Beranda > drabble, fanfiction, whyenda_arinka > Drabble Collections

Drabble Collections

Well—I’m back with some drabbles. aku lagi ga bisa bikin oneshot. lagi ga produktif /plak hahaha😄
di sini ada 6 drabble and—hope you like it guys ^^
happy reading~😀

Moment of Silence
Donghae/Jessica; Donghae-centric
270 words

Donghae berjalan melewati lorong sekolahnya yang mulai sepi. Pikirannya melayang tanpa arah dan tujuan. Beruntung jam sekolah sudah usai sejak tiga jam yang lalu. Selain tak ada siswa yang mungkin akan tertabrak olehnya, entah kenapa, ia akhir-akhir ini lebih senang sendiri.

Langkahnya terhenti sekitar dua langkah dari pintu perpustakaan yang masih terbuka, menunjukkan ruangan yang berisi koleksi buku itu, belum ditutup. Dengan kata lain, masih ada orang di dalamnya.

Donghae mundur selangkah lalu menengok ke dalam ruangan tersebut. Sepi. Hampir tanpa seorang pun di dalamnya. Kecuali seorang gadis berambut coklat tua yang terngah duduk di salah satu meja dengan kedua mata indah yang terbingkai kacamata minus, menatap buku di tangannya. Gadis itu, adalah Jung Jessica.

Dan tanpa bisa dicegah, kakinya melangkah memasuki ruangan luas tersebut. Tanpa ragu ia menarik kursi di samping satu-satunya gadis yang duduk di sana. Dihempaskannya tubuhnya di sana sementara matanya, terus tertuju pada Jessica sejak ia melihat gadis itu di ruangan penuh buku tersebut. Sedang Jessica, tak bergeming sama sekali seolah tak menyadari kehadirannya.

“Hi,” sapanya dengan senyum yang tanpa ia sadari, sudah terkembang sedari tadi.

Jessica mendongak menatap Donghae dan tersenyum, “Belum pulang?” tanyanya.

Donghae menggeleng, “Belum. Aku baru saja selesai mengikuti kegiatan ekstra,” jawabnya, “Kau?” tanyanya balik.

“Well—” Jessica menatap jam di dinding, “Sepertinya, aku terlalu asik membaca,” jawabnya.

Walau begitu, Jessica kembali membaca buku di hadapannya seolah tak menganggap kehadirannya. Terciptalah kehening menyelimuti keduanya. Keheningan yang selalu ada ketika keduanya bersama. Keheningan yang tidak pernah ingin ia lepaskan. Dengan kata lain, ia menikmati keheningan yang selalu ada. Dan tanpa ia ketahui, sama sepertinya, Jessica pun menikmati keheningan yang selalu tercipta diantara keduanya.

In Your Arms
Harry/Hermione; Harry-centric
293 words

Harry terbangun dari mimpi buruknya dengan keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Nafasnya tersengal-sengal seakan ia baru saja berlari marathon. Sebenarnya, ia hanya berusaha keras terbangun dari mimpi buruknya yang sejak awal musim panas ini menghantuinya. Kegelapan kamar menyambutnya ketika ia membuka kedua kelopak matanya.

“Harry, are you okay?” tanya suara lembut seorang gadis di telinganya.

Ia menoleh kearah kirinya dan mendapati gadis sebayanya dengan rambut curly coklat terang setelah dengan susah payah berusaha melihat dalam kegelapan. Barulah ia sadar bahwa ia, tidak lagi tidur di loteng pengap milik keluarga pamannya yang kejam di Privet Drive no. 9. Ia tengah berada di sebuah rumah milik keluarga Black, keluarga walinya, Sirius Black.

“Hermione?” panggilnya lirih—kaget.

Kenapa Hermaione yang datang? Diliriknya kasur yang berjarak satu meter dari kasurnya, di mana sahabatnya, Ron Weasley, tertidur dengan pulasnya. Tapi sedetik kemudian, ia tak memperdulikannya. Ia kembali menatap Hermione dengan tatapan bertanya-tanya.

“Ketika aku akan turun untuk mengambil minum, kudengar kau mengigau,” ucap gadis itu masih dengan tatapan khawatirnya, seolah mengerti arti tatapan Harry.

“What’s wrong, Harry?” tanyanya kemudian pada Harry. Di matanya, tergambar jelas kecemasan yang luar biasa.

“He’s back,” jawab Harry pendek.

“You-know-who?” tanya Hermione memastikan yang ditanggapi dengan anggukan lemah Harry.

Rasa simpati memenuhi gadis itu. Entah kenapa, ia mengerti ketakutan, rasa cemas, amarah, dendam, ketidaksukaan, serta kebencian yang selalu bercampur menjadi satu ketika Harry menyebutnya. Menyebut Ia-yang-tidak-boleh-disebut. Dan tanpa ia sadari, ia telah melingkarkan kedua lengannya disekitar bahu Harry. Mencoba menenangkannya. Mencoba memberikannya ketentraman. Meninggalkan kekagetan dalam diri seorang Harry Potter. Walau begitu, ia tidak mengelak. Entah kenapa, ia merasa nyaman berada dalam lengan Hermione. Ia justru menenggelamkan wajahnya dalam bahu Hermione. Merasakan sebuah koneksi yang tiba-tiba terasa di hatinya. Sebuah tanda bahwa seorang Hermione Granger, akan selalu ada untuknya. Untuk seorang Harry Potter.

An Evil Prince’s Problem
Kyuhyun/Jessica; Kyuhyun-centric
290 words

“YA! Bangun! Kau harus membantuku, Sleepyhead!” teriak Kyuhyun tak sabar sambil menarik-narik lengan seorang gadis yang masih terlelap di atas kasur.

“Aish! Cho Kyuhyun! Kenapa kau harus mengganggu waktu tidur siangku!?” seru gadis itu kesal—akhirnya ia menyerah juga.

“Kau janji akan membantuku, Jess,” ucapnya mengingatkan gadis yang tengah mengumpulkan nyawanya.

“Yawn~ baiklah~” ucap gadis itu dengan malas lalu menyandarkan punggungnya pada bantal yang disandarkan di dinding kamarnya. Tangannya menepuk pinggiran kasur menyuruh Kyuhyun untuk duduk di sana.

“So, what’s matter?” tanyanya setengah hati saat Kyuhyun telah terduduk—ia masih sedikit mengantuk sambil memeluk bantal berbentuk boneka miliknya dengan erat.

“Tell me Jessica, apa yang dapat membuat Choi Sooyoung takluk selain makanan?” tanyanya to the point.

Gadis itu, Jessica Jung, tertawa kecil. Merasa itu adalah pertanyaan yang sangat lucu terlontar dari seorang Evil Prince bernama Cho Kyuhyun. Tidak tanggung-tanggung, hal itu membuat Kyuhyun kesal lalu melempar Jessica dengan guling dan berhasil. Seketika tawa gadis itu berubah menjadi gerutu kesal.

“Aish! Kenapa kau bertanya padaku!? Bukankan hanya seorang Evil Prince yang tahu bagaimana cara menaklukan Evil Shikshin, right!?” jawab Jessica akhirnya. Kedua alisnya naik turun seirama membuatnya terlihat sangat lucu.

Kyuhyun tercenung sejenak memikirkan kata-kata Jessica. True. Memang hanya seorang Cho Kyuhyun sajalah yang mampu menaklukan Choi Sooyoung. Tidak harus dengan cara romantis, tapi dengan caranya sendiri. Caranya yang tidak umum. Caranya yang selalu membuat Choi Sooyoung merasa istimewa ketika berada di sekitarnya. Tak lama kemudian, senyum lebar tercetak di wajah Kyuhyun. Ia menoleh pada Jessica dan mendapati gadis itu telah kembali bergulat dalam dunia bawah sadarnya.

“Thank you, Jessica. You’re the best cousin ever,” ucapnya dengan senyum tulus yang jarang ia sunggingkan.

Kyuhyun pun bangkit dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Jessica lalu mengecup keningnya dengan sayang.

“Sleep well, Sleepyhead,”

Your Bodyguard
Siwon/Yoona; Yoona-centric
307 words

Yoona melambaikan tangannya pada pasangan yang tengah melewati boarding pass. Mereka akan ke Amerika untuk berlibur juga mengunjungi salah satu keluarga. Pasangan itu adalah kakak sepupunya, Lee Donghae dan kekasihnya, Jung Jessica. Ia bernafas lega seiring senyum lebar terpapar jelas di wajah ayunya. Bagaimana tidak? Satu-satunya kakak sepupu yang sangat overprotektif terhadapnya saat ini berangkat ke Amerika. Itu artinya, ia bisa bernafas dengan lega sekarang. Tidak ada lagi yang akan melarangnya ini dan itu, begitu pikirnya.

Ia berbalik dan bersiap meninggalkan Incheon Airport ketika sebuah suara tegas menghentikan langkahnya. Ia berhenti dan memutar kepalanya ke arah sumber suara. Di sana, ia mendapati seorang pria tampan bertubuh tegap tengah berlari kecil menghampirinya. Seketika keningnya mengernyit. Pria itu adalah Choi Siwon, sahabat baik Donghae.

“A-annyeong, oppa,” sapanya sedikit gugup.

“Annyeong, Yoona-ah,” balas Siwon dengan senyum lebarnya yang mampu membuat setiap gadis yang melihatnya menjerit histeris. Bahkan seorang Yoona sekalipun, berusaha keras menahan gejolak dalam dadanya.

“Kau mau ke mana?” tanya Siwon membuat gadis itu menaikkan sebelah alisnya.

“Uhm, aku mau pulang, oppa,” jawab Yoona kalem, “Waeyo?” tanyanya kemudian.

“Kalau begitu, biar aku antar pulang,” jawab Siwon lalu melingkarkan lengannya di bahu Yoona dan menggiring gadis itu menuju pintu keluar. Meninggalkan tanda tanya besar dalam otak gadis manis itu.

“Mulai sekarang, selama Donghae di Amerika bersama Jessica, aku yang akan mengurusmu. Mengantarmu ke manapun kau pergi,” ucap Siwon seolah mengetahui kebingungan yang mengganjal di pikiran gadis itu, “I’ll be your bodyguard from now on,”

Blush. Seketika pipi Yoona memerah. Dalam hati, ia merasa seperti mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak? Tidak ada kakaknya yang overprotektif. Dan sebagai gantinya, adalah seorang dewa Yunani yang akan menjaganya. Ia tersenyum seperti orang gila. Ia berulang kali mengucapkan terima kasih pada calon kakak iparnya, Jessica, yang mengajak Donghae berlibur ke Amerika hingga membuat Donghae mau tak mau menitipkannya pada Siwon.

‘Gomawo, eonni ^^,’ batinnya riang.

Special Way
Kyuhyun/Sooyoung; Sooyoung-centric
420 words

Siang itu, kantin kampus hampir penuh sesak oleh lautan mahasiswa yang berlomba-lomba mengisi energi. Teriakan bersahutan terdengar dari segala penjuru. Walau begitu, seorang gadis bertubuh jangkung terlihat tidak peduli akan keadaan sekitarnya yang ramai. Ia tetap menikmati makan siangnya dengan lahap. Seakan tiada hari esok baginya untuk merasakan kenikmatan dunia tersebut.

“Hi, Shikshin,” sapa seorang pria berpostur jangkung sepertinya.

Gadis itu menghentikan kegiatannya sejenak, “Hi, Evil,” balasnya lalu kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat terpaksa ia tunda.

Pria jangkung itu menggelengkan kepalanya lalu menarik kursi di depan sang gadis dan duduk di sana. Dipandanginya gadis yang tengah lahap menyantap makan siang dengan pandangan kagum. Mata indahnya terus memandang pada gadis itu, tanpa melewatkan sedikitpun gerakan yang ditimbulkan.

Ia sedikit tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis Shikshin di hadapannya. Merasa terhibur dengan aksi gadis itu yang tentu saja menarik perhatian sang gadis. Untuk sesaat, ia mengalihkan perhatiannya dari makanannya pada pria jangkung di hadapannya.

“Wae?” tanyanya dengan ekspresi bingung.

Kembali pria itu tertawa melihat ekspresi bingung sang Shikshin yang terlihat sangat lucu baginya.

“This—” ucapnya lalu mencondongkan tubuhnya dan mengecup ujung bibir sang Shikshin, menjilatnya sedikit untuk menghilangkan butir nasi yang tertempel di sana.

“Selesai. Sekarang, kau bisa kembali makan dengan tenang, Choi Sooyoung,” ucapnya segera bangkit dari kursinya dan berjalan menjauh meninggalkan Sooyoung yang terlihat kaget.

“CHO KYUHYUUUUN!!” teriak Sooyoung sesaat setelah ia kembali tersadar.

Segera ia bangkit dari kursinya dan menerobos kerumunan di sekitarnya, meninggalkan makanannya yang masih tersisa. Di sisi lain, Kyuhyun telah tergelak dan bersiap untuk berlari menghindari amukan sang Shikshin.

Sooyoung terus berlari mengejar Kyuhyun. Merasa kesal akan kelakuan si Evil itu. Namun sayang, usahanya nihil. Kaki-kaki panjangnya tidak akan pernah mampu menyaingi kaki-kaki panjang milik si Evil Kyuhyun. Dengan sedikit terengah-engah, ia berhenti untuk mengambil nafas sambil melihat sekeliling.

Tiba-tiba, sepasang lengan melingkar di pinggang kecilnya dan membuatnya kaget. Detik berikutnya, ia merasa kegelian karena lengan tersebut mengilikitikinya. Tawanya membahana seketika bersama tawa pria di belakangnya.

“YA! LEPASKAN, CHO KYUHYUUUUN!!!” serunya diiringi tawanya.

“Hmm~” gumam Kyuhyun tak jelas lalu menghentikan aksinya.

Sooyoung kembali mengambil nafas dengan sedikit terengah-engah. Ia berbalik dan menatap garang pada Kyuhyun yang justru menunjukkan senyum setannya.

“I loye you,” ucap Kyuhyun lalu kembali menempelkan bibirnya di bibir mungil Sooyoung singkat.

Sooyoung menghela nafas berat. Kyuhyun benar-benar tahu kelemahan Sooyoung dan bagaimana cara ‘menjinakkan’ sang Evil Shikshin. Ia melunak dan tersenyum. Cara seorang Evil Kyuhyun dalam menunjukkan rasa cintanya padanya memang sangat berbeda dari pria pada umumnya. Membuat sang Shikshin merasa istimewa. Dan dia, sangat suka itu.

“I love you too,”

This Time
Donghae/Jessica; Donghae-centric
365 words

Donghae melangkahkan kakinya dengan yakin. Setelah beberapa tahun tidak pernah mengunjungi ruang musik itu, ia merasa sangat rindu dengan ruangan sepi yang biasanya digunakan untuk mengajarkan hal-hal tentang melodi-melodi indah di dunia. Ia memang sengaja memilih waktu di mana ketika murid-murid di sana telah selesai dengan pelajaran mereka.

Ia duduk di salah satu kursi yang menghadap papan tulis. Matanya menerawang kembali ke masa lalunya dulu. Mengingat apa saja yang telah terjadi dalam ruangan itu. Kejahilannya. Kekonyolannya. Tawa teman-temannya. Amukan sang guru. Serta gadisnya. Gadisnya yang telah ia tinggal beberapa tahun ini. Gadisnya yang ia cintai. Gadisnya yang ia rindukan. Gadisnya yang sangat ia rindukan.

“Donghae..”

Sebuah suara merdu membangunkannya dari lamunan indahnya akan masa lalunya. Sebuah suara lembut nan indah yang selalu membuatnya merasa mendengar nyanyian dari surga. Sebuah suara yang selalu terekam jelas di telinganya, tersimpan dengan baik dalam memorinya sebagai salah satu kenangan terindahnya. Suara milik gadisnya yang amat ia sayangi.

Ia menoleh lalu bangkit dari duduknya dengan senyum lebar terhias di bibirnya. Keterkejutan tergambar jelas di wajah yang dirindukannya. Mata indah yang sedikit melebar itu seolah tak percaya melihatnya berdiri di dalam ruangan musik itu. Ia berjalan perlahan mendekati gadis itu. Meraih tangan lembut yang dulu selalu ia genggam. Tangan lembut yang selalu memberikan ketenangan baginya. Tangan lembut milik seorang gadis yang selalu ingin ia lindungi.

“I’m back, Jung Jessica,” ucapnya pelan.

Ia menatap dalam pada gadis itu. Menunjukkan kesungguhan bahwa ia benar-benar telah kembali. Menunjukkan kesungguhan bahwa ia ingin kembali ke sisi gadis itu. Menunjukkan kesungguhan yang ia rasa, memang hanya pada gadis di hadapannyalah bisa ia tunjukkan. Kesungguhan yang tulus yang berasal dari dasar hatinya.

“And this time, I will never let you go—” ucapnya lalu menarik gadis mungil itu ke dalam pelukan hangatnya, “Ever,” tambahnya lalu mengecup puncak kepala gadis itu dengan sayang. Dan perlahan, gadis itu membalas pelukannya dengan erat

This time, he will keep her in beside him. This time, he ready to protect her. This time, he’ll always be beside her. And at this time, he will never let her go no matter how much people out there wanted to separate them. Because, they know that their love, will stronger than everything in this world.

..Saying I love you, saying it to you. Saying I miss you. Saying I want to hug you, and only you. I want to protect you. For you, who will come back to me..
( Y – Lee Donghae )

nah how’s it? agak mengecewakan kah? well—aku sedang tidak produktif soalnya😄

dan—ada Harry/Hermione yang nyempel itu. huekekeke. maap yak!? random abis soalnya aku ni😄 tiba2 dapet feelnya mereka cobaO_o😄

yg aku garis miring itu, di akhir, itu lirik terakhir dari lagu yang ditulis Donghae dengan judul Y. tehehehe. bikin saya naik darah tu lagu /plak😄

anyway, thanks for reading guys ^^

  1. raa
    3 Agustus 2011 pukul 10:39 pm

    wkwkwk, bnr2 kaget pas da Harry/Hermione nongol di tengah2,
    tp seru sih, kesanny kyk kejutan+jd bkin tmbah penasaran ada crita sapa j di drabble yg laenny d^^b
    trz yg Special Way tu lanjutanny yg An Evil Prince’s Problem y??
    krasa nyambung j critany 2 drabble tu, lucu jdinya..😀

  2. 4 Agustus 2011 pukul 5:14 pm

    Y? You? Come back to me? Jessica? Lgu Y itu buat yoong apa jess yah? *random
    whoah drabblenya bagus semua *iri
    terus berkaya ya chingu/unnie. Drabble dan ffnya gak pernah ngebosenin ^-^

  3. 5 Agustus 2011 pukul 9:51 am

    keren banget drabble nya.. apalagi yang tentang kyusica itu.. dasar kyu, sukanya nyosor aja *ceritanya jealous nih* xD

  4. Liah icesica4ever
    6 Agustus 2011 pukul 2:27 pm

    Kren3x,
    ff chingu tu emang slalu kren dech!!
    Mskipun Kyu jdi spupunya sica ! Gpp lha yg pnting kyusica!
    Hehe,

  5. 7 Agustus 2011 pukul 7:04 am

    nyempil itu harry nya~
    Saya baca drabblenya yang castnya saya suka~
    Suka banget itu pas drabble terkahir.
    tapi all cara penulisan ffmu keren~ suka deh

  6. 24 Agustus 2011 pukul 3:51 am

    hebaaat bisa bikin drabble…aku kalau bikin drabble pasti kacau wkwkwk😄
    paling suka kyu-young couple deh hehehe

  7. 2 Oktober 2011 pukul 4:42 pm

    aaaaiiigooo..

    suka bgt kyusicanya d sini, mreka emg sepupu yg daebak~
    neomu kyeopta… kyu mah emg evil bgt dah…
    nyium”soo tu dsar ==
    pas adegan jilat butir nasi asa jd keinget adegan secret garden
    jeongmal gomawo ^^

  8. Susangorjess
    4 Oktober 2011 pukul 2:52 pm

    Duchh.. Haesica’a cwittt yahh.. Dan ada harry/hermione nyempil! Btw ampe skrg, aku pnasaran bgt, kok endingna si ron yg ama hermione,, smpet ngra di harry series awal2 jadinya ama harry si hermione #gapnting
    owh yaaa,, itu kyu ngapaen nyosor2, jealous bgt aku ini, , huhu.. KYU IS MINE, ONLY MINE,, *Dikroyok rame2

  9. 27 Desember 2011 pukul 7:27 pm

    Paling favorit bagian KyuSicanya! Tunggu, itu sebenernya KyuYoung ya? Ah gapapa, tapi mbayangin KyuSica sepupuan itu… pasti bahaya banget. Evil Prince sepupuan sama Ice Princess… mending nggak deket deket deh :p hehe itu sepupu apa sepupu kok KyuHyun main cium dahi? Nanti DongHae oppa tiba tiba muncul sambil nyantet Kyuhyun tuh.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: