Beranda > fanfiction, oneshot, whyenda_arinka > [Oneshot] Addicted

[Oneshot] Addicted

Title : Addicted

Length : Oneshot

Genre: AU, Romance

Rating : PG-13

Cast : Super Junior Lee Donghae & Girls’ Generation Jessica Jung

Other Cast : Super Junior Cho Kyuhyun & Girls’ Generation Im Yoona

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Ane event occured is pure coincidence.

Idea © Whyenda Arinka

 

A/N: listen to Addicted by Stevie Hoang here: [ http://www.youtube.com/watch?v=6ApwZckbGsE ]. Just random, maybe, but I got the inspiration for this fic from that song and I heard the song while I worte it lol hahaha😄 enjoy~😀

 

 

 

 

 

Jessica sedang menyesap black coffe-nya di sebuah café yang tidak begitu ramai ditemani seorang pria yang sibuk dengan ponselnya sendiri, duduk di hadapannya. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitarnya sebelum akhirnya melirik pria di hadapannya bosan, sedikit berusaha melirik layar mungil yang sedari tadi menjadi tempat menarinya jari-jari panjang milik pria itu. Senyum kecil terkembang di wajah pria tampan nan manis itu. Walau kecil, Jessica tahu bahwa senyum itu tulus dari dalam hatinya. Tanpa ia sadari, gadis itu ikut tersenyum sekalipun senyum pria di hadapannya tidak ditujukan padanya, tapi pada ponsel mungil yang sedari tadi berada dalam genggamannya.

 

Merasa seperti orang bodoh tersenyum pada pria yang bahkan tidak tersenyum padanya, Jessica pun mengedarkan pandangannya lagi. Kini ia mengamati satu persatu wajah para pengunjung café saat itu hingga pandangannya tertumbuk pada pasangan yang terlihat asik mengobrol. Rasa perih sedikit menghinggapinya saat melihat keduanya tertawa lepas, namun dengan segera ditepisnya rasa itu.

 

“Kyaaaaa!!” jeritnya ketika merasa sakit di hidungnya, menarik perhatian beberapa pengunjung di café itu. Rupa-rupanya, pria di hadapannya memencet hidungnya dengan kuat, “Yah, Kyuhyun! Sakit!” serunya kesal kemudian memukul lengan pria bernama Kyuhyun itu yang tertawa terbahak-bahak bercampur erangan kesakitan membuat Jessica ikut tertawa.

 

*

 

“Kyaaaaa!!”

 

Mendengar lengkingan lembut nan khas yang dulu sering singgah di telinganya menyapanya sekali lagi, Donghae segera menoleh demi mendapati sosok gadis yang masih tidak bisa ia lupakan tengah bersenda gurau dengan seorang pria. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang bergemuruh di dalam dadanya, seolah tidak terima. Tapi ia mencoba membuangnya jauh-jauh. Ia tak boleh memikirkan gadis lain ketika bersama seorang gadis, bukan?

 

“Oppa, kau tak apa?” tanya gadis di hadapannya halus.

 

“Huh?” kaget Donghae kemudian mengalihkan pandangannya pada gadis di hadapannya sambil menggeleng kecil lalu memaksakan sebuah senyum, “Anni. Gwenchana,” ucapnya halus.

 

Gadis itu hanya mengangguk-angguk kecil kemudian mengambil ponsel hitamnya dan sibuk menarikan jari lentiknya di layar sentuh benda mungil itu, meninggalkan Donghae yang kembali tenggelam dalam pikirannya. Pandangannya menatap ke arah gadis yang masih sibuk bersenda gurau dengan seorang pria dengan tatapan yang bercampur aduk.

 

Ia merasa bingung saat ini, ia merasa hatinya telah menghianati dirinya sendiri. Bagaimana tidak? Ia merasa selama ini ia telah move on, ia yakin akan hal itu. Tapi sekarang, entah kenapa ia merasa tersiksa melihat gadis yang dulu mengisi hatinya bersama pria lain. Merasa sedih bahwa tawanya yang indah tidak lagi untuknya. Dan yang membuatnya semakin merasa perih adalah kenyataan pahit bahwa ia tak tahu apakah gadis itu masih memikirkannya seperti ia memikirkan gadis itu.

 

“Yah, oppa! Kau mendengarkanku, tidak!?” seru gadis di hadapannya, sekali lagi membuyarkan pikirannya.

 

“Ah, mian. Kau bilang apa tadi Ssic..” ucapan Donghae menggantung di udara ketika ia mengalihkan padangannya pada gadis di hadapannya dan baru menyadari bahwa gadis itu bukan Ssic, bukan Jessica-nya, “Uhm, maksudku, Yoong,” ralatnya kemudian menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

 

“Ssic? Aigo oppa, sebegitu tidak sukanya kah kau pada adikmu ini?” ucap Yoong sambil menggembungkan kedua pipinya, kemudian tertawa kecil. Tentu saja ia bercanda.

 

“Jadi—pet name gadis itu Ssic, eh?” goda Yoona pada oppanya yang kini wajahnya memerah. “Jangan memaksa oppa kalau kau masih belum bisa melupakan Ssic eonni. Kau hanya akan melukai dirimu sendiri,” ujarnya memberi saran.

 

“Tapi mau tak mau aku harus mulai melupakannya, kurasa,” gumam Donghae lesu.

 

“Mwo?” tanya Yoona kaget.

 

“Dia sudah move on,” jawab Donghae singkat.

 

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya kecil melihat oppanya yang benar-benar hopeless kemudian berkata, “Kau tidak akan pernah tahu kenyataan yang sebenarnya sampai kau kembali memasuki hidupnya, oppa. Siapa tahu kau masih punya kesempatan.”

 

Donghae menaikkan sebelah alisnya, “Lalu menghancurkan hidupnya? Tidak, terima kasih,” tolaknya.

 

“Oh Tuhan, kenapa aku harus punya oppa yang bodoh sekali!?” gerutu gadis itu pada dirinya sendiri.

 

“Aku dengar itu, nona Im,” sela Donghae dingin.

 

“Habis, kau benar-benar bodoh, oppa. Saaaaaaaaaangat bodoh!”

 

“YAH!”

 

“Oppa, kalau kau masih memiliki kesempatan, itu artinya Ssic eonni masih mencintaimu! Tsk!”

 

“Yeah~ dengan prosentase kurang dari 10%? Better not,”

 

“Fifty fifty oppa, fifty fifty kalau kau mau mendekatinya lagi!”

 

Dan dengan itu, Donghae semakin menekan punggungnya pada kursi sofa yang ia duduki, tenggelam memikirkan ucapan adik sepupunya.

 

*

 

Donghae berguling menghadap sisi lain kasurnya malam itu dengan mata terpejam. Tangan kanannya mendarat di space kosong di kasurnya, membuat dahinya berkerut. Masih terpejam, pria itu meraba-raba kasurnya kemudian membuka kedua matanya dengan tatapan kaget. Ia terduduk kemudian memandang sekelilingnya.

 

“Sica?” panggilnya kemudian bangkit dari kasurnya, berjalan keluar kamarnya.

 

“Sic..” ia terhenti ketika mendapati Yoona yang masih terjaga di hadapan TV yang menyala dengan tangan menggenggam ponsel mungilnya serta melayangkan tatapan bertanya-tanya padanya.

 

Donghae memejamkan kedua matanya kuat-kuat kemudian menarik nafas panjang dan membuangnya dalam satu hembusan lalu kembali membuka kedua matanya, menatap Yoona yang keheranan akan tingkahnya. Ia memaksakan senyum lemah kemudian menggeleng kecil dan berlalu menuju dapur, meninggalkan Yoona yang menatapnya dengan tatapan prihatin.

 

Ia bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa ia bisa berpikir bahwa Sica tengah tertidur bersamanya di kasur seperti dulu saat mereka masih bersama. Dan dalam sekejap, otaknya mulai memutar potongan-potongan gambar yang masih segar baginya sekalipun kejadian itu telah terjadi lama sekali. Entah kenapa, ia tiba-tiba merasa rindu.

 

Donghae berhenti di ambang dapur seketika. Di sana, Sica berdiri di salah satu konter, sibuk menakarkan sesuatu dalam dua cangkir di hadapannya sambil menggumamkan sebuah lagu. Ia bisa merasakan suara indah itu menyapa indra pendengarannya. Perlahan, Donghae berjalan menuju konter. Mengulurkan kedua tangannya kedepan untuk meraih sesosok di hadapannya yang kemudian menghilang bersama udara di sekitarnya, membuatnya kembali ke realita. Menggenggam udara kosong dengan erat, berharap masih bisa menahan sosok itu agar tidak pergi. Namun terlambat.

 

Buram. Pandangannya buram dan selanjutnya yang ia tahu, cairan-cairan hangat mulai membasahi pipinya. Bulir demi bulir air mata menutupi pandangannya sementara ia terjatuh, bertumpu pada kedua lututnya. Merasa lemah. Kehilangan jiwanya. Kehilangan semangat hidupnya. Kehilangan alasan untuk bertahan.

 

‘If I had a wish, I would turn back the hands of time ‘cause you don’t know what you got untill it’s gone,’

 

*

 

Jessica tersentak kaget dari tidurnya ketika ponsel hitam milik Kyuhyun yang berada di dekatnya berdering keras. Gadis itu menatap ke sekelilingnya dan menyadari bahwa ia tertidur ketika tengah menonton film tanpa Kyuhyun di sampingnya. Berpikir pria itu tengah membuat sesuatu di dapur, ia pun melirik benda mungil yang menjerit-jerit di sampingnya dengan perasaan aneh. Bisa dibilang ia orang yang tidak mudah dibangunkan dan benda mungil ini baru saja membangunkannya dengan deringnya yang tidak begitu keras.

 

“Yoong~” gumamnya membaca id sang pemanggil sebelum meneriakkan nama Kyuhyun, “Kyuuu~ Yoong~ memanggil!”

 

“Angkat dulu, Jess!” teriak Kyuhyun terdengar tengah sibuk dengan sesuatu.

 

Sedikit ragu-ragu, Jessica menyentuh layar ponsel itu lalu menempelkannya di telinga kanannya, “Ha—”

 

“OPPA!  Bisa ke sini sekarang juga!? Donghae oppa—Donghae oppa pingsan!” sela si pemanggil saat Jessica akan menyapanya dan dengan itu pula, sambungan terputus meninggalkan gadis itu dalam kekagetan luar biasa.

 

“Jess, ada apa?” tanya Kyuhyun yang kini telah duduk di sampingnya dengan tatapan khawatir.

 

Jessica menoleh kemudian berdiri, “Ganti baju sekarang!” serunya lalu memberikan ponselnya, “Yoong~ bilang, Donghae pingsan,”

 

“Mworago!?” seru Kyuhyun kaget kemudian segera bangkit dan menuju kamarnya untuk berganti pakaiannya meninggalkan Jessica yang kini—entah kenapa—merasa bimbang.

 

“YAH! Apa yang kau tunggu, Jess!? Cepat ganti bajumu! Kau ikut aku ke apartement Donghae!” seru Kyuhyun seolah tak ingin di bantah.

 

“A-apartement Donghae?” ulang Jessica.

 

“Aish!” gerutu Kyuhyun kesal kemudian menyeret Jessica ke dalam kamar gadis itu.

 

*

 

“Yoong~” teriak Kyuhyun sambil mengetuk pintu apartement di hadapannya dengan tidak sabaran.

 

“Oppa!” seruan seorang gadis terdengar seiring dengan pintu di hadapannya terbuka, memperlihatkan gadis ayu dengan mata berkaca-kaca yang segera menghambur dalam pelukan Kyuhyun.

 

“Sssh~ di mana Donghae hyung, sekarang?” tanya Kyuhyun sambil menepuk-nepuk punggung Yoona pelan.

 

“I-ikut aku, oppa,” ucap Yoona kemudian masuk diikuti Kyuhyun, meninggalkan Jessica yang sedari tadi tak dianggap. Keragu-raguan sempat menyelimuti gadis itu tapi kemudian ia melangkahkan kakinya kembali ke dalam apartement itu.

 

Setelah menutup pintu apartement Donghae, Jessica segera mencari keberadaan Kyuhyun dan gadis yang ia ketahui dengan panggilan ‘Yoong’ dengan tergesa-gesa. Jantungnya berdetak dengan cepat, seolah berpacu dengan waktu. Seolah merasa takut.

 

Gadis itu terhenti di hadapan sebuah pintu yang menuju sebuah ruangan yang ia kenali. Ruangan bernama kamar, di mana ia sering tertidur lelap di dalam sana. Di dalam pelukan hangat seorang pria yang masih mengisi relung hatinya. Memenuhi setiap sudut yang ada. Pria yang selalu ia ingat dalam setiap detak jantungnya berpacu. Bahkan dalam hembusan nafas sekalipun layaknya oksigen.

 

“Jess! Tolong buka pintunya!” seru Kyuhyun yang terlihat menopang tubuh Donghae dibantu Yoona.

 

Buru-buru Jessica membuka pintu kamar Donghae lalu berlari ke arah kasur Donghae dan membereskannya sebentar, membenarkan letak bantal dan selimut sebelum pria yang kehilangan kesadarannya itu di baringkan di atas sana.

 

Baik Kyuhyun maupun Yoona mengatur nafas keduanya, merasa kelelahan sementara Jessica segera memeriksa keadaan Donghae. Merasakan temperatur tubuhnya, kemudian memeriksa denyut nadinya.

 

“Ia panas,” gumam Jessica tak jelas, namun kentara sekali kekhawatiran memenuhi suaranya.

 

Tiba-tiba gadis itu bangkit lalu berjalan menuju lemari besar milik Donghae, membuka pintunya, menarik sebuah handuk kecil lalu berlari keluar ke arah dapur tanpa menyadari tatapan Kyuhyun dan Yoona yang memperhatikannya dengan penuh perhatian.

 

“Oppa, dia siapa?” tanya Yoona.

 

“Jessica, sepupuku,” jawab Kyuhyun singkat.

 

“J-je-ssica? Sica?” ulang Yoona.

 

Sedikit terkejut, Kyuhyun menatap Yoona aneh, “Ya, itu panggilannya dulu tapi sekarang, ia menolak dipanggil dengan sebutan itu,”

 

“Kenapa?”

 

“….”

 

*

 

Jessica sibuk memanaskan air di dapur sambil mondar-mandir mencari panci yang lain lalu mengisinya dengan beras dan air. Setelah mencucinya beberapa kali, gadis itu memberi sedikit garam lalu menaruhnya ke dalam air mendidih. Kemudian, ia kembali sibuk menarik baskom kecil yang segera ia isi air ditambah es batu. Dimasukkannya handuk kecil yang tadi ia ambil kemudian berjalan cepat menuju kamar Donghae.

 

Ia memasuki kamar Donghae kemudian menaruh baskom yang ia bawa di meja kecil di samping kasur Donghae. Diambilnya handuk kecil itu lalu diperas sedikit sebelum menaruhnya di kening Donghae kemudian menatap pria itu dengan tatapan cemas dan khawatir. Rasa takut entah kenapa menyelimutinya.

 

“Uhm, Jess,” suara Kyuhyun yang memanggilnya membuatnya membeku, untuk sesaat tadi, ia benar-benar lupa bahwa di kamar itu ada Kyuhyun dan gadis bernama Yoong.

 

“Ya?” tanyanya menoleh menatap Kyuhyun, merasa sedikit canggung.

 

“Anni,” geleng Kyuhyun kecil.

 

“Uhm, tolong ganti handuknya ya, aku akan memasakkan bubur,” gumamnya kikuk kemudian segera bangkit dan kabur ke dapur, membuatnya memperoleh tatapan menggoda dari Kyuhyun dan Yoona yang kini saling melirik sambil tersenyum tak jelas.

 

*

 

Jessica membawa mangkuk berisi bubur panas dengan potongan ayam goreng serta beberapa sayuran keluar dapur, berniat membawanya ke kamar Donghae. Entah kenapa, senyumnya terkembang membuatnya memarahi dirinya sendiri untuk tidak tersenyum. Dan senyumnya hilang ketika melihat Yoona dan Kyuhyun terduduk di sofa ruang TV, rasa canggung menyelimutinya seiring ia berjalan dengan sangat lambat.

 

‘Eh.. mereka..’

 

Jessica sedikit menjulurkan lehernya ketika melihat posisi Yoona dan Kyuhyun yang bisa dibilang, tidak biasa. Pasalnya, Yoona duduk bersandar pada Kyuhyun dengan kepalanya berada di bahu Kyuhyun sedang kepala Kyuhyun sendiri berada di atas kepala Yoona. Penasaran, Jessica pun melangkah mendekati keduanya dan tersenyum lebar menyadari bahwa keduanya tertidur pulas dalam pelukan satu sama lain. Dan senyum itu tiba-tiba berubah menjadi senyum pahit ketika bayangan ia tidur dalam pelukan Donghae muncul. Ia merasa hatinya terjatuh dalam lubang yang dalam.

 

Sambil menghela nafas berat, Jessica melanjutkan langkahnya menuju kamar Donghae untuk menaruh bubur yang baru saja ia buat di sana supaya Donghae bisa segera menyantapnya ketika ia tersadar. Tapi gadis itu tak berniat sama sekali untuk menunggunya hingga tersadar. Ia bahkan berencana untuk pulang menaiki taksi setelah ini.

 

Gadis itu melangkahkan kakinya hati-hati memasuki kamar Donghae, sedikit mengendap-endap mendekati pria yang masih terlelap lalu menaruh bubur buatannya di samping baskom. Diliriknya Donghae yang masih tidur dengan damai. Kedua ujung bibirnya perlahan tertarik membentuk sebuah senyuman. Senyuman miris. Tangannya terulur tanpa bisa ia kendalikan, menyentuh wajah pria itu dengan ujung-ujung jarinya.

 

“Get well soon, Donghae,” gumam Jessica pelan sebelum mengecup pipi Donghae pelan dan berbalik untuk pergi.

 

“Don’t go,” gumam suara berat di belakang Jessica seiring tangannya tertahan. Atau tepatnya, ditahan seseorang membuat gadis itu membeku seketika.

 

“I was a fool back then for let you go and now, I’m not gonna make my self being a fool again by letting you go for the second time, Sica,”

 

Ya, pria itu sudah sadar. Donghae telah sadar, membuat Jessica berbalik menatapnya yang kini berusaha bangkit dari tidurnya namun hampir kehilangan keseimbangannya. Beruntung, Jessica sempat menahannya lalu kembali memaksanya berbaring.

 

“Yah! Kau itu masih sakit! Jangan banyak bergerak!” seru Jessica dengan nada khawatir yang tak bisa ia sembunyikan. Gadis itu menarik selimut untuk menutupi tubuh Donghae.

 

“Aku tidak akan bergerak banyak kalau kau tetap tinggal,” ucap Donghae menatap Jessica tepat di manik matanya yang mendapat tatapan dingin sebagai balasan.

 

Menghela nafas berat, “Baiklah,” ucap Jessica akhirnya menyerah.

 

*

 

Yoona sedikit menggeliat ketika merasa lehernya sakit juga kepalanya terasa berat. Merasa tak bisa bergerak, gadis itu membuka kedua matanya dan mendapati dirinya berada di ruang TV. Ia mengedarkan pandangannya ke arah dinding dan hampir terlonjak ketika jarum pendek dan jarum panjang menunjukkan angka 2 dan 3 namun tak bisa karena ia merasa seperti terkurung.

 

Tiba-tiba, ia merasa sesuatu melingkari pinggangnya dan membuatnya tersadar bahwa ia tidak sendirian tetapi bersama Kyuhyun yang ia jadikan sebagai sandaran, begitu pula sebaliknya, membuat kedua pipinya bersemu merah. Tapi toh ia menikmatinya.

 

“Oppa,” panggil Yoona pelan sambil menarik baju Kyuhyun pelan, “Oppa~”

 

“Hmm?” gumam Kyuhyun tak jelas dengan mata yang masih terpejam.

 

“Bangun, oppa,” ucapnya kini menepuk dada Kyuhyun membuat pria itu membuka kedua matanya lalu mengedarkan pandanganya dan terhenti pada Yoona yang berada dalam pelukannya.

 

“Oops~” celetuk Kyuhyun namun justru mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di puncak kepala Yoona, menghirup harum rambut gadis itu.

 

“Aish, oppa! Jangan begini! Ayo bangun! Kita lihat kondisi Donghae oppa,” kesal Yoona sambil menyubit pinggang Kyuhyun.

 

“A-aww! Arra, arra,” jerit Kyuhyun kemudian melepaskan Yoona dengan berat hati yang segera bangkit.

 

“Ayo, oppa,” ajak Yoona sambil menarik tangan kiri Kyuhyun untuk bangkit dan mengikutinya.

 

Kyuhyun pun bangkit dan berjalan di belakang Yoona yang masih menggenggam tangannya menuju kamar Donghae. Tersenyum, Kyuhyun melepas genggaman Yoona dan merangkul bahunya sebagai gantinnya.

 

“Semoga oppamu itu tidak apa-apa karena aku masih ada urusan dengan adiknya,” ucap Kyuhyun jahil.

 

“Yah!” seru Yoona kesal memukul punggung Kyuhyun yang segera menjerit kesakitan lagi.

 

“Sssh~~” seru Yoona ketika mengintip kamar sang oppa dari celah pintu yang terbuka sedikit lebar.

 

“Oooow~” gumam keduanya di ambang pintu pelan.

 

Dari ambang pintu, Yoona dan Kyuhyun bisa melihat Donghae yang tertidur dengan pulas sambil memeluk Jessica dari belakang, membenamkan kepalanya di tengkuk gadis itu. Memeluk Jessica erat seolah tak ingin melepaskannya.

 

“Ehm, biarkan mereka memiliki momen mereka sendiri,” ucap Kyuhyun pelan kemudian menutup pintu dengan hati-hati sementara Yoona berjalan menjauh sambil menguap.

 

Melihat Yoona menguap, Kyuhyun tersenyum kemudian melingkarkan tangannya di pinggang mungil Yoona, “Bagaimana kalau kita membuat momen kita sendiri, hm?”

 

F I N

 

 

Sebuah persembahan terakhirku (yang amat sangat rusuh T___T) untuk para readers tercinta sebelum saya hiatus DX well, minggu depan aku udah mulai ujian praktek + ujian blablablablabla sampe UN. OMG! 58 days left! Otl >_____<

 

Mungkin aku akan mengadakan comeback sekitar setelah tanggal 20 April nanti. Hmm~ lama ya? Well, bear with it, please u____u

 

Anyway, thank you for reading guys :’D

  1. 21 Februari 2012 pukul 5:22 pm

    OHMYGOSH IT’S HAESICA. AND KYUNAAAAAAAAA~! ;A; it’s awesome, awesome, awessssome dongsaeng chingoo~!

    masih banyak cerita yang nggak terjawab nih:\ anda jahat sekali sudah bikin ceritanya nggantung -_-

    aneh kenapa Sica ga kenal Yoona ya padahal dia kan paca-eh-mantannya Donghae :O

  2. Liah gorjess
    21 Februari 2012 pukul 8:51 pm

    Eh ternyata KyuSica + Yoonhae sepupu.
    Pikiranku udah kesana-sana duluan.
    Hehe,
    jadi ketawa* sendiri bayangin moment haesica !
    Yah chingu hiatus lama bener?
    Moga lancar ujiannya chingu + dpt nilai bagus,
    dan cepat kmbli bikin ff. Hehe
    HWAITING !

  3. 23 Februari 2012 pukul 4:35 am

    Waaa~ couple favorit ku HAESICA dan KYUNA *sorak gembira*

    Suka bgt ceritanya chingu. Feel-nya dapet! Btw, saia suka sekali karya-karya chingu. Daebbak! Gak gaje –”

    Bikin ff haesica lagi ya? Kalau bisa kyuna-nya ada juga🙂

  4. 24 Februari 2012 pukul 7:58 pm

    annyeong chingu …
    aq readers baru d’rumahmu niih !
    hehehe
    wiihh, aq kira kyuppa itu pacar baru’a sic onnie !
    begitu juga dengan yoong …
    ekhh pas baca ampe ending ternyata mereka sepupu”an toh !
    *lega….*
    hehehe
    aq suka deh, pas deskripsiin haeppa yang ngebayang’n sica onnie ada d’samping’a !
    seneng seneng seneng sama ending’a …
    nice ff ..
    ku tunggu hasil” yang lagii yya ..
    oiia, boleh kan aq menjelajah d’sniih ?
    hehehe siapa tau masih ada ff yang main cast’a sica onnie ..🙂

  5. 28 Februari 2012 pukul 8:55 am

    keren unn,😀
    haesica nya cocwit laaahh…
    Kurang panjang ini unn :p
    tapi tapi tapi kenapa kyuna? ._.
    *ademanusiapalingcantiksedunia

  6. Siti JoJo Amigo
    4 Maret 2012 pukul 1:59 am

    wah authornya mau hiatus yah?>,,<

    pokoknya haesica jjang.
    hhe ada momen kyuyoongnya tuh nyempil.
    hhe.

    SEMANGAT buat uas n uan nya chingu^^
    selalu menunngu ff mu \(^_^)/

  7. Myjessie
    4 Maret 2012 pukul 7:30 am

    Apa ini? Apa ini? KyuNa???????
    Oh well…. Sepertinya saya memang harus mengikhlaskan ZhouToria berbulan madu di Taiwan iksss–”

    Btw, Nice FF ^o^

  8. 4 Maret 2012 pukul 9:28 am

    hwhwhwh ~ so sweet !
    moment tersendiri? uhmm uhm kyukyu
    suka banget haesica jjang!
    aihhh nyempil kyuna!
    like like like !!!sukses yah buat ujiannya

  9. Leader Niingz
    14 Maret 2012 pukul 8:07 am

    OMG ini so sweet banget!!!! itu yoona enak deh sama kyuhyun and HAESICA!!!! YEAH… NICE FF😀

  10. who
    23 Maret 2012 pukul 11:06 am

    Emm… So sweet!!

  11. viola
    3 Oktober 2012 pukul 5:41 pm

    Keren eon tapi pendek banget
    HAESICA couple favoritku ke 2 setelah seokyu
    ada sequelnya gak eon?

  12. DELI dewi
    12 Desember 2012 pukul 5:47 pm

    bener-bener kagum ma bakat auhor menulis,,bagus banget!
    bisa bikin ff yang bikin readers merasakan feelnya,,ahhh,,sumpah daebak banget,,sayng banget kalu author berhenti menulis.
    haesica butuh author yang kaya author gini.
    so sweet!!!!!!^^

  13. 12 Maret 2013 pukul 12:38 pm

    KYUNA JJANG…
    KYAAAAA. 😄
    Bkn kyuna lagi doong…
    yg lbih mesra yaaaa:)

  14. khulwah
    15 April 2013 pukul 1:34 pm

    Aaaaaarggggh KyuNa jjaang!
    Buat ff KyuNa chingu…🙂

  15. Sung Hyun Seok
    21 Mei 2013 pukul 4:00 pm

    Chingu…. Bikin FF KyuNa yang banyak dongk!🙂 Ceritanya keren. Kuharap ceritanya dibikin lebih panjang lagi ya Chingu.🙂 Fighting😉

  16. 24 Juli 2013 pukul 10:26 pm

    Aku pnasaran ama detail ni crita, .
    Oppa mah manja, .hahahahahaha, .
    HaeSica always forever

  17. @badriyahsastro
    17 Agustus 2013 pukul 8:04 pm

    aw sweet bgt momen2 trakhirnya🙂
    cerita dan pendeskripsiannya bagus . suka deh😉
    apalagi ada cast kyuna . hehe

  18. 22 Oktober 2013 pukul 10:07 pm

    OH MY GOD!!! itu akhir-akhiraannya Haesica sosweet bangeeeeet :333

  19. jessica sonelf
    13 Juni 2014 pukul 6:30 am

    Haesica dlu nya mantan suami istri kah??? Yaakk author knpa ga dilanjut? Penasaraan haesica akhirnya bersatu lg apa engga. .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: