakk
    maaf yya eon !
    ikan mokpo ini emang babo ! *seret haeppa
    mohon d’maklumi ! *bow bareng haeppa

  10. DELI dewi
    13 Desember 2012 pukul 11:27 am

    sumpah gak peka banget donghaenya!ckckckckc

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: