Beranda > whyenda_arinka > [Ficlet] Reason

[Ficlet] Reason

Title: Reason

Length: Ficlet

Genre: AU, Fluff, Romance, Slice Of Life

Rating: G

Casts: EXO K Oh Sehun, f(x) Krystal Jung, EXO K Kim Jongin, SNSD Im Yoona

Disclaimer © Artists are owned respectively to their company. Artist’s names are borrowed and used only in a fictional way. Any event occured is pure coincidence.

Idea © Whyenda Arinka

.

.

.

 

Krystal menggerutu kesal sembari menghempaskan tubuhnya di sofa, menarik perhatian Jongin yang sibuk menonton TV. Salah satu alis lelaki itu naik melihat gadis itu menggerutu panjang pendek dengan bibir yang sebentar-sebentar maju dengan kedua alis yang hampir bertautan mengingatkannya akan game yang sering dimainkan Sehun, Angry Birds.

 

 

“Kau kenapa?” tanya Jongin akhirnya. Pemandangan di hadapannya memang menggelikan, tapi gerutuan Krystal yang panjang dan secepat kereta Shinkasen membuatnya risih karena ia jadi tak bisa mendengarkan suara TV dengan jelas.

 

 

“Temenmu tuh! Menyebalkan!” seru Krystal dengan artikulasi yang tidak jelas hampir membuatnya bingung. Namun Jongin tidak perlu repot-repot bertanya karena Krystal dengan senang hati membeberkan hal yang membuatnya kesal.

 

 

“Kau lihat sana ke kamarnya! Bisa-bisanya dia mengajarkan Yoona dengan sangat telaten tapi kalau aku memintanya mengajariku, ia tak pernah mau. Sekalinya mengajariku, ia pasti membentakku! Aaaaaargh aku benci! Aku benci! Sebenarnya pacarnya dia siapa sih!? Aku atau Yoona????” cerita Krystal sambil memukul-mukul bantal sofa yang tadinya ada di pangkuan Jongin.

 

 

Jongin mengernyit menatap bantal yang menjadi sasaran amukan Krystal dan gadis itu berulang kali. Sedikit meminta maaf karena tak bisa menjaga benda fluffy itu dari pembantaian pacar temannya. Ia menggelengkan kepalanya prihatin.

 

 

“Ya! Masa kau tidak cemburu sih dengan Yoona dan Sehun?” tanya Krystal dengan tatapan tajam yang hampir membuat Jongin meloncat kabur kembali ke kamarnya namun mengurungkan niatnya mengingat bantal sofa yang hampir tak berbentuk di tangan Krystal. Tidak, tidak, ia tak mau pintu kamarnya bernasib seperti itu. Terima kasih banyak.

 

 

“Eh? Untuk apa? Mereka hanya belajar biasa, kan? Biarkan sajalah,” jawab Jongin acuh tak acuh, kembali menonton TV yang sempat terbengkalai semenjak Krystal menghempaskan diri di sampingnya.

 

 

“Ish! Kau ini tidak peka! Kau kan pacarnya Yoona!” seru Krystal kesal.

 

 

“Uhm, tapi aku percaya pada Yoona kok,” ucap Jongin sekenannya.

 

 

“Kau benar benar keterlaluan, Jongin!” gerutu Krystal.

 

 

“Ha?” bengong Jongin mengalihkan tatapannya pada Krystal, “Maksudnya?”

 

 

“Kau kan lebih jago dalam matematika daripada Sehun! Tapi lihat Yoona, dia lebih sering meminta Sehun mengajarinya ketimbang dirimu, Jongin! Apa kau tidak merasa aneh?” tuntut Krystal.

 

 

Jongin menghela nafas, ia yakin sekali Krystal bukan orang yang suka mendramatisir keadaan seperti ini. Setidaknya, sebelum ia berpacaran dengan Sehun dan mengadopsi kebiasaan sang pacar ini. Lelaki itu menepuk dirinya secara mental karena setelah sering menghadapi tingkah Sehun yang selalu menjadi drama king, kini ia juga harus menghadapi sang drama queen. Oh Tuhan, apa salahku?, batin Jongin gusar.

 

 

“Krystal, dengar, aku tahu kau cemburu tapi tolong jangan hasut aku agar cemburu juga, okay!? Aku kenal siapa Sehun, oh kita sama-sama kenal seperti apa Sehun, jadi tolong, percaya saja pacarmu itu,” jelas Jongin.

 

 

“Aku percaya Sehun, Jongin. Aku percaya,” ucap Krystal, “Tapi kalau di depanku ia selalu seperti ini, berbeda ketika ia di depan Yoona, aku—aku jadi tidak yakin,”

 

 

“Tidak yakin bagaimana?” tanya Jongin heran.

 

 

“Aku tidak yakin kalau Sehun benar benar mencintaiku,” jawab Krystal sambil menggigiti bibir bawahnya.

 

 

Jongin terkekeh lalu menggelengkan kepalanya sebelum berkata, “Kau ini aneh, Krystal,” gadis itu menautkan kedua alisnya, “Kalau tidak yakin hal sepele seperti itu, bagaimana kamu bisa percaya pada Sehun sepenuhnya?”

 

 

Krystal menunduk, jari-jari lentiknya memainkan ujung-ujung bantal sofa yang masih ada di pangkuannya. Ia terlihat sibuk memikirkan sesuatu. Melihat tingkah Krystal seperti itu, Jongin hanya menghela nafas berat kemudian kembali menonton TV. Sesekali Jongin mengganti channel di TV ketika ia merasa bosan.

 

 

“Aku hanya butuh kepastian, Jongin-ah,” ucap Krystal tiba-tiba membuat Jongin mengalihkan tatapannya lagi pada gadis di sampingnya.

 

 

“Kepastian?” tanya Jongin heran, tidak mengerti maksud gadis itu.

 

 

“Iya, kepastian,” ulang Krystal, “Selama ini ia tidak pernah benar-benar mengkhawatirkanku. Maksudnya, kau lihat sendiri kan bagaimana aku sering pergi bersama Chanyeol oppa tapi ia diam saja seolah tidak menunjukkan bahwa ia merasa terganggu–(“Cemburu maksudmu,” sela Jongin), ya, seperti itu. Dan kadang aku lebih senang menumpang pulang bersamamu naik motor, bahkan aku sengaja memelukmu walau aku tahu Sehun masih memperhatikanku tapi—yah, kau tahu sendiri.”

 

 

Jongin yang sedari tadi memperhatikan Krystal hanya tersenyum-senyum sendiri mengetahui Sehun sudah berada di belakang gadis itu dengan kedua tangan ia masukkan ke dalam saku celana dan menyandarkan bahunya ke tembok. Yoona bahkan tepat berada di belakang Krystal dengan senyum lebar tersungging di bibirnya, matanya berkelap-kelip mengalahkan kelip bintang di langit (batin Jongin).

 

 

Melihat Jongin hanya senyum-senyum tak jelas, membuat Krystal semakin sebal, “Ya! Beri aku solusi, jangan hanya senyum-senyum seperti itu! You creeped me out, you know!?”

 

 

“Kalau begitu, kenapa tidak bilang langsung padaku, sayang?” tanya Sehun akhirnya membuka suara membuat Krystal menegang dengan kedua mata membulat. Gadis itu berbalik dan mendapati Sehun menatapnya dalam (juga Yoona yang tersenyum-senyum jahil).

 

 

“Ah, aku pulang dulu kalau begitu,” pamit Yoona kemudian mengedipkan matanya pada Krystal. “Jonginnie, antarkan aku pulang ya~” pinta Yoona kini menarik tangan Jongin yang tentu saja menurutinya.

 

 

“Eh, Sehun-ah, selamat ya!” ucap Yoona sebelum meninggalkan apartement yang ditempati Jongin dan Sehun.

 

 

“Akhirnya kau berhasil juga, kan?” kini Jongin yang berucap diikuti rengekan Yoona yang meminta pulang.

 

 

Setelah Yoona pulang dengan diantar Jongin, Sehun pun beranjak mendekati Krystal. Lelaki itu berlutut di hadapan Krystal yang berusaha memalingkan wajahnya, tidak mau menatap Sehun. Hal ini membuat Sehun menghela nafas kasar sebelum akhirnya menangkap wajah mungil Krystal dalam telapak tangannya yang besar dan memaksa gadis itu menatapnya.

 

 

Sesaat setelah Krystal akhirnya mau menatapnya, Sehun sempat kehilangan kata-katanya namun ia berhasil menahan dirinya, “Dengar Soojung-ah. Kalau kamu kira aku tidak cemburu kamu lebih sering menghabiskan waktumu dengan Chanyeol hyung atau pulang bersama Jongin, kamu salah. Setiap kamu pergi dengan Chanyeol hyung, aku selalu bertanya ke mana saja kalian pergi, apa saja yang kalian lakukan, pergi dengan siapa saja. Bahkan terkadang Chanyeol hyung segera menceritakan semuanya sesaat setelah ia mengangkat telponku karena ia telah hafal.”

 

 

Krystal terhenyak mendengar penuturan Sehun, “Lalu, kenapa kamu tidak pernah mau mengajariku matematika? Kamu selalu mengajari Yoona, Sulli, Luna, semuanya tapi aku,” tuntut Krystal.

 

 

Sehun terkekeh sebelum menjawab, “Sebenarnya jawabanku sama klisé-nya dengan jawaban Jongin.” Lelaki itu tersenyum sebelum bertanya, “Kamu sudah pernah bertanya pada Jongin kenapa ia tidak mau mengajari Yoona?”

 

 

Krystal menggelengkan kepalanya yang masih dalam telapak tangan Sehun membuat pacarnya gemas dan mengecup puncak hidungnya. Krystal mengerutkan hidungnya kesal karena Sehun justru mengecup hidungnya daripada menjelaskan maksudnya.

 

 

 “Sehun~” rengek Krystal.

 

 

“Hahaha itulah kenapa aku tidak mau mengajarimu, begitupula Jongin tidak mau mengajari Yoona,” ucap Sehun tiba-tiba membuat Krystal bingung.

 

 

“Maksudnya?” tanya Krystal bingung.

 

 

“Maksudnya ini,” jawab Sehun kemudian mengecup kening Krystal dan kedua pipinya membuat gadis itu membenamkan wajahnya di ceruk leher Sehun.

 

 

“I love you,” gumam Krystal pelan.

 

 

“I love you too, baby,” balas Sehun mengecup telinga kiri Krystal.

F I N

muahahahahahahaha ff gajeee~ ada yg tau maksud di Sehun apa? hohoho~😉

thank you for reading~😀

  1. 12 Agustus 2013 pukul 9:31 am

    ooo pasti kalo sestal belajar, pasti kebanyakkan romantis-romantisnya,… ahhh so sweet banget sihh >..<

  2. 14 Desember 2013 pukul 6:22 am

    HunStal! Yeyyy!! /jiwa shipper kumat hahaha
    Ah ini bagus banget! Gaktau harus bilang apa,muungkin ff ini hampir mendekati flawless?😀 ah mungkin ini memang flawless karena aku nggak bisa menjelaskan dimana letak cacatnya ff ini, ah, so good ff, keep going!
    Oh iya aku bookmark boleh ne? o^^)o bbuing bbuing bareng oseha + kle / digaplok kk / ngilang haha mian absurz-_-

  3. RetnoEXOsaranghae88
    15 Juni 2014 pukul 10:58 am

    Waa…진짜로 대박이다. 고마워요..udh bwt fanfic SeStal. I thinking, the story is funny and romance. I like it

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: