Beranda > fanfiction, whyenda_arinka > [2/4] The Journey Of Love Story

[2/4] The Journey Of Love Story

Title : The Journey Of Love Story
Length : 2 of 4
Genre : AU, Angst, Romance, Friendship
Rating : PG-13
Main Casts : Super Junior Lee Donghae, SNSD Jessica Jung
Other Cast(s) : (In this chapter) Cho Soohyun(OC), Super Junior Cho Kyuhyun, SNSD Choi Sooyoung, Super Junior Kim Kibum, SNSD Kim Taeyeon, Super Junior Park Jung Soo(Leeteuk)

Disclaimer : Own nothing but the story

a/n : maap updatenya lama banget /deepbow/ tapi yang ini panjang kokkk~ /ngerayuceritanya/😄 semoga suka yaa~ :3 oh ya! di chap ini, banyak flashbacknya. moga2 ga bingung ya~ happy reading~ ^^

————-

Jessica menghentikan laju mobilnya di sebuah taman di pinggiran kota. Ia mematikan mesin dan berjalan keluar dari mobilnya untuk menghirup udara segar.

Saat ini, di otaknya tengah berkecamuk berbagai macam pikiran yang membuat perasaannya campur aduk. Diusapnya sisa-sisa air mata di pipinya lalu berjalan menuju sebuah bangku taman dan duduk di sana. Dilihatnya anak-anak kecil yang tengah sibuk bermain riang gembira dengan orang tua mereka. Air matanya kembali mengalir, memikirkan betapa bahagianya menjadi seorang anak kecil.

Ia mengangkat tangannya tepat di pergelangan untuk mengusap air matanya yang mengalir ketika ia menyadari sesuatu melingkar di sana. Ia menerawang menatap benda yang melingkari pergelangan tangannya itu. Sebuah gelang perak. Sebuah gelang yang memiliki pasangan dan pasangannya berada di—Donghae.

Tanpa bisa dicegah, kenangan-kenangan mereka kembali terputar dalam otak gadis itu.

‘I give you this. Keep it well, arasseo!? Oh! I have the couple too!’
(Aku berikan ini padamu. Jaga baik-baik, oke!? Oh! Aku juga punya pasangannya!)

‘So–it’s a couple bracelets?’

‘Yes, it is! You like it?’

‘Why don’t you buy a padlock and key necklace instead? I’ll wear the padlock one, and you the key one,’
(Kenapa kamu nggak beli kalung gembok dan kunci? Aku yang pakai gembok dan kamu yang kunci)

‘What for? To open up your heart? What’s the use for me to buy a key to open up your heart while I’m the only one key to open up your heart?’
(Untuk apa? Untuk membuka hatimu? Apa gunanya untukku membeli kunci untuk membuka hatimu kalau aku adalah satu-satunya kunci untuk membuka hatimu?)

‘Yah! Leave me alone!’ she yell at him (ia berteriak padanya).

‘Yah! Leave me alone!’ he said imitating her (ucapnya menirukan ia). ‘You know the answer, I will not (Kamu tahu jawabannya, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri)–’

‘Why?’

‘Because–I wanted to be the one who standing beside you while the world aren’t (Karena–aku ingin menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sampingmu ketika yang lainnya tidak).’

‘You know? You aren’t supposed to be a girl (Kau tidak seharusnya menjadi cewek). You’re totally boyish (Kamu sangat tomboy)! I wonder if you’re a boy, may be you’ll look as handsome as me (Menurutku, kalau kamu cowok kamu akan setampan aku). And also as cool as me,’

‘Keep on dreaming. I’ll be more handsome and cool than you (Teruslah bermimpi. Aku akan lebih tampan dan keren daripada kamu),’

‘Well–may be. But—after all, I’m the most handsome guy in your heart, right!?’

‘What a narcissist.’

‘I am.’

“Mma~” suara seorang anak lelaki berumur hampir 1 tahun membuyarkan lamunannya. Buru-buru ia menghapus air matanya.

“N–eh? Soohyun-ah?” kagetnya lalu berlutut di depan anak yang dipanggilnya Soohyun tadi.

“Mma~ ma~ ma~!” racau Soohyun seolah ia tengah menceritakan sesuatu pada Jessica. Kedua tangan mungilnya menggapai-gapai, meminta digendong.

Mengerti akan keinginan Soohyun, Jessica menggendong anak kecil itu dan beranjak. Matanya berkeliling taman tersebut mencari seseorang sementara mulutnya bertanya pada anak kecil dalam gendongannya yang terlihat tertarik pada penjual es krim.

“Soohyun-ah, kau ke sini dengan siapa? Soohyun-ah?” tanyanya.

Ia mengikuti tangan mungil yang menunjuk-nunjuk penjual es krim di belakang Jessica. Gadis itu segera berbalik dan menyadari apa yang diinginkan keponakan kecilnya itu.

“Arasseo. Ahjumma belikan satu,” ucapnya kemudian dengan senyum manis pada keponakannya itu.

Baru saja ia akan melangkah menghampiri penjual es krim, namun sebuah tepukan di bahunya menghentikan langkah gadis itu. Ia berbalik dan mendapati pria yang lebih tua beberapa tahun darinya. Tangan kecil Soohyun segera menggapai-gapai pada pria itu.

“Kyuhyun-ah,” ucap Jessica.

“Hei, kau ingin membawa kabur anakku, hah?” tanya Kyuhyun dengan nada bercanda. Ia memberikan permen kapas di tangannya pada Soohyun, anak lelakinya.

“Mwo? Sembarangan! Salahmu sendiri membiarkan anakmu tanpa pengawasan,” gerutu Jessica tak terima membuat Kyuhyun tertawa. “Mana Sooyoung?”

“Ah~ dia sedang di rumah. Kau tahu? Soohyun menghancurkan dapurnya dan ia menyuruhku membawa Soohyun pergi sementara ia membereskan dapurnya,” celoteh Kyuhyun sambil ikut memakan permen kapas Soohyun.

“Yah!” seru Jessica sambil memukul tangan Kyuhyun yang akan mengambil permen kapas, “It’s Soohyun’s!”

“But I want to~ (Tapi aku juga mau~)” rengek Kyuhyun.

“Get yourself one then! (Kalau begitu, beli sendiri!)” ucap Jessica.

“Arra, arra,” gerutu Kyuhyun.

“By the way, Jess–what are you doing here?”

“Me? Err–nothing,”

Drrt.. Drrt.. Ponsel mungil milik Kyuhyun bergetar pelan, menandakan ada sebuah sms masuk. Kyuhyun mengeluarkan ponsel tersebut dari saku jeansnya sementara Jessica sibuk bermain dengan keponakan kecilnya itu.

“Jess–I have to go back home. Want to come? (Aku harus pulang. Mau ikut?)” tawar Kyuhyun sembari memasukkan ponselnya kembali ke saku jeansnya.

“Sure,” jawab Jessica.

“Let me ride your car (Biar aku saja yang menyetir),” ucap Kyuhyun sambil menengadahkan tangannya.

Jessica menyerahkan kunci mobilnya dan berjalan menuju Audi A5 putihnya yang terparkir tak jauh dari mereka. Gadis itu duduk di kursi penumpang sementara Kyuhyun duduk di kursi kemudi. Soohyun yang berada dipangkuan Jessica terlihat sibuk memakan permen kapasnya sambil sesekali memainkannya. Jessica menatap Soohyun dalam diam.

“Kyu–” panggil Jessica tanpa mengalihkan pandangannya dari Soohyun membuat Kyuhyun melirik sebentar ke arah gadis itu, “Why am I so stupid?”

Mendengarnya, Kyuhyun mengembangkan seringainya, “I do always asks in my mind, why are you so stupid? (Aku juga selalu bertanya, kenapa kamu sangat bodoh?)”

Walau begitu, Jessica tetap diam. Gadis itu menghela nafas panjang, seolah tidak terlalu memikirkan apa yang diucapkan Kyuhyun–atau bahkan menganggap ia tak mendengarnya.

“Well, Jess–if you don’t know something, just ask to clear that thing, you know? (Well, Jess–kalau kamu tidak tahu tentang sesuatu, tanyakan saja untuk memperjelasnya, kau tahu?)”

“How if I can’t?”

“You must tried hard before giving up, Jess–just believe in yourself (Kau harus berusaha keras sebelum menyerah, Jess–hanya percaya diri),”

“Yah! That’s my words!”

“Hahaha,”

*

“Ah, Sica! You’re here,” sapa wanita berpostur tinggi ketika Jessica memasuki rumah Kyuhyun. Wanita itu mengambil Soohyun dari gendongan Jessica, “You didn’t made your aunt in trouble, did you (Kau tidak membuat tantemu dalam masalah, kan)?” tanyanya pada Soohyun yang tertawa.

“No, he didn’t, Soo.” Jawab Jessica sambil mencubit gemas pipi Soohyun.

“So–what bring you here (Jadi–apa yang membawamu kemari)?” tanya Sooyoung pada Jessica sambil berlalu menuju dapur.

“Hmm–your husband–” jawab Jessica sambil melihat berkeliling. Sooyoung hanya mengangguk-angguk kecil.

“Jess, come here!” seru Kyuhyun. Kepalanya muncul secara tiba-tiba dari ruangan di samping dapur.

Jessica menoleh pada Sooyoung dengan tatapan bertanya-tanya sedang wanita yang menggendong anak kecil tersebut hanya mengedikkan kepalanya ke arah ruangan di mana kepala suaminya menghilang. Jessica menghela nafas panjang.

“Go on–”

Jessica mengangguk dan berjalan menuju ruangan di samping dapur dengan pintu kaca berwarna hitam gelap. It’s Kyuhyun’s room. A room where he kept all his wines (Ruangan di mana ia menyimpan semua winenya). Batin gadis itu. Ia mendorong pintu kaca itu hingga terbuka dan menutupnya lagi. Ia berbalik sambil menatap kesekelilingnya. Ruangan kecil itu terkesan classy dengan cahaya kuning yang sedikit remang-remang. Wallpapernya yang berwarna coklat krem memberi kesan tenang.

“I hadn’t any Tequilla– (Aku tidak punya Tequilla–)” ujar Kyuhyun dibalik meja bar sambil membuka setiap lemari yang ada, “I only have Cocktail, Sherry, Gin, Vodka, Vermouth, Silver Bullets–”

“Vodka–”

“Hng?”

“Give me Vodka,”

Kyuhyun mengangguk lalu mengambil sebuah botol dari salah satu lemari. Ia berbalik untuk mengambil dua buah gelas sloki dengan kaki tinggi yang tergantung di dinding. Setelah itu ia kembali berbalik ke meja bar di mana Jessica sudah duduk di salah satu kursinya. Ditaruhnya salah satu gelas dalam genggamannya di hadapan Jessica dan satu lagi di depannya.

Sambil menuangkan Vodka ke dalam gelas ia berkata, “You know–you can come to me whenever you want, Jess (Kau tahu–kau bisa datang padaku kapanpun kau mau, Jess)–”

“I am–” Jessica tertawa kecil membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Not just come, Jess–but tell me everything too (Tidak hanya datang, Jess–tetapi juga menceritakan semuanya),”

“I’ll spill it out whenever I got drunk–just trust me. And I bet, you still not get drunk when I was (Aku akan menceritakan semuanya ketika aku mabuk–percaya deh. Dan taruhan, kau masih belum mabuk ketika aku sudah mabuk),” kembali gadis itu terkekeh.

“Yeah yeah yeah–” said Kyuhyun rolling his eyes.

*

“Yah–sleepyhead! Wake up!” terdengar teriakan seseorang di telinga Jessica yang masih terpejam. It’s Sooyoung.

“Hey! Wake up now! Don’t make any bad exaple to my son (Jangan membuat contoh buruk untuk anakku)!” seru Sooyoung lagi.

“Okay, I’m awake–ouch!” gerutu Jessica memegang kepalanya yang serasa dihantam godam.

“Hangover, eh?”

“Neh–”

“Now, get your butt off here and take a bath! I’d prepared you sandwich and painkiller in dinning room (Sekarang, bangun dan mandi! Aku sudah menyiapkan sandwich dan obat penghilang rasa sakit di ruang makan),”

“Eish–” Jessica murmured “Where’s Kyuhyun? Is he still sleep?”

“No, he woke up early today,”

“Why? Isn’t it Saturday?”

“Yeah–he need to meet someone,” ucap Sooyoung sambil menarik tangan Jessica, “Now, GET UP!”

“I’m home~” terdengar suara pria dari luar kamar membuat Jessica segera berdiri tegak.

“KYUHYUN!” teriak gadis itu lalu segera berlari–dengan sedikit terhuyung-huyung–menghampiri Kyuhyun.

“Hei, Jess–just woke up, eh?” tanya Kyuhyun ketika melihat Jessica keluar dari kamar dengan terhuyung-huyung. Ia menegak air mineral yang baru saja diambilnya.

“Hangover?” tanyanya lagi yang tak dihiraukan Jessica yang tengah memegang kepalanya yang terasa sakit. Kyuhyun mengambil air mineral lagi dan memberikannya pada gadis itu.

“Don’t mind that–” ucap Jessica menegak air mineralnya, “Where have you been?”

“Somewhere–”

“Yah! Tell me!”

“You won’t hear it–”

“Kyuhyun-ah! I’m serious!”

“Sica, just trust him that you won’t hear it–” ucap Sooyoung yang sedari tadi mengikuti Jessica.

“Oh no–”

*

Donghae menatap layar kaca di depannya dengan tatapan kosong. Saat ini, ia sedang berada di apartementnya. Hari minggu memang hari libur. Dan bagi Donghae, ada yang kurang di minggu pagi ini. Biasanya, ia akan melihatnya memasak sarapan. Atau setidaknya–berada di sampingnya menonton tv atau tertidur dalam pelukannya. Dan baginya, hari minggu ini terlalu kosong untuknya. Terlalu hampa.

“Hyung–” Donghae menoleh dan mendapati seorang pria yang lebih muda setahun darinya berdiri sambil memegang beberapa lembar kertas, “Are you hear me?”

“Eung–what did you said, Kibum-ah?” tanyanya.

Pria itu, Kim Kibum, menghela nafas panjang.

“Hyung–I asked you, is everything setted up perfectly cause a month again– (Hyung–aku bertanya, apakah semuanya tersusun dengan sempurna karena sebulan lagi–)”

“Just trust me–okay? I’ll handle it as great as Kyuhyun and Sooyoung’s– (Percaya padaku–oke? Aku akan mengaturnya sehebat milik Kyuhyun dan Sooyoung–)”

Kibum menghela nafas berat, “Hyung–anything bothering you (ada yang mengganggumu)?”

Donghae terdiam mendengar pertanyaan dongsaengnya itu. Ia menatap lurus ke tembok di belakang Kibum, seakan tembok itu merupakan objek yang sangat menarik sementara pikirannya sendiri melayang pada kejadian yang mengusik sabtu paginya. Sesaat sebelum Kibum sampai di apartementnya.

‘You promised me to take care of her! You promised me you’ll never break apart her heart! But what did you have done!?’
(Kau berjanji padaku untuk menjaganya! Kau berjanji padaku kamu tidak akan menyakitinya! Tapi apa yang telah kamu lakukan!?)

‘Kyu, it’s not–’

‘YOU! You know she’s too precious for me! At least, one of my precious thing! If only I know everything would turn like this, I’ll wait for her a little longer!’
(KAU! Kau tahu dia sangat berarti untukku! Setidaknya, salah satu darinya! Kalau saja aku tahu semua akan menjadi seperti ini, aku akan menunggunya lebih lama!)

‘It’s a misunderstanding, Kyu!’

‘And how do you think I will care?’
(Dan bagaimana kau berpikir aku akan peduli?)

‘Please–trust me, Kyu–’

‘I was! And you made me can’t trust you anymore!’

‘I don’t know who is she! I really am!’

‘You don’t have to explain me everything. I’m not the one who misunderstood,’
(Kau tidak perlu menjelaskan semuanya padaku. Bukan aku yang salah paham)

‘Kyu–’

‘Happy 2000nd day–’

‘What?’

‘She’s here yesterday to say it. To celeberate with you–’
(Ia di sini kemarin untuk mengucapkannya. Untuk merayakannya denganmu–)

“Hello~ hyung~ earth calling you–” panggil Kibum membuyarkan lamunan Donghae.

“Oh–uhm–sorry,” Donghae murmured.

“Hyung–tell me what happened earlier (Hyung–ceritakan padaku apa yangterjadi tadi),”

“Huh?”

“When Kyuhyun came here,”

“That–”

*

TING TONG. Terdengar suara bel berbunyi dari luar.

“Soo–buka pintunya,” ucap Kyuhyun yang terdengar seperti sebuah perintah. Ia tengah sibuk bermain PS3nya di ruang tv. Matanya seolah tertempel pada layar kaca di depannya.

“Yah! I can’t! I’m cooking!” seru Sooyoung dari dapur.

“I’ll get it!” seru Jessica yang sedang bermain bersama Soohyun.

Gadis itu membawa Soohyun dalam gendongannya lalu berjalan menuju ruang tamu dan membuka pintu. Seorang wanita dengan rambut pendek sebahu dan seorang pria dengan rambut coklat keemasan berdiri di balik pintu tersebut. Perut wanita berambut pendek itu buncit, ia tengah hamil.

“Yah–Jung Jessica!” seru si wanita begitu melihat siapa yang membuka pintu rumah Kyuhyun dan Sooyoung.

“Aigo Taeng–apa begini caramu bertamu ke rumah seseorang?” tanya Jessica kesal. Tangan kanannya mengusap telinganya yang terasa berdenging.

“Sorry–” gumam Taeyeon.

“Annyeong, Soohyun-ah~” sapa pria yang datang bersama Taeyeon. Ia melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah imut Soohyun.

“Soohyun-ah, ayo katakan ‘halo ahjussi Leeteuk’, kajja,” titah Jessica membimbing Soohyun.

“Oo~ Ssi Ttuk~” ucap Soohyun menggemaskan membuat pria bernama Leeteuk itu mencubit pipi Soohyun pelan.

“Annyeong, Soohyun~ ahjumma bawa biskuit kesukaanmu. Ini–” celoteh Taeyeon lalu mengambil sebuah biskuit dari kotak yang berada dalam tasnya dan memberikannya pada Soohyun.

“Ayo masuk, Leeteuk oppa, Taengo,” ucap Jessica kemudian mempersilahkan keduanya masuk.

“Siapa, Sica?” tanya Sooyoung dari dalam.

“TaeTeuk!” seru Jessica singkat lalu mengajak pasangan tersebut ke ruang tv di mana Kyuhyun masih sibuk bermain PS3.

“Aigo Kyuhyun-ah! Kau sudah punya anak! Masa kau masih main PS? Apa kau biasa meninggalkan anakmu sendirian dan bermain gamemu?” tanya Leeteuk sambil menggelengkan kepalanya.

“Blah blah blah–” dan itulah selanjutnya yang didengar oleh yang lain karena Leeteuk mulai menceramahi Kyuhyun, yang tentu saja tidak ditanggapi oleh si objek penceramahan.

“Sica, why didn’t you tell me (Sica, kenapa kau tidak menceritakannya padaku)?” tanya Taeyeon ketika keduanya telah duduk di meja makan bundar yang letaknya dekat dengan dapur. Soohyun duduk di pangkuan Jessica sambil memakan biskuitnya.

“You know it already, that’s why I didn’t tell you (Kau sudah tahu, itu kenapa aku tidak menceritakannya padamu),” jawab Jessica lalu tertawa kecil.

“Tsk! I know because Sooyoung told me. Even Sooyoung knew it from Kyuhyun (Tsk! Aku tahu karena Sooyoung menceritakannya padaku. Bahkan Sooyoung tahu dari Kyuhyun),” gerutu Taeyeon.

“Ma–ma–ma–” si kecil Soohyun berceloteh sambil menepuk-nepuk perut buncit Taeyeon. Seolah ikut bercerita bersama kedua ahjummanya.

“Aigoo Soohyun-ah, jangan kau pukul. Nanti adik di dalam sini menangis,” ucap Taeyeon lalu menaruh telapak tangannya di depan perutnya sehingga Soohyun kini menepuk-nepuk telapak tangan Taeyeon.

“Ja? Na–ma–ma–nna!”

Dan kemudian, Taeyeon sibuk mengajak bicara Soohyun tentang anak dalam kandungannya. Sementara Soohyun sendiri akan tertawa-tawa seolah mengerti apa yang diceritakan Taeyeon karena wanita itu menggunakan ekspresi lucu yang membuat siapapun yang melihatnya tertawa. What a dork. Pikir Jessica.

Tiba-tiba, pikiran gadis itu kembali melayang ke hari-hari di mana mereka berkumpul di sini. Ketika Taeyeon dan Sooyoung sibuk meladeni Soohyun yang seolah meminta diceritakan banyak hal. Ketika Leeteuk sibuk menceramahi Kyuhyun yang tetap bergeming dengan PS3nya, seakan Leeteuk tengah menceritakan dongeng yang membosankan untuknya. Justru akhirnya, Leeteuk menyerah lalu ikut bermain PS dengan Kyuhyun. Dan–ketika ia duduk memperhatikan Taeyeon dan Sooyoung bercerita untuk Soohyun dalam pelukan Donghae. Mendengar bisikan lembut di telinganya dari Donghae.

‘You see–he’s cute,’ Donghae whispered on Jessica’s ear.
(‘Kau lihat–dia lucu,’ bisik Donghae di telinga Jessica)

‘Hmm–’

‘Don’t you want some?’ he asked then kissed her cheek.
(‘Apa kamu tidak mau memilikinya?’ tanyanya lalu mencium pipinya)

‘I do,’

‘Let’s make it now!’

‘Yah! Not now!’

‘But I want some, RIGHT NOW!’ he sounded like a 5 years old boy.
(‘Tapi aku mau, SEKARANG JUGA!’ ia terdengar seperti anak kecil berumur 5 tahun)

‘Yah! That’s my words!’ she pouted.
(‘Yah! Itu kata-kataku!’ ia menggembungkan pipinya)

‘So–you mean that you’re the only one who’s allowed to says those words, huh, Bossy girl?’ he teased then pinched her cheek.
(‘Jadi–menurutmu hanya kamu yang boleh mengatakan kata-kata itu, huh, Bossy girl?’ godanya lalu mencubit pipinya gemas)

‘Yah!’ she yelled made Donghae giggled.
(‘Yah!’ teriaknya membuat Donghae tertawa)

“Sica~ earth calling you~!” seru Sooyoung mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan Jessica.

Gadis itu terbangun dari lamunannya dan memaksakan sebuah senyum miris. Kemudian, ia merasakan pipinya basah. Ia menangis seiring lamunannya kembali berputar cepat di otaknya. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Merintih pelan. Membuat Sooyoung dan Taeyeon khawatir. Soohyun—si kecil satu ini berteriak-teriak seolah ikut merasakan sakit yang dirasakan Jessica. Ia menjerit lalu merangkul leher Jessica seakan ingin menenangkan ahjummanya, membuat perhatian Kyuhyun dan Leeteuk beralih.

“JESSICA!”

*

Donghae berbaring di kasurnya dengan tatapan menerawang ke langit-langit kamarnya. Ia menatap hamparan putih di atasnya sembari otaknya memutarkan kenangannya bersama Jessica. Kenangan ketika mereka melewati malam-malam indah dan terasa singkat bersama. Ketika ia menyandarkan kepalanya di bahu Jessica. Ketika ia berbaring di paha gadis itu. Ketika keduanya menatap matahari di sore hari yang menghilang di balik bangunan tinggi di balkon kamarnya hingga akhirnya bintang dan bulan muncul menggantikan matahari menyinari langit malam. Ia tersenyum kecil. Senyum penuh keperihan.

‘Ah–I feel like my head is heavy–’ he whined like a little boy.
(‘Ah–rasanya kepalaku berat–’ rengeknya seperti seorang anak kecil)

‘Lend on my shoulder now before it’s rolling on the floor!’ she said made him laughed but then, he lended on her shoulder.
(‘Sandarkan kepalamu di bahuku sekarang sebelum kepalamu menggelinding di lantai!’ serunya membuat ia tertawa tapi kemudian, ia menyandarkan kepalanya di bahunya)

He was lied on his bed with his head on her thigh while Jessica’s hand were caressed his hair. He stared at her with concern. (Ia tengah berbaring di kasurnya dengan kepalanya berada di paha Jessica sedang tangan Jessica memberlai rambutnya. Ia menatapnya dengan serius)

‘I wish, time would stop right now–in this time–’
(Aku harap, waktu berhenti saat ini–di waktu ini–)

‘Why?’ she asked.

‘Because I want to see your face–only,’

‘Look, Donghae! That star shining brightly!’ she said as she pointed a star.
(‘Lihat, Donghae! Bintang itu bersinar terang!’ serunya sambil menunjuk sebuah bintang)

‘Where? I couldn’t see it,’ Donghae asked. He doesn’t look at the sky but at Jessica’s face.
(‘Mana? Aku tidak dapat melihatnya,’ tanya Donghae. Ia tidak melihat ke langit tapi pada wajah Jessica)

‘It’s there, Donghae,’ she answered. Her hand still pointed at a star in the east sky.
(‘Di sana, Donghae,’ jawabnya. Tangannya masih menunjuk ke sebuah bintang di langit timur)

‘Aish–how can I see bunch of stars out there if the most bright star in my heart was in my embrace?’ he said made Jessica blushed.
(‘Aish–bagaimana aku bisa melihat ribuan bintang di sana kalau bintang yang bersinar paling terang di hatiku berada dalam pelukanku?’ ucapnya membuat wajah Jessica memerah)

‘I love you–’ he said as he planted a deep kiss on her lips.

Donghae kembali tersenyum mengingat kenangan tentang Jessica yang begitu banyak di sekitarnya. Ke manapun ia pergi, ke manapun ia melangkah, kenangan tentang Jessica pasti bersamanya. Ketika ia menonton tv, makan, tidur, bahkan di setiap hembusan nafasnya, selalu ada bayangan Jessica dalam otaknya.

Perlahan, air mata Donghae jatuh menyusuri kedua pipinya seiring kenangannya bersama Jessica terputar cepat dalam otaknya. Ia tidak menghiraukan air mata yang membasahi pipinya. Baginya, air matanya yang keluar itu tidak seberapa dengan kenangan yang ia miliki bersama Jessica. Tidak sebanding dengan rasa rindunya pada Jessica. Juga tidak sesesak dadanya yang terasa sempit setelah Jessica meninggalkannya. Seakan ia tak bisa bernafas dengan baik tanpa gadis itu. Yes. She’s his oxygen. He can’t live a day without her.

-TBC-

nah-ah, gimana? puas kah? atau justru ngerasa boring? O.o
kalo boring sih, percaya2 aja. lha wong 12 halaman ms.word. wkakaka /digampar😄
sekali lagi, maaf ya ngepostnya lama juga aku ga bisa balesin komentarnya satu2. soalnya inetku bener2 lemot dan—aku ga punya banyak waktu. geez -.-

anyways, thanks for reading, guys ^^

  1. gorjess_spazzer
    19 Juni 2011 pukul 5:51 am

    aduuuhh…
    Jadi,, awalnya kyu itu pernah suka sama nae eomma yah?? Ckckck..
    Iiiikan.. Iiikan..
    Sudah syukur di pilih nae eomma jadi namja chingunya==
    aduuuhh..
    Ngebaca part ini bikin aku mau nangis#alay.com
    ..
    Panjang?? Kok gak berasa yah?#plaks😄
    ehehe…
    ..
    Lanjuuuuuuuttt…
    Fighting!!^^

  2. 19 Juni 2011 pukul 5:59 am

    Bagus de….!!😄
    td abis bca yg part 1 nya….
    Kalo Jessi dengan karakter kayak gt sih msh bisa byanginnya…
    Kan dia emg rada yadong *dor TT_TT
    Tp kalo donghae rada susah sih..😄

    Yah… Salah Paham u,u Who is she? Yg nyium Hae??
    Tp kalo dipikir, yang salah juga mereka berdua sih, apaan coba masa hubungan mereka gitu,, udah 5 tahun lagi, apa gak makan hati? TT_TT

    Well,
    ada KyuYoung..😄

  3. IceFishy Linda
    19 Juni 2011 pukul 6:33 am

    T.T win bsok lagi b.ing nya jangan susah2 /plak ada sebagian yg gaditranslit xp oia kayanya si ceweknya itu hara ya? :o/soktau

  4. 19 Juni 2011 pukul 10:23 am

    haaaa sedih😦
    kenapa ga donghae minta balikan aja?
    bagus bagus, lanjutin yaaah😀

  5. Liah icesicaforever
    19 Juni 2011 pukul 2:09 pm

    Yaaah,
    q tlat bca’y….
    Chingu kyu dlu prnh ska sica unnie y?trus kyu ngrlain sica unnie sma hae y?
    Mkin seruu,
    lnjut yaaaa….

  6. icelfhisy wife
    20 Juni 2011 pukul 12:26 pm

    omoooonaaaa part ini sedih
    masih penasaran sama cewe yang kiss hae.
    ayoooo dong balikan ajaaaaa haesica
    lanjut lanjut

  7. Kim_S♥ne YulSica
    21 Juni 2011 pukul 9:37 am

    knpa haesic blm baekan .
    it kyu dulu suka ma sica ?!
    aduh kyu knpa qm salalu menganggu haesic *pleetak d lempar sepatu ma kyu*
    jujur sya k e c e w a ma hae oppa .
    kakak ipar buruan gih mnt maaf ma unnie qu .
    unnie qu asli masih 1000% suka ma qm .

  8. raa
    24 Juni 2011 pukul 1:23 am

    hoo, tnyata kyu dluny suka ma sica,
    msi pnasaran ma yg nyium hae..
    dtnggu lanjutanny..

  9. 18 Juli 2011 pukul 1:20 pm

    Aduhh, sica unnie, ini cuman salah paham doang… Kekeke, wah,,, ada kyu jg nih,,, seru seru seru…

  10. DELI dewi
    12 Desember 2012 pukul 6:39 pm

    sebenarnya masalhnya gak rumit-rumit amat,cuma salh paham aja,tapi kenapa nyesek banget,,author punter banget yah bikinya! BAGUS^^
    sohyunya lucu!

  11. 21 Juli 2013 pukul 11:31 am

    Hello exceptional blog! Does running a blog such as this take a lot of work?
    I have very little expertise in coding but I was hoping
    to start my own blog soon. Anyways, if you have any ideas or tips for new blog owners
    please share. I understand this is off topic however I simply had to ask.

    Thank you!

    • 21 Juli 2013 pukul 6:38 pm

      I’m sorry to disappoint you, but I dont really take a good care of this blog so it doesn’t take a lot of work. Sure I update frequently but I don’t really care about its appareance, tbh. I edit it all using widgets that wordpress provide. And I’m really sorry because I don’t have any tips. As you can see, there’s nothing great about this blog. Once again, I’m so sorry.

  12. vankaka
    17 November 2014 pukul 6:42 pm

    ternyata kyu sempat suka sica? wah wah
    haesica sama” menderita tuh..
    ada TaeTeuk!!!
    knp kyuyoung? seokyu ajah *justkidd

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: