Beranda > fanfiction, twoshot, whyenda_arinka > [2/2S] The Blind Date

[2/2S] The Blind Date

Title : The Blind Date
Length : two of twoshots
Genre : Romantic, Friendship, Angst
Rating : PG-13
Casts : SNSD Jessica Jung, Super Junior Lee Donghae, SNSD Kwon Yuri, SHINee Choi Minho
Cameo : F(x) Krystal Jung
Pairing : HaeSica. Slight MinYul

Disclaimer : own nothing but the story

==================

“Sicaaaa~! Apa yang terjadi kemarin?” tanya Yuri ketika menemukan Sica tengah duduk di bawah pohon sambil membaca buku seperti biasa.

“Apa saja,” jawab Sica acuh tak acuh membuat Yuri cemberut. Gadis itu mengambil buku yang ada di tangan Sica dan menyembunyikannya di balik punggungnya.

“Yul! Aku sedang membaca!” seru Sica.

“Dan aku sedang mengajakmu bicara.” Balas Yuri.

“Yul, aku tidak berminat membicarakan yang kemarin,” rengek Sica.

“Tapi aku berminat,” ucap Yuri acuh tak acuh, mencoba membalas Sica.

“Okay then, I’m leaving,” ucap Sica sambil beranjak pergi.

“Yo! Yo! My Princess, kenapa kau pergi di saat aku datang?” tanya Donghae yang datang bersama Minho.

“Oh shit!” umpat Sica pelan.

“Dia tak ingin kutanyai apa saja yang kalian lakukan semalam,” jawab Yuri sebal.

“Must us? Bagaimana kalau itu privacy?” tanya Donghae sambil mengedip pada Sica dan membuat gadis itu memutar kedua bola matanya.

“Donghae right, baby. Itu kan privacy mereka,” ucap Minho membela Donghae. Ia merangkul Yuri dan mencoba menenangkannya.

“Well, time to go!” seru Donghae hendak menarik Sica pergi.

“Time to go?” ulang Minho bingung.

“Yah, aku tak mau jadi obat nyamuk dengan melihat kalian berdua sibuk pacaran. Lagipula, I have my girl with me! Bye~” jawab Donghae merangkul Sica dan membawanya pergi meninggalkan MinYul couple.

“Kau suka seenaknya, Lee Donghae,” desis Sica kesal ketika mereka sudah jauh dari MinYul couple.

“I beg your pardon, miss?” pinta Donghae.

“Kau. Suka. Seenaknya. Lee. Donghae.” Desis Sica sekali lagi dengan memberi penekanan dalam setiap suku kata.

“Wow, that’s amazing, you know!?” seru Donghae menjepit hidung Sica dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, membuat gadis itu meringis.

“Amazing dari kutub!” seru Sica kesal lalu meninggalkan Donghae.

“Ya! Baby~ wait me~~!” seru Donghae dengan suara yang dibuat-buat membuat Sica bergidik ngeri. Donghae tertawa lalu menyusul Sica dan kembali merangkul bahu gadis itu.

“Lee Donghae, ini tidak ada dalam perjanjian kita,” desis Sica.

“Tidak ada? Bagaimana kalau mahasiswa lain melihat kita bertengkar lalu tahu bahwa kita hanya berpura-pura dan setelah itu, teman-temanku tahu?” tanya Donghae panjang lebar.

“Itu urusanmu,” desis Sica.

“Urusanmu juga, baby,” bisik Donghae di telinga Sica.

“What? And stop call me ‘baby’! Sounds weird, you know!?” seru Sica.

“So, you want me call you ‘princess’?” tanya Donghae menyeringai.

“Ugh. Lebih buruk,” gerutu Sica.

“Hahaha. But I love to call you baby,” bisik Donghae menyeringai.

“Stop it, Lee Donghae! Katakan kenapa itu semua bisa menjadi urusanku juga kalau mereka tahu kita hanya berpura-pura?” tanya Sica gerah. Ia berhenti dan menatap Donghae lurus. Donghae menyeringai kecil.

“Karena..” Donghae mendekati telinga Sica dan berbisik, “They would ask me to kiss you, baby,”

“What the hell!” maki Sica sementara Donghae kembali berdiri tegak dan mengedikkan bahunya.

“Well, baby, I have to go now. See ya later~!” seru Donghae lalu mengecup pipi Sica dan berlalu.

Sica hanya membulatkan matanya kaget. Disentuhnya pipinya yang baru saja dicium Donghae dan ia yakin 100% bahwa wajahnya memerah sekarang. Ia tersipu karena Donghae. Sekali lagi karena Donghae. Dan entah kenapa, bibirnya tertarik menyunggingkan senyum kecil. Is Sica getting crazy? Well, who knows?

*

“Yah! Kau melamun lagi, Sica! Ini bahkan lebih buruk daripada ketika kau susah dibangunkan dari tidurmu!” seru Yuri.

“Eh? Apa?” tanya Sica bingung.

“See? You, spacing out again, Sica,” jawab Yuri kesal. Sica hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Look, Sica. What the heck made you like this?” tanya Yuri penasaran.

“Err.. nothing..?” jawab Sica ragu. Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tell me, apa yang dilakukan Donghae padamu?” tanya Yuri meraih bahu Sica dan menatapnya tajam.

“Nothing.” Jawab Sica polos.

“Ugh! Jessica Jung! Tidak mungkin dia tidak melakukan apa-apa padamu kalau kau seperti ini!” seru Yuri frustasi.

“Seperti ini gimana, Yul?” tanya Sica bingung.

“Yah. Seperti ini. Spacing out! Ah, aku juga sering melihatmu tersenyum sendiri. Got it?”

“Err, really?”

“Tsk! Just tell me! What happen? Or you want to let me analyze it?”

Sica diam saja dan menatap Yuri bingung. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan Yuri serta kenapa Yuri terlihat sangat frustasi. Ia justru bertanya-tanya apa yang Minho lakukan pada sahabatnya.

“Tunggu Yul, kau kenapa?” tanya Sica memecahkan konsentrasi Yuri.

“Huh? Aku? Maksudmu?” tanya Yuri balik.

“Kau terlihat frustasi. Ada apa denganmu dan Minho?”

“Heh? Oh God! Sica! Aku frustasi melihat tingkahmu!” seru Yuri.

“Tingkah..ku?” ulang Sica menunjuk dirinya sendiri diikuti anggukan Yuri.

“Memangnya tingkahku kenapa?” tanyanya lagi.

“Hear me carefully. Kau suka spacing out. Kau sering tersenyum sendiri. Dan lagi, kulihat kau sebentar-sebentar mengecek ponselmu, Jessica Jung.” Jelas Yuri.

“Hehehe,” kekeh Sica.

“So, what happened on you?” tanya Yuri lembut.

“I.. don’t know..?” ragu Sica.

“Huh? You say what? You.. don’t know? How can!?” tanya Yuri semakin frustasi.

“Aku.. entahlah Yul,” gumam Sica.

“Sica.. if I’m not mistaken, are you in love?” tanya Yuri membuat wajah Sica merah padam.

“I’m.. what? In love?” tanya Sica balik.

“See? You exactly in love, Jessica Jung!” seru Yuri terdengar bahagia.

“OMO~! Jinja? Tapi.. dengan siapa?” tanya Sica masih bingung.

“Hmm, bagaimana kalau aku menyebut sebuah nama?” tanya Yuri menaikkan alisnya sebelah membuat Sica penasaran.

“Lee Donghae,” ucap Yuri dengan seringai lebar dan itu membuat wajah Sica semakin memerah.

“Well, well, well, at least, our Ice Princess in love with mr. fishy Lee Donghae!” seru Yuri bertepuk tangan semangat.

“Yah! Yul! Shut up!” pekik Sica malu.

“Hahaha!”

*

Baru saja Sica berniat untuk mengecek ponselnya ketika ponselnya telah berdering terlebih dahulu. Dengan cepat diraihnya ponsel mungil yang tergeletak di atas kasurnya dan melihat siapa ID callernya. Sesuai harapannya, Lee Donghae lah yang menelponnya. Ia merasa jantungnya berdegup lima kali lebih cepat seiring dengan pipinya yang memanas. Ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan sebelum akhirnya mengangkan ponsel mungilnya.

“Y-yoboseyo,” sapa Sica gugup.

“Yoboseyo. Sica? Kau kenapa?” tanya suara Donghae di seberang cemas.

“A-aniyo, nan gwenchana,” jawab Sica masih gugup.

“Jeongmal?” tanya Donghae terdengar masih cemas.

“Ne, nan gwenchana. Waeyo, Donghae-ya?” tanya Sica setelah meyakinkan Dongahe.

“Hmm, anni. Kau ingat hari ini?” tanya Donghae.

“Hari selasa?” jawab Sica ragu lalu terdengar tawa Donghae dari seberang ponselnya.

“I guess it, Sica,” gumam Donghae. Hening sejenak sebelum akhirnya Donghae menarik nafas berat dan berbicara.

“Baby, happy first monthsarry,” ucapnya kemudian. Sica membulatkan kedua matanya kaget.

“Omo~ sudah satu bulan? Cepatnya~” seru Sica kaget sementara Donghae kembali tergelak mendengar seruan Sica.

“Yup, time gone so fast, eh?” tanya Donghae.

“Uh-uh,” gumam Sica.

“Well, kau sibuk malam ini?” tanya Donghae.

“Anni, wae?”

“Kujemput jam 7. Berdandanlah yang cantik untuk malam yang spesial. Bye,”

Dan setelah itu, sambungan tertutup dengan menyisakan tanda tanya besar dalam benak Sica. Apa maksud Donghae? Berdandan? Untuk malam yang spesial? Kencan kah? Dan pemikiran Sica yang lain membuat jantung gadis itu berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya.

*

“Shall we dance?” tanya Donghae sembari mengulurkan tangannya.

Sedikit ragu, Sica meletakkan tangannya di tangan Donghae yang segera menariknya berdiri untuk berdansa. Donghae meletakkan kedua tangannya di pinggul Sica sedang Sica mengalungkan kedua tangannya pada leher Donghae. Mereka saling menatap ke dalam mata satu dengan yang lain.

“You’re so beautiful, Sica,” bisik Donghae membuat Sica tersipu.

“Thanks. And you look handsome with your tuxedo,” balas Sica tersenyum. Donghae menaikkan sebelah alisnya.

“Well, jadi aku hanya terlihat tampan bila mengenakan tuxedo? Apa aku harus menggunakan tuxedo terus agar terlihat tampan di matamu?” gurau Donghae dan membuat Sica semakin tersipu.

“Anni, maksudku, kau semakin tampan,” tambah Sica.

Mereka kembali berdansa dalam keheningan. Mata mereka masih saling bertaut satu sama lain, seolah menyusurinya. Mencari sesuatu di dalam sana.

“So, Donghae, kurasa kau pernah bilang bahwa kau tidak akan pernah menghabiskan uangmu untuk dinner,” ucap Sica membuka percakapan.

“Well, setidaknya dinner ini tidak menghabiskan uangku,” kekeh Donghae.

“Serius, Donghae. Kenapa tiba-tiba kau mengajakku dinner?” tanya Sica kemudian.

“Okay then. Sesuatu yang dimulai baik-baik juga harus diakhiri dengan baik-baik juga, bukan?” tanya Donghae balik. Sica mengangguk kecil membenarkannya.

“Kalau begitu, biarkan aku membuat perpisahan yang manis untuk kita,” lanjut Donghae.

“Perpisahan?” ulang Sica.

“Yup. Kau tidak lupa kan kalau semuanya hanya kebohongan yang kita buat sebulan yang lalu?” tanya Donghae memastikan.

Sica terdiam namun akhirnya mengangguk kecil. Ia terkejut. Hampir saja ia melupakan perjanjian yang pernah ia buat dengan Donghae sebulan yang lalu. Sebuah perjanjian yang ia bahkan tak tahu bahwa inilah akhirnya. Dan kini, ia berharap perjanjian itu tak perlu berakhir. Atau kalau perlu, tak perlu ada perjanjian itu. Ia merasakan dadanya sesak. Ia ingin menangis namun ia berusaha untuk menahannya.

Alunan musik yang semakin mellow membuat Donghae merapatkan tubuhnya dengan Sica. Ia merangkul pinggang Sica sedang gadis itu menaruh kepalanya di dada bidang Donghae. Mereka menikmati kebersamaan yang tersisa dan berharap waktu berhenti. Namun kenyataannya, itu mustahil. Mereka melepaskan diri ketika musik berhenti mengalun.

“Uhm, time to back home, Donghae. It’s almost late night,” gumam Sica. Donghae mengangguk kecil.

*

“Sleep well, Sica. And have a nice dream,” ucap Donghae sambil mengecup kening gadis itu untuk yang terakhir kalinya.

“You too, Donghae,” gumam Sica lalu berbalik memasuki rumahnya.

“Err, Sica?” panggil Donghae sebelum Sica menutup pintu gerbang rumahnya.

“Ne?” tanya Sica.

Donghae menarik Sica dalam dekapannya.

“Uhm.. Hae–”

“Let me have this moment,” gumam Donghae memotong ucapan Sica. Gadis itu hanya mengangguk kecil dan balas memeluk Donghae. Ia hampir tak bisa membendung tangisnya.

Donghae akhirnya melepas pelukannya dan menatap Sica dalam. Ia bisa melihat ada genangan air di pelupuk mata gadis itu. Ia tersenyum kecil dan mengusapnya.

“Sica..” panggil Donghae lagi. Sica hanya sedikit mendongak menatap Donghae dalam.

“Well, aku tahu aku terlalu banyak meminta. But, may I..”

Donghae tidak melanjutkan ucapannya namun semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Sica. Reflek, gadis itu menutup matanya. Donghae tersenyum merasa mendapat lampu hijau, ia pun menutup kedua matanya dan mencium bibir Sica lembut. Ia membiarkan bibirnya menempel pada bibir Sica lama hingga akhirnya Sica yang melepasnya.

“Sorry, Hae. It’s late night,” gumam gadis itu menunduk dan segera berlalu meninggalkan Donghae sendiri dalam kegelapan.

“I love you, Jessica Jung,” lirih Donghae ketika Sica menutup pintu rumahnya.

Ia menghela nafas panjang lalu berbalik memasuki mobilnya. Ia sempat melirik ke arah jendela kamar Sica yang gelap untuk terakhir kalinya.

“So long, and good night, Sleeping Beauty,” sebelum akhirnya menginjak pedal gas dan meninggalkan rumah Sica.

Di sisi lain, Sica mematung di depan jendela kamarnya. Ia bisa melihat mobil Donghae meninggalkan rumahnya. Meninggalkannya dalam keterpurukan. Perlahan, air matanya turun membasahi pipi mulusnya. Ia terduduk dan memeluk tubuhnya sendiri merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya.

*

“Ya! Jessica Jung! Ayo bangun! Wake up, girl!” seru Yuri menarik selimut yang membungkus Sica.

“Aku malas Yul. Toh hari ini aku tidak ada kuliah,” balas Sica lalu menarik kembali selimutnya hingga menutupi kepalanya.

“Hei! Bukan berarti kau tidak ada kuliah, kau langsung malas-malasan begini!” seru Yuri kembali menarik selimut Sica.

“Kwon Yul! Tidak bisa kah kau membiarkanku sendirian!?” sentak Sica sebal. Gadis itu telah bangun dan duduk di atas kasurnya dengan tatapan garang pada Yuri. Matanya merah bengkak.

“Omo~ Sica! Kau kenapa? Kenapa matamu–”

“Jangan sentuh!” jerit Sica menepis tangan Yuri yang berusaha menyentuhnya.

“Sica, what happened to you? You look so mess!” tanya Yuri khawatir.

“Bukan urusanmu, Yul,” jawab Sica tajam.

“Astaga, Sica. Ada apa denganmu? Apa yang Dong–”

“Dan jangan sebut namanya di hadapanku!” pekik Sica sambil menutup kedua telinganya.

“Sica..”

“Go on, Yul. Let me alone,” pinta Sica terisak.

“Sica.. wae geurae?” tanya Yuri mendekap Sica.

“We.. we broke up, Yul,” isak Sica.

“Sssh~ how can? Kalian terlihat baik-baik saja kemarin,” tanya Yuri yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Sica.

*

“Unnie, sebenarnya, Sica unnie kenapa?” tanya seorang gadis berambut coklat burgundy pada Yuri.

“She’s broken heart, Krys,” jawab Yuri terlihat sedih.

“Mwo? Dengan siapa? Donghae oppa? How can?” tanya Krystal, adik Sica.

“I don’t know. Sica ga mau cerita,” jawab Yuri pasrah.

“Tenang Yul, aku akan tanyakan pada Donghae hyung,” ucap Minho berusaha menenangkan Yuri.

“Kalau perlu, hajar dia, Minho!” seru Yuri frustasi.

“Unnie, jangan setega itu,” cegah Krystal.

“Dia menyakiti unniemu, Krys. Sahabatku!” pekik Yuri.

“Tapi kalau unnie melakukannya, Sica unnie akan semakin sedih,” lirih Krystal.

“Krystal benar, Yul,” ucap Minho. Yuri hanya terdiam, air matanya mengalir melihat keadaan Sica.

*

“Well, semuanya hanya kebohongan, Yul,”

“Apa kamu bilang? Kebohongan? Setelah kamu berhasil membuat Sica jatuh padamu, kau bilang itu semua hanya kebohongan belaka? Hebat kau, Lee Donghae!” seru Yuri naik darah. Hampir saja ia akan menyiram lelaki di hadapannya itu dengan minuman yang ia pesan kalau Minho tidak segera menahannya.

“Sica.. what? Fallin’ for me?” ulang Donghae kaget.

“Yes, Donghae. She’s love you! Are you happy, now?” jerit Yuri mengundang pandangan penuh tanda tanya dari pengunjung yang lain.

“Sssh~ calm down, Yul,” ucap Minho berusaha menenangkan Yuri.

“She.. love me? Sica.. love me?” ulang Donghae seakan tak percaya.

“Yes, hyung. She’s love you and now she got fever,”

“What? Oh God. This is my fault. I..–”

“You what? You j*rk!? Yeah, you are!” umpat Yuri.

“Yul!” bentak Minho sementara Yuri mulai menangis dalam dekapan Minho.

“I’m leaving,” gumam Donghae dan segera beranjak pergi meninggalkan Minho dan Yuri.

“Hyung!” panggil Minho yang tak ditanggapi oleh Donghae.

Pria itu buru-buru melangkahkan kakinya dengan cepat menuju parkiran. Dihampirinya motor besarnya yang terparkir rapi, mengenakan helmnya lalu menaiki motornya dan menyalakan mesinnya. Ia segera melesat di tengah kepadatan kota Seoul di sore hari itu.

Ia terlihat fokus dengan jalannya, namun pikirannya melayang entah ke mana. Ia merasa khawatir, bodoh, frustasi, dan pengecut. Ditambahnya laju motornya. Ia membiarkan tangannya menguasai kendali motornya dan membawanya ke mana saja sesuai keinginan alam bawah sadarnya.

Ia bisa merasakan kencangnya angin yang menerpanya hingga akhirnya ia sadar di mana ia sekarang. Ia memberhentikan motornya dan memarkirkannya di pinggir jalan. Matanya menyusuri tempat itu. Sebuah taman kota kecil, namun asri. Sebuah taman yang terletak tak jauh dari rumah gadis itu, Jessica Jung.

Donghae mati-matian menahan matanya untuk tidak menatap bangunan itu. Bangunan di mana Sica dan keluarganya tinggal. Dan ia, menangkap sosok seseorang tengah terduduk diam di bangku kayu yang berada di pinggir taman, membelakanginya. Seorang gadis dengan rambut panjang sepunggung berwarna pirang.

Ia menghela nafas. Ia merasa mungkin memang seharusnya ia selesaikan semuanya. Ia pun menyadari sesuatu bahwa ia, tak bisa jauh darinya. Bahwa ia, sangat membutuhkannya. Dan ia, sangat mencintainya.

Dilepasnya helm yang melindungi kepalanya lalu beranjak dari motornya dan menghampiri gadis yang tengah duduk di kursi kayu itu. Gadis itu terlihat menatap sunset dengan tatapan kosong sampai-sampai tak menyadari Donghae telah duduk di sampingnya dan menatapnya dalam.

Pria itu bisa melihat mata gadis itu sembab. Pipinya bahkan terlihat basah. Yang membuatnya miris, ia melihat sebulir air mata menuruni pipinya. Ia merasa sangat bersalah. Hatinya teriris melihatnya seperti ini. Donghae pun memberanikan dirinya meraih pipi gadis itu dan mengusap air mata yang mengalir membasahinya, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.

Gadis itu menatap Donghae kaget. Ia bahkan hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Air mata gadis itu justru mengalir semakin deras seakan sosok yang ada di hadapannya hanyalah ilusinya semata. Hal itu justru membuat Donghae semakin miris.

Donghae merapatkan dirinya dengan gadis itu lalu mendekapnya, memeluk gadis itu erat seolah tak ingin kehilangannya lagi. Tangisnya pecah seiring dengan isakan gadis yang berada dalam pelukannya. Ia bisa merasakan tubuh gadis itu bergetar dalam pelukannya.

“Sica.. I’m sorry,” bisiknya di telinga gadis itu. Dikecupnya puncak kepala gadis itu sayang.

“D-Don’t go,” lirih gadis itu.

“D-Don’t leave me,” pintanya lagi.

“Ne. I will never go from you,”

Gadis itu melepas pelukannya dan menatap Donghae dalam.

“Promise me, Hae.”

“I promise.”

Donghae balas menatap Sica dalam. Ia meraih pipi gadis itu dan mengusapnya lembut.

“Don’t cry. Dry your tears cause I’m here always, for you,”

Sica mengangguk kecil dan memaksakan sebuah senyum kecil namun tulus. Donghae pun membalas senyum Sica tanpa melepas tatapannya. Ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Sica hingga hidung mereka bersentuhan. Sica memejamkan kedua matanya begitu pula Donghae dan akhirnya, bibirnya pun mendarat di bibir Sica seiring dengan sang surya yang kembali ke peraduannya.

=FIN=

naah~ ini dia lanjutannya. jadi, gimana menurut kalian? ancur kah? menurutku koq agak kurang tuntas ya? agak gantung gitu :s
ahahaha. tapi sudahlah. kapan sih aq bisa bikin ff oke? /bodor XDD
the only one I can say is, I hope you all like it u.u😄

thanks for reading😀

  1. 12 April 2011 pukul 4:11 pm

    Wow,keren bgttt chingu…Aq suka pass Adegan dansa gitu…
    Disitu Haesica Romantiss bgtt…
    Keke” aq jdi senyum2 sndiri nih ng’bacanya..0yah,dsini pairing minyul’nya jg cocok bgt…
    Nice EF deh…

    • 15 April 2011 pukul 8:57 pm

      ehehehe. makasih.
      yg part dansa itu hanya berusaha memenuhi keinginan Jessie buat dansa sama Donghae.. walau lewat ff. hahaha /ditabokSica XDD
      oh ya? senyum2 sendiri chingu? ati2 ada yg ngira… /ditendang😄
      hehehe. itu soalnya pas bayangin MinYul aja. kkekeke

      hhehehehe. makasih ya chingu udah baca and coment😀

  2. 12 April 2011 pukul 6:24 pm

    iih.. trik baru ajah mw protes kalo tante es ama om ikan putus -.-”
    eh gg jdi putus😄
    uwoo.. romantisssssss… trik pngen kyk gtu juga ama kyuuuu *duuuaaaggghhh*
    keren rin *trik panggil rin gpp kan?* feelny dpt bgd😀
    trik suka gaya bhs yg km pake😀

    • 15 April 2011 pukul 9:04 pm

      hohohoho~ takkan kubiarkan itu terjadi, Trik XDDD
      mau sama Kyu, Trik? ahahahhaha. bisa koq bisaaa~ silahkan cuci kaki, cuci tangan, dan pergi ke alam mimpiiii~ /plaaaks XDD

      hohoho. silahkan panggil saya apa saja asal nyambung ama nama. wkwkwk XDD
      huekekekeke. feelnya dapet? pas ngetik lagi full of emotions, mana ngurung diri di kamar. jadilah sebuah ff ini. ehehehe XDD
      gaya bahasa? padahal menurutku itu bahasanya rada gimanaaaa gitu~ /maklum, pecinta kesopan santunan XDDD

      thanks Trik for reading and comments~<3

  3. IceFishy Linda
    13 April 2011 pukul 1:43 pm

    Win aku suka banget ama konsepnya sica aama donghae yg kaya gini xD BAHASANYA JUGA OKE Xd

    • 15 April 2011 pukul 9:06 pm

      hyuuuuuuuu~ padahal konsepnya itu basi banget lhooo~ kkekeke~ thanks Linda~😀
      bahasa? aduuuh~ padahal itu bahasanya rada kurang sopan lho~ >,< tapi ya gapapa juga sih. hahaha XDD

      thanks Linda for reading and comment😀

  4. gorjess_spazzer
    13 April 2011 pukul 4:32 pm

    bguz……….
    Syukur dc sica eomma blikan sma Ikan…
    Dsar ikan babo!! Brani2nya mmbuat eomma ku mnangis… Tpi,, sdahlah… Yg pnting udh blikan gy..
    Horeeeeeee*jingkrak2*
    ku pkir msih blom ad’ lnjutannya… Hhe:p

    • 15 April 2011 pukul 9:08 pm

      bahahaha. ayo kita panggang ikan yg udah bikin uri Sica nangis! hahaha /dipanggangduluansamaHae XDDD
      hahaha. kan aq udah bilang minggu depan :p
      ketipu nih yeee~ /dihajar XDDD

      makasih udah baca dan komen😀

  5. Kim_S♥ne Yulsic
    27 April 2011 pukul 7:29 pm

    HaeSica jjang .
    ff mu selalu so sweeeeeet saeng^^
    jd bangkit lg haesic shipper qu .
    pdhl kmrn sempet dwon gara hae telpon”an ma yeoja laen .
    tegaaa na kau oppa .
    sungguh tega.

    • 2 Mei 2011 pukul 10:14 pm

      ah~ jangan ingatkan aku pada hal itu, eonni. aku bahkan tak mau nonton videonya. cukup mendengar dari kata orang2 di luar sana T.T /lebay😄
      ayo eonni jangan down! tetap percaya pada HaeSica! they’ll back! kekeke XDDD

      thanks ya eon, udah baca and komen😀

  6. 29 April 2011 pukul 5:16 pm

    haesica haesica
    love haesica love so much
    suka deh sama ceritanya good

  7. Arya SuperSHINeeGeneration
    18 Mei 2011 pukul 11:25 pm

    Hua!
    So sweet banget chingu!
    Nangis bca na!
    Daebak!

  8. winda leemunhee
    25 Mei 2011 pukul 4:21 pm

    so sweeeeeeeeeeetttttttttttttt
    untung haeppa cepet sadar kalo gak, kasian sica eonniT.T

  9. 1 Juni 2011 pukul 8:07 pm

    so sweet……………….
    seneng deh akhirnya happy ending^^

    • 5 Juni 2011 pukul 6:38 am

      yuppps~ akhirnya happy ending😀
      thanks for reading and comment😀

  10. raa
    22 Juni 2011 pukul 11:55 pm

    huwaaa, lm g mmpir ksni, tnyata da lanjutanny..
    bgus bgt, jd snyum2 ndiri bcany, haha😀

  11. decha
    9 Oktober 2011 pukul 10:18 am

    hai aqw reder baru nie…
    wah co cwet…bgt…

  12. 22 Februari 2013 pukul 9:37 pm

    Daebakk chingu ^^ aku suka pairing sama alur ceritanya ^^

  13. vankaka
    17 November 2014 pukul 8:11 pm

    Daebak!! keren banget
    alurnya pas, saya suka saya suka
    keep writing..!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: