Beranda > fanfiction, twoshot, whyenda_arinka > [1/2S] The Blind Date

[1/2S] The Blind Date

Title : The Blind Date
Length : one of twoshots
Genre : Romantic, Friendship, Angst
Rating : PG-13
Casts : SNSD Jessica Jung, Super Junior Lee Donghae, SNSD Kwon Yuri, SHINee Choi Minho
Cameo : F(x) Krystal Jung
Pairing : HaeSica. Slight MinYul

Disclaimer : own nothing but the story

================

“Kim Kibum. Haaah~ lihatlah, sudah orang keberapa dia yang kau paksa untuk kukenal? Tapi nyatanya? Tidak berhasil, bukan?” tanya seorang gadis dengan rambut pirang terkesan meremehkan.

“Ayolah Sica, satu saja lagi.” Mohon gadis berambut hitam dihadapannya.

“Yul, aku lelah. Sudahlah. Kalau memang jodoh, dia akan datang dengan sendirinya,” tolak Sica –si gadis berambut pirang– halus.

“Tapi, bagaimana dia akan datang kalau sikapmu saja tak ubahnya gunung es?” tanya si gadis rambut hitam bernama kecil Yul, antara histeris dan frustasi.

“Kwon Yuri, dengarkan aku. Aku saja tak memusingkan hal itu, lalu kenapa kau justru memusingkannya? Toh kau sudah ada Minho,” ucap Sica berusaha menenangkan gadis dihadapannya itu.

“Sica, kau harus tahu. Kedua orang tuamu yang memintaku,” rengek Yuri.

“Biar aku yang bicara dengan kedua orang tuaku, Yul. Bereskan?” ujar Sica tersenyum lebar.

“Tapi.. Sica–”

“Girls~” sapa seorang pria berpostur tinggi memotong kata-kata Yuri.

Ia berjalan mendekati meja di mana Sica dan Yuri tengah berdebat. Ditepuknya pundak Yuri pelan lalu menempatkan dirinya di samping kursi Yuri.

“Well, Ice Princess Sica, kau harus mencobanya dengan yang satu ini,” ucapnya kemudian.

“Oh tidak. Minho, please. I’m tired!” seru Sica frustasi.

“Sica, ayolah. Aku janji, setelah ini, tak akan ada lagi yang seperti ini. Please~” rengek Yuri diikuti anggukan Minho. Sica menghela nafas pasrah.

“Okay. This is the last,” ucapnya akhirnya.

“And you’ll never regret,” ujar Minho diikuti senyum lebar serta anggukan Yuri.

“Whatever,” gumam Sica.

“This is his photo,” ujar Minho sambil menyodorkan sebuah foto close-up pria dengan senyum lebar. Sica mengambilnya dan mengamatinya sejenak.

“Dia sahabatku sejak kecil. Aku sudah menganggapnya hyungku sendiri. Well, sedikit cassanova sih menurut para gadis tapi sebenarnya, dia hanya berusaha memperlakukan seorang gadis dengan baik.” Jelas Minho.

“Seorang?” tanya Yuri meragukan.

“Oh. Haha. Aku salah, maksudku, setiap gadis.” Ralat Minho.

“Namanya?” tanya Sica terlihat sedikit tertarik.

“Donghae. Lee Donghae,” jawab Minho.

“Lee Donghae,” gumam Sica berkali-kali membuat Yuri dan Minho saling pandang penuh arti.

*

“Sica! Jessica Jung!” seru seseorang memanggil gadis berambut pirang yang tengah asik dengan bukunya.

Gadis itu menoleh dan mendapati sahabat baiknya, Kwon Yuri, tengah berlari-lari kecil kearahnya. Seperti biasa, senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya. Tapi di mata Sica yang sudah lama mengenalnya, senyumnya terlihat sedikit berbeda. Ia berani bertaruh ini ada kaitannya dengan Choi Minho, kekasih sahabatnya itu.

“Look. Minho mengajakku kencan!” seru Yuri ketika ia telah mengenyakkan dirinya di samping Sica. Gadis itu mengerutkan keningnya bingung.

“So? Wajar ‘kan? Bukannya kalian sudah sering pergi kencan?” tanya Sica bingung.

“Aigo~ bukan kencan biasa, sayaaang~ this is double date!” seru Yuri semakin girang.

“Double date? Trus?” tanya Sica semakin tidak mengerti.

“Yah! Sica! Masa kau nggak paham sih!? Double date! Kencan ganda!” seru Yuri sedikit frustasi.

“Tsk! Aku tahu kalau double date itu kencan ganda. Maksudku, dengan siapa?” tanya Sica lagi diikuti tawa Yuri yang mulai mengerti maksud Sica.

“Oh itu, tentu saja denganmu!” jawab Yuri riang.

“MWO? Tunggu dulu. Aku? Maksudmu aku jadi obat nyamuk?” tanya Sica jengkel.

“Aigo Sica! Masa kau tak mengerti juga. Aku akan kencan dengan Minho, begitu pula kau juga akan kencan dengan pasanganmu, Lee Donghae!” jelas Yuri.

“Huh!? Wait, Yul. Aku belum pernah bertemu dengannya begitu pula sebaliknya, you got it?” tanya Sica kembali bingung.

“Eh? Kau belum pernah melihatnya? Dia satu universitas dengan kita, lho,” ujar Yuri kaget. Sica memutar kedua bola matanya.

“Kwon Yul, satu universitas belum tentu satu kampus, kan? Teman satu kelas saja aku ga tau, apalagi satu universitas, coba?” tuntut Sica lalu menggembungkan kedua pipinya sebal.

“Hahaha. Oke, oke. Maka dari itu Minho ngajakin double date, sekalian kau kenalan dengan si Donghae-mu itu.” Kata Yuri dengan nada sedikit menggoda.

“Hmm, lihat aja nanti,” ucap Sica acuh tak acuh sambil kembali membaca bukunya.

“Pokoknya kau akan ikut. Entah kau menolaknya atau tidak, akan kupaksa,” ucap Yuri yang ditanggapi dengan kedikan bahu oleh Sica.

*

Sica melipat kedua tangannya di depan dadanya. Ia merasa bosan berada di taman bermain seramai ini. Belum lagi, Yuri dan Minho, dua tersangka yang menyeretnya datang kemari, justru sibuk berdua meninggalkannya dengan seorang lelaki yang ia sendiri baru mengenalnya beberapa jam yang lalu. Perlu dicatat, beberapa jam yang lalu. Yang sudah ia kenal lama saja belum tentu bisa akrab, bagaimana dengan yang baru beberapa jam seperti si Donghae ini? Sudah tentu Sica hampir tak menganggapnya andai saja lelaki itu tak mengajaknya ngobrol. Dan dengan setengah hati, Sica menanggapinya.

“Yul, Minho, aku capek berdiri terus. Aku ke cafétaria, ya!?” ucap Sica dan berlalu begitu saja.

“Chankaman! Aku ikut!” seru Donghae membuat pasangan MinYul tersenyum penuh arti sedang Sica memutar kedua bola matanya.

“Lee Donghae, dengarkan aku. Pertama-tama, ini adalah paksaan kedua orang di sana itu. Dan aku, jujur, aku tidak pernah berpikir untuk mau mengenal pria, siapa pun itu.” Ujar Sica membuka percakapan ketika mereka telah duduk di salah satu meja di cafétaria. Ia berniat untuk memperingati Donghae agar lelaki itu menjauhinya.

“Really? Berarti nasib kita sama,” ucap Donghae enteng.

“Huh?” bingung Sica.

“Well, aku sebenarnya ada taruhan dengan teman-temanku. Dan aku kalah. Hukumannya, aku harus bisa kencan denganmu,” jelas Donghae enteng.

“What the hell! You are really j*rk, Donghae!” maki Sica.

“Dengarkan aku dulu. Keadaan kita mendukung, kau tahu?” tanya Donghae berusaha menenangkan Sica.

“Mendukung? You wish, Lee Donghae!” umpat gadis itu.

“Hear me, please, Jessica Jung!” seru Donghae meraih bahu Sica dan membuat gadis itu menatapnya lurus.

“Look. Aku tahu kau sebal dengan Minho dan Yuri yang memaksamu, so do I. Kau pikir aku mau, huh? Di sisi lain, aku kalah taruhan. Anggap saja ini sebuah keberuntungan. Aku berpura-pura mengencanimu untuk menunjukkan pada teman-temanku bahwa aku telah menjalani hukumanku. Dan kau, kau berpura-pura mengencaniku untuk membuat Minho dan Yuri diam. Setidaknya, mereka tidak memohon-mohon padamu. Setelah itu, kita putus. Beres, kan?” jelas Donghae.

Sica terlihat berpikir sebentar, “Okay. I’m agree. But, let your hands off my shoulders, please,” ucap Sica.

“Oops, sorry,” gumam Donghae lalu melepaskan Sica, “So?” tanyanya kemudian.

“Deal!” ujar Sica.

“Deal,” gumam Donghae sambil menjabat tangan Sica dengan senyum puas begitu pula dengan Sica.

*

“Jadi, bagaimana dengan kalian tadi? Sepertinya kalian asik bermain berdua sampai melupakan kami,” tanya Yuri menggoda dua pasangan yang duduk di jok belakang mobil Minho. Minho yang sibuk menyetir hanya melirik mereka dari balik spionnya.

“Well, lumayan,” gumam Sica.

“It’s fantastic, Sica,” sanggah Donghae lalu menarik telapak tangan gadis itu dan mencubitnya sedikit untuk memberinya isyarat.

“Uhm, yeah. Amazing,” tambah Sica.

“Kyaa~! Akhirnya uri Ice Princess got her prince!” seru Yuri girang.

“Chukkae,” ucap Minho diikuti senyum lebar.

“Gomawo,” balas Donghae tersenyum lebar.

Namun di dalam hati Sica, ia hampir muntah. Dan secara diam-diam ia memutar kedua bola matanya, merutuki perjanjian sialan yang ia buat dengan Donghae. Tapi akhirnya ia berusaha berpikir positif bahwa sebentar lagi, perjanjian itu akan segera selesai dan setelah itu, ia akan bebas dari omelan Yuri yang memintanya segera memiliki kekasih. Oh ya, Donghae juga.

“Ah, sepertinya sebentar lagi aku akan kehilangan my Sica karena dia akan sibuk dengan Donghae,” desah Yuri sedih.

“You still have me, baby,” ucap Minho menepuk-nepuk kecil bahu Yuri, membuat gadis itu tersenyum lebar.

“Yah! Aku tak mungkin seperti kau, Yul.” Gerutu Sica yang ditanggapi kekehan Yuri, Minho, dan Donghae.

“In your dream, princess. You will spend all of your time with me. Only with me,” ucap Donghae diikuti seringai kecil yang membuat Sica bergidik ngeri.

“Uh wow! So sweet~” seru Yuri menggoda, namun itu justru membuat Sica risih.

“Hahaha. Hyung, kau masih ada acara atau mau pulang denganku?” tanya Minho sambil menatap Donghae dari spion mobilnya.

“Uhm, sebenarnya, aku ada acara dengan.. Sica,” jawab Donghae melayangkan pandangannya pada Sica.

Sica menoleh pada Donghae dan menatapnya kaget, begitu pula Yuri yang langsung memutar kepalanya kaget.

“Oow, honey, harusnya kita sadar bahwa mereka membutuhkan banyak waktu untuk bersama. They are new couple, remember?” tanya Yuri menatap Minho.

“Ah, I see. Then, kalian ingin diturunkan di mana?” tanya Minho.

“Di café depan sana,” jawab Donghae menghiraukan tatapan Sica yang tidak setuju.

“No, Minho. Di rumahku saja.” Sahut Sica.

“Huh? Jadi, yang mana yang benar?” tanya Yuri bingung.

“Di café. Sica. Sudah kukatakan, di café, bukan?” tanya Donghae memberi sedikit penekanan di setiap katanya. Sica mendengus kecil.

“Ne, Minho. Di. Café.” Ralat Sica memberi penekanan juga di setiap katanya sambil menatap lurus pada Donghae. Lelaki itu tersenyum puas.

“Okay. Di café, as your wish,” ucap Minho lalu menginjak pedal rem.

“Thanks, Minho.” Ucap Donghae lalu keluar dan mengitari mobil demi membukakan pintu untuk Sica.

Sica sedikit terkejut mendapat perlakuan manis dari Donghae, tapi akhirnya ia tersenyum kecil dan mengucapkan terimakasih. Yuri sendiri menjerit kecil, menggoda Sica dan Donghae dan membuat Sica sedikit tersipu sedang Dongahe tersenyum lebar.

“Donghae, jangan lupa untuk mengantar Sica pulang dengan selamat!” wanti Yuri.

“Hahaha. Of course I will take home my princess safety,” ucap Donghae sambil merangkul Sica dan menatapnya lembut.

“So sweet,” gumam Yuri lalu terkekeh kecil.

“Baiklah, kami duluan ya. Bye, hyung, bye Sica~” pamit Minho.

“Ne. hati-hati di jalan dan terima kasih tumpangannya,” balas Donghae sambil melambai pada kedua pasangan itu begitu pula Sica.

“Lepaskan aku, Donghae,” gumam Sica setelah mobil yang ditumpangi MinYul menghilang di tikungan jalan.

“Sorry,” ucap Donghae lalu melepas rangkulannya.

“So, apa yang akan kita lakukan di sini?” tanya Sica memandang ke dalam café risih.

“Dinner?” tanya Donghae menatap Sica lurus-lurus. Sica menoleh menatap Donghae kaget.

“Dinner..?” ulang Sica.

“Yes. And of course not! Are you kidding? I will not spend all of my money for our dinner!” seru Donghae kemudian menarik Sica memasuki gedung yang ada di sebelah café.

“What? Hey! Where will we go?” tanya Sica bingung namun tetap mengikuti Donghae.

“Ke sebuah tempat.” Jawab Donghae santai.

Ia menarik Sica ke arah lift dan menekan tombol lantai paling atas. Sica membulat dan ingin protes, namun Donghae segera melayangkan tatapan ‘dilarang–protes’ yang membuat Sica menggerutu panjang pendek saking kesalnya.

Ketika pintu lift akhirnya bergeser terbuka, Donghae segera menarik Sica lagi menuju tangga darurat yang membuat Sica berusaha berontak. Hingga akhirnya ia bisa melepaskan tangannya dari tarikan Donghae. Mereka berada di tengah-tengah tangga darurat menuju atap gedung.

“Yah! Kau kenapa sih!?” seru Donghae kesal.

“Kau yang kenapa! Untuk apa kita naik tangga darurat ke atap?” tanya Sica sebal.

“Tidak bisakah kau hanya ikut? Ingat dengan perjanjian kita?” bentak Donghae ikut kesal.

“Memang ada hubungannya dengan ke atap gedung?” tanya Sica jengkel. Donghae menarik nafas panjang.

“Tentu ada, Sica,” jawabnya melembut. “Ayo,” ajak Donghae sambil mengulurkan tangannya. Dengan sedikit ragu, Sica meraihnya. Donghae menggenggam erat tangan Sica dan menuntunnya keluar dari tangga darurat.

“Wow,” pekik Sica kagum. Dari atap gedung itu, ia bisa melihat sunset serta gradasi warna kuning, orange, dan jingga menguasai langit.

“Aku selalu berharap bisa membawa kekasihku ke sini dan menikmati sunset,” ucap Dongahe lirih menatap Sica yang sibuk mengagumi keindahan alam.

“Great! I guess, your girlfriend would be happy,” ucap Sica lalu menatap Donghae dan tersenyum kecil.

“Thanks,” gumam Donghae.

“Uhm, Donghae, lalu untuk apa kita kemari? Kau membawaku ke sini bukan hanya untuk melihat sunset, kan?” tanya Sica bingung. Donghae menghela nafas berat.

“If you wish not, so this isn’t.” gumam Dongahe.

“Huh?” bingung Sica.

“Tunggu dulu. Jangan bilang kalau disekitar sini ada temanmu itu?” tanya Sica kemudian dan menoleh ke sana kemari mencoba mencari seseorang yang mungkin berada di atap gedung yang lain. Donghae kembali menghela nafas.

“Ya, Sica. Mereka ada di sini, di salah satu atap gedung yang tidak jauh dari sini. Karena itu, berhenti mencari mereka dan kemarilah!” seru Donghae lalu menarik Sica dalam pelukannya.

Ia merangkul bahu Sica dan memaksa gadis itu meletakkan kepalanya di dada bidangnya. Sica, dengan sedikit enggan, melingkarkan tangannya di pinggang Donghae dan berusaha terlihat normal layaknya pasangan pada umumnya.

“Beautiful, eh?” tanya Donghae yang dibalas anggukan kecil oleh Sica.

“But you are more beautiful than it,” gumam Donghae membuat Sica tersipu malu.

*

“Jadi, selain kau ini Ice Princess –like what Yul said, kau juga Sleeping Beauty? So funny!” ledek Donghae sambil tertawa kecil ketika mereka berjalan pulang.

“Yah! That’s not funny!” pekik Sica kesal.

“Hahaha. Ok, ok. Tapi bagiku itu saaaaaaaaangat lucu! Hahahaha!” tawa Donghae dan berlari sebelum Sica sempat memukulnya.

“Lee Donghae!” geram Sica yang langsung mengejarnya.

“Whoa Sica! Calm down! It’s joke, okay!?” teriak Donghae ketika Sica berusaha memukulnya dengan tas tangan yang dibawa Sica.

“Not funny, mr. fishy!” seru Sica masih berusaha memukul Donghae.

“Ya! Ya! Stop it! Hahaha!” tawa Donghae. Ia meraih kedua tangan Sica dan menguncinya di atas kepala gadis itu dengan satu tangannya.

“I got you, Jessica Jung,” ucap Donghae diikuti seringai kecilnya. Sica menggembungkan kedua pipinya sebal dan membuat Donghae semakin terbahak.

“Donghae, lepaskan aku!” seru Sica memohon.

“Hahaha. Ne, ne.” ujar Donghae lalu melepas kedua tangan Sica. Dengan segera, Sica mencubit pinggang Donghae dan berlari meninggalkannya.

“Ya! Jessica Jung!” pekik Donghae lalu berlari mengejar Sica.

Akhirnya mereka kejar-kejaran sambil sesekali saling mengejek. Donghae semakin mempercepat larinya ketika dilihatnya Sica mulai kelelahan berlari. Dan akhirnya, Donghae menangkap Sica, membuat gadis itu menjerit kaget dan kemudian tertawa karena Donghae menggelitikinya.

“Gyahahaha! Lee Donghae, lepaskan aku!” seru Sica berusaha berontak dari dekapan Donghae yang tak berhenti menggelitikinya.

“No way! Hahaha!” teriak Donghae.

“Kyaa~! Aku bisa mati kegelian! Hahaha!” tawa Sica.

“Pabo! Kau tak mungkin mati hanya karena hal ini,” ujar Donghae tanpa mengurangi aksinya.

“Donghae-ya! Lepaskan aku! Rumahku sudah dekat~” rengek Sica diselingi tawanya.

“Jinja?” tanya Donghae menggodanya.

“Ne. Itu yang cat biru rumahku. Hihihi.” Jawab Sica masih tertawa.

“Ara, ara.” Akhirnya Donghae melepaskan Sica.

“Fiuuh~ hampir saja aku mati kegelian,” lega Sica.

“Pabo!” ejek Donghae.

“Yah! Kau benar-benar tidak berperasaan! Aku pulang!” seru Sica sambil berlalu. Donghae tertawa kecil tapi menyejajarkan langkahnya dengan Sica.

“So, is this your home?” tanya Donghae ketika mereka sampai.

“Yup, this is. Mau mampir?” tawar Sica.

“Uhm, lain kali saja,” tolak Donghae halus.

“Oh, well, aku masuk dulu ya!? Bye~” pamit Sica.

Ia mendorong pintu gerbang rumahnya dan masuk. Ia melambai pada Donghae sebentar dan hendak menutup pintu ketika Donghae menahan pintunya. Lelaki itu menjulurkan kepalanya sedikit dan mengecup kening Sica lembut.

“Good night, and have a nice dream. Sleep well, Sleeping beauty. Bye,” ucapnya kemudian.

Sica hanya mengangguk kecil. Ia bisa merasakan kedua pipinya menghangat. Pipinya merah padam.

-TBC-

hmm. kira2, apa yang akan terjadi selanjutnya? tunggu 2 minggu lagi! /author disepak😄
kidding~ ntar author coba curi2 waktu deh buat ngepost (kayak skg ini) XDD

siapa yg MinYul shipper? ayo angkat tangan! /sembunyiin tangan (?)
hehehe. author lebih ke MinStal & YulHee sih hehehe XDD

oh ya. mungkin author baru bisa ngupdet minggu depan. author mau hiatus nulis ff dulu, soalnya mau ngelanjut nulis drama b.inggris yg terbengkalai hampir 2 minggu T.T peace teman2ku /author ditabok😄
tapi tenang, ini udah ada lanjutannya kok. tinggal ngepost doang tapi… tunggu minggu depan! :p

okelah. makasih ya bagi yg udah baca😀❤
maaf ada kata2 kasarnya T-T

  1. 6 April 2011 pukul 3:32 pm

    Wow,,assik…ada haesica with yulmin…

    Tdi niatnya cuman pura2 ajah, tpi lama2 jdi demen beneran nih..keke’… Slanjut’nya haesica bakal gimana lg yaa??..

    hmm,, lanjutin dunk chingu,,,

    • 12 April 2011 pukul 1:56 pm

      lanjut? hmm~ gimana yaa? /plak /author dibuang ke kutub😄
      hahaha. ditunggu saja lanjutannya😀

      thanks ya chingu udah baca and komen😀

  2. raa
    6 April 2011 pukul 4:44 pm

    hae bo’ong tu, dy g ikt taruhan,
    tu cm alsan j biar bs dket ma sica, hehe *sotoy ny kumat😀

    d tnggu lnjutnnya ^^

    • 12 April 2011 pukul 1:58 pm

      ah? masa sih? /sokimut /dibuang XDD
      wkwkwk ditunggu yak lanjutannya!?😉

      thanks chingu udah baca and komen😀

  3. 6 April 2011 pukul 5:43 pm

    wow.. dari boongan jdi bneran nih pacarannya..
    trik lbih suka KyuRi ama YulBum ketimbang Minyul ato Yulhee😛
    uuh.. 2 minggu.. lama bgd… tpi trik tungguin deh😀

    • 12 April 2011 pukul 2:02 pm

      ahahaha. yakin Trik? /apasihnihauthor😄

      whoaaa~ KyuRi? lucu~ YulBum? aq lebih suka YoonBum :3
      *Trik: aq ga nanya kamu! -__-*XDD

      hehehe. becanda yg itu. ga ampe 2 minggu koq~ kkk~😄
      ni bentar lagi mau kupost lanjutannya :p

  4. gorjess_spazzer
    6 April 2011 pukul 6:07 pm

    eommaa… Ikan bo’ong tuh… Dy emank ska sma eomma*narik2sica*/reader sotoy..
    Lanjutkaaann!!
    Bnar 2 minggu.. ToT
    lama ambattt., tpi bkalan qu tggu…

    • 12 April 2011 pukul 2:03 pm

      unnie~ *tarik Sica unnie* anakmu tuuh~ /apadahnihauthor XDD

      2 minggu? lama ya? ini udah mau kupost koq~ :p

  5. Kim_Sone YulSica
    11 April 2011 pukul 9:06 pm

    tuh haesic kok kejar kejaran kyk film india aj *plakk*
    hae oppa dah lama zawh suka ama sica onnie?! Ayo ngaku aj..
    Yul onnie kok mau ma brondong sich? !
    Ma oppa qu aj onn.. Nma na siwon dijamin cakep sexy alim tajir mampus lg.. *apaan sich*

    • 12 April 2011 pukul 2:20 pm

      mereka diam2 penggemar film inida, unn (?) /disepakHaeSica XDD
      Donghae kan coward unn~ /digebukHae😄
      Silahkan unnie~ ini soalnya Krystal unnie nangis jejeritan gara2 Minho oppanya dipake /ngarang bebas /dibuang ke jurang XDD

      thanks unn udah baca and komen😀

  6. Arya SuperSHINeeGeneration
    18 Mei 2011 pukul 11:02 pm

    Keren~~~~~~~~~~~~:D~
    Lanjut!😄

  7. 1 Juni 2011 pukul 7:25 pm

    so sweet bangeeet!
    waaah pasti entar mereka saling suka nih *readersoktau
    hihihi

    • 5 Juni 2011 pukul 6:37 am

      masa? baca aja chapter 2-nya /promosi😄
      thanks ya udah baca dan komen😀

  8. 22 Februari 2013 pukul 9:15 pm

    Annyeong chingu, aku reader baru🙂 ff nya daebakk !! Lanjut chingu , oiyaa.. aku MinYul shipper😀 mian aku rada gk suka MinStal

  9. vankaka
    1 September 2013 pukul 4:45 pm

    awal yg saaangat baik!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: