Beranda > ficlet, whyenda_arinka > [Ficlet] Coward

[Ficlet] Coward

Title: Coward

Length: Ficlet

Genre: Angst, Friendship

Rating: G

Casts: EXO K Oh Sehun & f(x) Krystal Jung

Warning: Onesided!SeStal

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Any event occured is pure coincidence.
Idea © Whyenda Arinka
———————————————–

Sehun menggeram kesal karena ponselnya yang sedari tadi berdering mengganggu tidurnya yang nyenyak. Siapapun itu yang menelponnya walau sudah ia tolak berkali-kali pastilah orang kejam yang tidak tahu bahwa ia baru saja tidur jam setengah lima pagi tadi karena ia benar-benar begadang melawan Jongin dalam salah satu game kesukaan mereka. Dan hey! Ini hari libur! Wajar ia memanfaatkannya untuk bermain, kan? Terlebih ini  masih pukul…. setengah enam pagi! Demi apapun, ia  tidak pernah bangun sepagi ini di hari sekolah!

Dengan malas-malasan, Sehun menendang kaki seseorang yang dengan seenaknya ditaruh di atas pahanya (yang kemudian diketahui itu milik Kim Jongin –Cih dia ngiler di kasurku, lagi! Keluh Sehun dalam hati) sambil meraih benda mungil berwarna putih dengan layar LCD berkedip-kedip bertuliskan “Soojung Calling” yang membuatnya rasa kantuknya menguap seketika dan terduduk tegak.

Sehun berdehem kecil, sekedar membersihkan tenggorokannya (mengingat ia tidak bisa berlari ke kamar mandi dan menggosok giginya. Sangat tidak penting, terima kasih banyak.) sebelum akhirnya mengangkat telpon dari Soojung.

“Wae, Soojung-ah?” tanyanya, berusaha terdengar biasa saja. Kontras dengan detak jantungnya yang berpacu cepat sekali.

Beberapa detik berlalu tanpa balasan dari Soojung, membuat perut Sehun jungkir balik tak enak.

“Jung?” panggil Sehun pelan. Ia sadar ada sesuatu yang salah dengan gadis di seberang sana. Tentu saja ia tahu karena ia tidak mengenal Soojung kemarin sore, duh. Ia kenal Soojung beberapa tahun (walau tidak selama ia mengenal si dekil Jongin, tapi mereka bertiga adalah sahabat yang sangat akrab) jadi hampir tidak mungkin ia tidak tahu bagaimana keadaan temannya itu sekalipun dengan mata tertutup.

“Am I a coward?” terdengar suara lirih dari speaker di ponsel putih yang menempel di telinga Sehun.

Laki-laki itu mengerjap sebentar. Hampir saja beranjak untuk mencari kamus (atau membangunkan Jongin karena, well—ia malas membuka kamus. Aarrgh) sebelum akhirnya mencerna apa yang baru saja ia dengar. Dibanding kedua temannya itu, Bahasa Inggris Sehun lah yang pas-pasan. Tapi untuk kata-kata semudah itu ia masih paham (walau agak lama loadingnya).

Sehun mendesah pelan dan bertanya, “Myungsoo?”

Tak ada jawaban apapun yang terdengar olehnya. Tapi Sehun yakin seratus persen (seratus satu persen kalau perlu) bahwa Soojung diseberang sana tengah mengangguk sekali. Pelan dan lemah dengan tatapan mata sendu serta air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya yang sangat indah itu. Soojung pastilah terlihat sangat cantik kalau ia ada di depan Sehun saat ini, namun tetap saja kondisi gadis itu akan membuat dadanya sesak seakaan ada tembok yang menghimpitnya dan membuatnya sulit untuk bernafas.

“Ada apa lagi dengan dia?” tanya Sehun pelan sekali. Entah ia tak ingin menyakiti perasaan  atau ia tak ingin membangunkan Jongin.

“Aku dengar, dia sedang dekat dengan seorang gadis, Sehun-ah. Bagaimana ini?” tutur Soojung yang kemudian diakhiri dengan kalimat tanya. Terasa sekali keresahan dalam nadanya.

“Siapa yang bilang seperti  itu,  Soojung-ah?”  tanya Sehun lagi. Dadanya semakin sesak mendengar betapa resahnya Soojungie-nya saat ini.

“Sulli bilang beberapa anak dari kelas Taemin oppa yang bilang begitu, Sehun-ah,” jawab Soojung, “Tapi Myungsoo tidak pernah cerita padaku kalau dia sedang dekat dengan gadis lain,”

Sehun tersenyum tipis. Hatinya bergemuruh antara geli dan sedih. Ia geli karena betapa polosnya Soojung-nya itu dan sedih karena di pagi hari pertama libur ini (yang seharusnya indah) ia justru harus menelan pil pahit.

“Soojung-ah,” panggil Sehun pelan, “Itu artinya sudah jelas, kan?”

“Maksudmu?” tanya Soojung heran.

“Teman sekelas Taemin hyung bilang kalau Myungsoo sedang  dengan seorang gadis tapi Myungsoo tidak pernah cerita padamu kalau ia dekat dengan gadis lain. Apalagi yang kurang jelas untukmu, Soojungie? Hmm? Kau kan seorang gadis,” jelas Sehun pelan dengan nada yang sangat berhati-hati.

Ia sudah tidak  tahu lagi mengapa ia sangat hati-hati. Apakah ia memang tidak ingin Jongin terbangun, atau ia bermaksud agar Soojung bisa menangkap maksudnya.  Entahlah. Mungkin lebih karena ia berhati-hati agar hatinya tidak teroyak (walau sebenarnya percuma karena hatinya sudah terlebih dulu hancur semenjak Soojung mendaratkan tatapannya pertama kali pada pria bernama Kim Myungsoo).

“Ah, kau benar Sehun-ah! Aigoo kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya ya, Sehun-ah? Hihihi,” kikik Soojung. Ia geli sendiri akan tingkahnya yang sedang dimabuk asmara. Tanpa gadis itu sadari, Sehun tersenyum miris diujung sana.

“Satu lagi, Soojung-ah,” panggil Sehun pelan, “You’re not a coward, really. Because you tried to get closer to him and you success. Therefor, there’s someone out who’s a real coward…”

….and that’s me, batin  Sehun lalu  memutuskan sambungan telepon. Ia taruh ponselnya di samping kakinya lalu membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya yang ia tekuk di depan dadanya. Dan pagi itu, Sehun memulai libur sekolahnya dengan tangis kepedihan di hatinya yang tak mampu ia keluarkan ditemani kicau burung yang mungkin tengah menceritakan kisahnya (dan dengkuran Jongin yang membuat Sehun merasa semakin terpuruk).

F I N

TADAAAAA~!!! oh Tuhan, apa yang telah aku perbuat??? huhuhu

birthday fic macam apa ini??? /.\

  1. 14 Desember 2013 pukul 6:34 am

    Waah Oseha miris banget disini ㄱ_ㄱ
    Ah ini ff feelnya dapet! Aah><
    Ah tapi aku kurang bisa menangkap maksud dari percakapan hun-kle
    apakah maksudnya myungsoo itu selingkuh? Atau gadis yang dimaksud itu kry?haha mian aku memang agak telmi. Ngg ini ff keren! Jjang jjang!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: