Beranda > fanfiction, ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet] Distance

[Ficlet] Distance

Title: Distance

Length: Ficlet

Genre: AU, Romance, Angst, Hurt

Rating: G

Casts: f(x) Krystal Jung, SNSD Jessica Jung

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Ane event occured is pure coincidence.

Idea © Whyenda Arinka

———————————————–

Putih. Semuanya berwarna putih. Hanya itu yang ditangkap oleh indra penglihatan Krystal saat ini. Sejauh apapun ia berusaha mencari ujungnya, ia tidak menemukannya. Tangan kanannya terangkat, berusa meraba sesuatu. Benda, tembok, atau apapun sekedar untuk membuatnya tenang. Namun sayang, indra perabanya tidak merasakan tanda-tanda akan adanya benda di sekitarnya. Dan sesaat, ketakutan menyusupi hatinya. Di mana ia sekarang?

Gadis itu berbalik, berharap menemukan sesuatu. Namun sebuah cahaya terang menyilaukan matanya. Tangannya yang terangkat pun refleks menutupi pandangannya. Apa itu?, tanyanya dalam hati. Ketakutannya semakin menjadi. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa berakhir di tempat seperti ini. Sendirian. Ia bahkan tak tahu tempat apa ini.

Tiba-tiba, ekor matanya menanangkap sosok yang berjalan melewatinya menghampiri cahaya tersebut. Jantung gadis itu serasa berhenti berdetak.

Jangan!

Ia berusaha berteriak tetapi tidak ada suara yang keluar dari bibirnya. Ia pun segera berlari mengejar sosok itu.

Jangan pergi. Kumohon, jangan tinggalkan aku.

Namun sayang, semakin ia berlari mengejar sosok tersebut jarak diantara keduanya justru membentang semakin jauh. Krystal terjatuh. Ia terisak pilu.

“J-Jangan p-pergi… jangan…”

*

“Krys!?”

Sebuah suara membangungkan gadis berambut hitam yang tengah terduduk di kusen jendela kamarnya, membiarkan dinginnya angin musim dingin memasuki kamarnya. Gadis itu menoleh demi mendapati kakaknya tengah berdiri di ambang pintu kamarnya, menggunakan jaket tebal dan menggigil kedinginan.

“Kamu bisa sakit kalau begitu terus. Lihat, aku sampai harus menggunakan jaket tebal untuk masuk ke kamarmu,” keluh kakaknya, Jessica. Krystal hanya tersenyum tipis, baginya dinginnya keadaan di kamarnya itu tidaklah sedingin hatinya saat ini.

“Makan dulu, yuk!?” ajak Jessica. Gadis itu menggeleng.

“Nanti saja, eonni,” tolaknya halus.

Jessica menghela nafas, kalau ia tidak mengerti keadaan adik semata wayangnya itu mungkin ia sekarang sudah menyeretnya untuk makan bersamanya. Dan ia tahu sekali Krystal hanya ingin sendiri saat ini. Tidak diganggu siapaun. Tapi tetap saja ia khawatir. Sayangnya ia tidak tahu harus berbuat apa. Dengan langkah gontai, Jessica pun meninggalkan kamar adiknya yang kini tengah memandang keluar sana.

Begitu banyak kenangan yang memenuhi pikiran Krystal saat ini. Terlebih di luar sana salju sedang turun, membuatnya semakin tenggelam dalam lautan kenangan yang ia simpan dengan sangat baik. Ia ingat sekali dua tahun yang lalu ketika salju turun, ia bertemu dengannya. Dengan laki-laki yang memenuhi seluruh ruang di hatinya. Ia juga ingat terbangun di pagi hari yang dingin dengan lemparan bola salju di jendela kamarnya.

Krystal mengalihkan pandangannya ke kiri, berharap menemukan jejak kaki di sana. Jejak kaki seorang laki-laki yang telah memberi tanda di hatinya. Namun sayang, gadis itu harus menelan pahitnya kenyataan bahwa tidak ada jejak apapun di atas salju yang putih bersih itu. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit yang menyeruak dalam hatinya.

Suara canda tawa anak kecil mengalihkan tatapannya. Dua orang anak tetangganya tengah bermain kejar-kejaran di halaman rumah di samping kamarnya. Kedua anak tersebut saling mengejar satu sama lain. Menjerit, tertawa, saling melempari salju. Senyum perih terukir di wajah ayu Krystal. Melihat kedua anak itu mengingatkannya akan dirinya yang berlari dari kejaran pemilik hatinya. Ia ingat ia berlari menghindarinya, melemparkan salju ke arah lelaki itu dengan tawa lebar menghiasi wajah keduanya berusaha mengalihkan perhatiannya walau akhirnya lelaki itu berhasil menangkapnya dan membawanya ke dalam pelukan hangat yang ia rindukan.

Mau tak mau, Krystal kembali menggigit bibir bawahnya. Ia bisa merasakan kedua pelupuk matanya mulai memproduksi cairan lebih seiring dengan kedua mata indahnya memerah dan terasa panas. Ia merasa sangat kosong sekali. Hampa seolah kehidupannya sirna. Ia menghela nafas.

Krystal teringat akan mimpinya semalam. Mimpi ketika ia berusaha mengejar orang yang telah mengambil hatinya, namun sia-sia belaka. Dan hari ini, tepat setahun sudah lelaki itu pergi meninggalkannya sendiri. Ia ingat setahun yang lalu ketika laki-laki itu mengabari bahwa ia harus pergi. Saat itu ia diam, berusaha tegar. Namun malamnya ia menangis tiada henti walau laki-laki itu berjanji bahwa ia akan kembali. Dan Krystal pun berjanji, ia akan selalu menunggunya, menunggu lelaki itu.

Dan di sinilah ia, menunggu laki-laki itu datang. Berharap ia akan mendapati kembali jejak kaki yang dibuat pemilik hatinya di dekat jendela kamarnya ketika mengendap-endap membangunkannya. Krystal yakin ia akan melihat kembali jejak itu. Ia percaya pujaan hatinya akan kembali.

FIN

Well, tbh ini terinspirasi dari lagu Distance-nya BoA.

tadinya mau coba pakai Jessica but i don’t get the feel and so I try to imagine it Kryssy and I got the feel then this created~ for the boy, you could imagine whoever that you want or maybe yourself? well, whoever.

anyway, thank you for reading, guys ^___^

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: