[Drabble] Jump

Title : Jump
Length : Drabble
Genre : AU, Hurt, angst.
Rating : G
Casts : Jessica Jung

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Ane event occured is pure coincidence.

Idea © Whyenda Arinka

——————————


Seorang gadis berdiri di tepi jurang dengan mata terpejam merasakan angin gunung yang menerpanya lembut. Kedua tangannya ia kepalkan di dalam saku jaketnya, seolah mencari kekuatan atau sekedar mengurangi rasa sakit dalam hatinya. Rambut coklat gelapnya berkibar diterpa angin, namun ia tidak menghiraukannya. Ia mencoba merasakan desau angin yang berusaha mengangkat bebannya. Namun sia-sia belaka. Tidak mungkin angin mampu menerbangkan semua rasa sakit yang terpendam di dalam hatinya.

Dihirupnya udara sebanyak mungkin yang bisa ditampung oleh paru-parunya kemudian dihembuskannya dengan perlahan. Berharap rasa sakitnya bisa berkurang, tapi nyatanya tidak. Di setiap helaan nafas yang ia keluarkan, justru membuat rasa sakit yang bersarang di hatinya semakin menjadi saja. Frustasi, ia membuka kedua matanya dan menatap jurang yang gelap di bawahnya. Mendengar aliran sungai deras di bawah sana samar-samar.

Bagaimana rasanya terjun ke bawah sana? Bagaimana rasanya ketika tubuhnya menyentuh aliran sungai di bawah sana? Apakah dinginnya mampu membekukan hatinya? Membuatnya mati rasa? Menghilangkan rasa sakit yang terus menggerogotinya? Itukah yang kau inginkan, Jessica?

Jessica. Ya, nama gadis itu adalah Jessica Jung. Ia berpikir, mungkin dengan menjatuhkan dirinya ke jurang dihadapannya, ia bisa lari. Ia bisa meninggalkan rasa sakit di hatinya. Ia bisa melepaskan beban yang selalu mengganjal di hatinya. Sekalipun itu berarti, ia tidak ada di dunia ini lagi. Baginya, itu bukanlah sebuah masalah mengingat kehidupannya yang memang sudah mati sejak lama. Sejak ia menginjak bangku sekolah dasar. Ia tidak tahu lagi bagaimana rasanya semangat menjalani hidup. Ia tidak kenal apa itu harapan. Tidak, ia sudah membuang semua omong kosong itu jauh-jauh.

Gadis itu menarik nafas dalam sebelum akhirnya melompat ke dalam jurang yang gelap. Dengan mata terpejam, ia bisa merasakan gravitasi yang menarik tubuhnya dengan kuat ke bawah. Tekanan angin yang membungkusnya membuat kupingnya berdenging dengan kuat. Detik berikutnya, ia tidak bisa mendengar apapun lagi. Tubuhnya pun terasa sakit akibat tekanan angin. Ia menunggu ketika tubuhnya menyentuh air dengan tekanan kuat sementara tekanan air melawannya. Ia bisa merasakan kepalanya yang terasa sakit seolah ditekan oleh benda tumpul dengan sangat kuat.

Dan detik yang ia tunggu tiba. Tubuhnya mulai terjatuh ke dalam aliran air yang sangat deras yang kemudian mendorong tubuhnya ke atas memberinya rasa sakit yang luar biasa. Aliran air yang kencang membawa tubuhnya mengikuti arus dan menabrak beberapa benda keras yang terdapat di sana. Ia bisa merasakan tenggorokannya panas akibat banyaknya air yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia juga bisa merasakan air mulai memasuki paru-parunya, mengganggu sistem pernafasannya. Perlahan, ia mulai kehilangan kesadarannya.

Tak lama, ia dapat merasakan keheningan menyelimutinya bersama dengan rasa damai dan ketenangan. Yeah. She’s no longer exsist in this world. She escaping from her life.

FIN

Oh well. Aku tau ini ff serem banget. Dan endingnya… err—yah, begitulah. No conflict and no ending. Kekeke~

Jujur aja, kadang aku juga sering kok ngerasa kayak gini. Terlebih dulu waktu SMP. Pengen banget rasanya mati. Ga tau gimana rasanya semangat menjalani hidup. Ga kenal dengan kata harapan. Rasanya bener-bener pengen mati aja dulu itu, tapi ga pernah kesampean. Hahaha. Bukannya takut untuk mati, tapi kadang mikir kalo aku mati, ada ga yang mau nguburin? Ntar jangan-jangan Cuma dibiarin busuk gitu aja -.- wkwkwk ga ding! Cuma emang ga bener-bener pengen mati aja. Dan akhirnya, dengan rasa ingin bertahan yang tersisa sedikit, aku mutusin untuk tetap ngejalanin hidup. Jujur, kayak mati rasa. Tiap hari tujuan hidup cuma biar bisa senyum aja. nyari hal-hal kecil biar bisa senyum. Udah gitu doang. Bener-bener kayak ga punya harapan gimana besok. Gimana lusa. Gimana minggu depan. Gimana bulan depan. Gimana setahun lagi. Dua tahun lagi. Tiga tahun lagi. Bener-bener ga minat untuk pengen tahu apa yang bakal terjadi besok. Ga mau tau bakal jadi apa gue ntar. Wahaha. Ga pernah bener-bener berminat sama segala hal yang ada kecuali—nulis. Tapi sayangnya, ga pernah ada yang ngedukung aku buat nulis sedang nulis, bisa dibilang, satu-satunya alasanku untuk bertahan hidup. Wakakaka. What a life, eh?

Ngomong-ngomong, thanks udah mau baca curhatan-yang-terselip-dalam-fanfic ini lol hahaha😄

  1. Susangorjess
    4 Oktober 2011 pukul 1:17 pm

    FFnya seremmm bgt bgt bgt.. Moga ini gak bner2 trjadi ya ama Jessica, huhuhu
    wah sama! Kdg aku jg mrasakan bhwa aku hdup ini ga ada artina, hdupku sgeto2 ajah.. Flat bgt idup gue,, u,u ,hanya masalah yg dtg dlm hdupku, aku tak pnah mrsakan apa itu bhagia yg sesungguhnyaaa.. Dlu wktu smp, saat aku tau sesuatu yg mnyakitkan, aku jg pngen bunuh diri, mghilang dr dunia ini,, dan stahun yg lalu aku bner2 pngen bunuh diri,, tpi krna aku mau liat HAESICA nikah entar, aku ga jadi bundir #plakk
    hehee,, curcol jg dhe,

  2. 5 Oktober 2011 pukul 5:29 am

    Sama chingu ^^

    Aku juga sering pengen mati atau bunuh diri karena sakit hati.. Tapi disisi lain, hatiku bilang jangan😄

    Keren banget nih drabble! Bener2 dapet feel-nya.. Jadi takut deh kalo ngebayangin bunuh diri😄

  3. elfishy
    5 Oktober 2011 pukul 9:55 am

    hem ff nya gimana gitu.
    samaan aku juga pernah ngerasa pengen mati aja -,- tapi ini ff berasa banget feelnya

  4. Liah icesica4ever
    6 Oktober 2011 pukul 12:14 am

    Seremm,
    chingu feelnya kerasa bgt, ga tau kenapa mungkin karena aku pernah ngrasa kaya gitu…
    Bingung jelasin perasaannya,,aku ga pinter ngrangkai kata,😀

  5. 24 November 2011 pukul 5:24 am

    ndaaaa
    tau gue gak lo??
    Ais. Pertama2 gue mau ngucapin *bow yg sedalam2nya, karena slama ini gue adl silent reader d blog elo*
    mian ya nda.
    Gue kapok…
    Sekarang udah tobat guee.
    Ff ini …….
    *speecless*
    kenapa unnie gue harus matek huh? Tanggung jawab lo nda! Idupin lg gak??
    Oke well, segitu coment gak berbobot gue!
    Ff request.an gue jgn lupa!!
    *bowwww

    • 24 November 2011 pukul 2:04 pm

      Tau kok😄

      Ahelah. Silent Readers mah udh biasa di sini. Aku biarin malah. Wkwkwk XDD

      Aduuuh De. Kan ini cuma ff. Ga beneran mati. Nn
      audzubillah jgan ampe nyata /peluk Jess XDD

      Requestan masih on writing. Sabar yaaaak😄

      Makasih lho udah mau komen :3

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: