Beranda > drabble, fanfiction, whyenda_arinka > [Drabble] In The Loneliness Night

[Drabble] In The Loneliness Night

Title : In The Loneliness Night
Length : Drabble [335 words]
Genre : AU, Angst
Rating : G
Casts : Super Junior Choi Siwon, Choi(Jung) Yoo Mi[OC]

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Ane event occured is pure coincidence.

Idea © Whyenda Arinka

———————

Siwon berbalik dalam tidurnya. Memutar tubuhnya dengan tangan yang terlentang dan mendapati ruang kosong di sampingnya. Ia mengernyit kemudian membuka kedua kelopak matanya. Ia mendapati dirinya terbungkus selimut sendiri di atas kasur yang seharusnya ditiduri oleh dua orang.

Perlahan, ia bangkit dari tidurnya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Mencari sosok yang seharusnya tidur bersamanya. Tidur di sampingnya. Namun nihil. Kamar luas itu hanya dihuni olehnya. Setidaknya untuk saat ini.

Ia pun bangkit dari kasurnya. Dilangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Disusurinya rumah minimalis yang ia bangun dengan jerih payahnya selama beberapa tahun kemarin. Dicarinya di setiap ruangan. Dapur—kosong. Ruang makan—kosong. Ruang keluarga—kosong. Ruang tamu—kosong. Kamar mandi—kosong. Di penjuru rumah, hanya kekosongan yang ia dapati.

“Yoo Mi-ya?” panggilnya. Entah sudah berapa kali ia memanggil nama indah itu. Namun, sang pemilik nama tidak juga memunculkan batang hidungnya.

Langkah Siwon terhenti di depan dinding yang memajang foto seorang wanita. Wajahnya lembut dan dihiasi senyuman manis yang membuatnya terlihat bercahaya. Tanpa disadarinya, bibirnya tertarik membentuk senyum yang sama manisnya. Wanita itu, adalah Jung—bukan, Choi Yoo Mi.

Dan tiba-tiba, potongan-potongan gambar bermain di otaknya. Gambar di mana ia terakhir melihat senyum manis itu. Sebulan yang lalu, di sebuah rumah sakit. Namun ada perbedaan, wajahnya pucat, tidak sesegar di dalam foto. Kemudian, kenyataan membuatnya teringat. Wanita itu—Choi Yoo Mi, telah meninggal. Meninggalkannya sendiri dalam kekosongan. Meninggalkannya sendiri melewati jalan yang masih panjang dan terasa sangat jauh.

Siwon terjatuh. Hanya lututnya yang menahan tubuhnya. Seketika dadanya terasa sesak. Sesak karena penuh akan rasa kekosongan. Ia baru saja teringat bahwa ia kini sendiri, tanpa siapapun. Wanita itu, wanitanya. Pendamping yang seharusnya, mendampinginya melewati kehidupannya yang masih panjang. Istrinya, yang telah pergi. Dan sekali lagi, ia menangis. Menangis dalam keheningan malam. Tangis yang bias bersama desau angin malam.

Sekali lagi, ia lupa bahwa ia telah sendiri. Kenyataan bahwa wanitanya telah pergi untuk selamanya, seolah pil pahit yang harus ia minum setiap harinya. Namun berbeda dengan pil yang biasanya membuat seseorang membaik, pil ini justru membuatnya semakin memburuk.

FIN

Err~ ini pesenan mbak Umnies😄
Eherm~ mbak e? Pripun? Saget mboten? lol /kaboooor😄

 

thanks for reading gals😉

  1. .:umniesz:.
    9 Desember 2011 pukul 8:48 pm

    aku dataaaang~!!!!!! 1st comment~!!!!!!!!!!! YEAYYYYY~ /halah yaiyalah/😄
    windooooo ini sedih beudzzzz (?) btw choi ama jung disini sama khan? maksudnya dy ngikutin nama suami jd pake choi gitu bukan? ealah kenapa Yoo Mi harus mati?? kenapa?? kenapa??? gmna nasib siwon kalo ga ada aku??? /PLAK
    harusnya ini dibuat sekuel (?) ato dijadiin oneshot sekalian, bikinin Yoo Mi versi kedua (°∀°) #ngelunjak
    tp makasi ya uda dibikinin kkkkkkkkk u/ yg kesekian kalinya😀

  2. 8 Januari 2012 pukul 1:08 pm

    bagus, tapi nyesek bacanya :”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: